
Seorang dari penjaga yang bertugas segera melaporkan pada atasan mereka mengenai putri dari kerajaan lain yang telah tiba tapi tidak bisa melewati tabir.
"Pasti yang mulia tidak menginginkan kedatangan mereka. Makanya tabir pelindung negeri ini menolak kedatangan mereka." ucap seorang prajurit yang berkumpul di sekitar tabir.
Tabir memang tidak bisa di tembus oleh sembarang orang ataupun mahluk. Tapi, untuk menghindari masalah yang tidak terduga seperti sebelumnya, Jin hu menempatkan beberapa prajuritnya untuk mengawasi sekitar tabir dan kawasan luar tabir.
"Untuk apa yang mulia tuan Jin hu menerima mereka yang hanya bisa mengandalkan kekuatan ayah mereka yang seorang pemimpin istana, Sedangkan di sisi yang mulia sudah ada wanita yang sempurna seperti nyonya Jin?" ucap prajurit lainnya.
"Benar juga. Mereka hanya terlihat cantik dan lembut namun tampaknya mereka memiliki sejuta trik kotor di belakang mereka mengingat lingkungan hidup istana di luar sana yang sangat penuh dengan trik kotor." saut prajurit yang lain.
"Aku juga berpikir bahwa tidak ada yang lebih baik dari nyonya Jin yang sekarang untuk menjadi ratu negeri ini." saut yang lain mendapat anggukan dari semua prajurit yang ada.
Mereka terus saja membahas tentang para putri yang datang dan tentang Ze beserta kelebihannya. Mereka yang bertugas di perbatasan negeri atas awan sangat tahu kemampuan Ze karena melihat langsung bagaimana Ze mampu menangani masalah dengan cepat.
Berbeda dengan mereka yang hanya tinggal di dalam istana yang hanya mendengar cerita menganggap itu hanya rumor tidak jelas untuk meningkatkan penilaian rakyat terhadap ratu mereka agar Ze semakin diterima dan mendapatkan dukungan penuh untuk menjadi istri tunggal dari pemimpin mereka.
"Ada apa? Mengapa kau meninggalkan tempatmu?" tanya atasan penjaga itu saat melihat bawahannya mendekat dengan terburu-buru.
"Para putri dari istana tetangga sudah tiba tapi tidak bisa memasuki tabir." lapor si penjaga itu.
"Maka biarkan saja mereka di luar sana dan kita lihat seberapa lama mereka akan sabar menunggu di luar." ucap atasan penjaga bernama tuan Su.
"Tapi,......"
"Tapi apa? Bukankah memang sudah seperti ini aturan yang ada sebelumnya? Bagi mereka yang tidak dapat menembus tabir maka tidak ada jalan baginya untuk memasuki istana bahkan sejengkal tanah negeri ini tidak layak untuk mereka." ucap pemimpin penjaga itu.
"Memang seperti itu tapi, mereka mengatakan bahwa tetua Fu dan beberapa menteri yang mengundang mereka langsung ke negeri ini." ucap penjaga itu.
"Maka laporkan langsung pada mereka. Jangan mengganggu yang mulia kita dan nyonya karena mereka tidak ada hubungannya dengan para putri itu." perintah atasan penjaga itu.
__ADS_1
"Baik ketua." saut penjaga itu lalu segera pergi untuk mencari tetua Fu.
"Aku tebak setelah ini akan ada pertunjukan seru. Bahkan mungkin akan ada yang kehilangan nyawa di tangan pasangan pemimpin istana ini karena lancang mengundang tamu tanpa mereka ketahui." gumam tuan Su.
"Mentang-mentang diberikan kepercayaan untuk mengatur istana selama yang mulai pergi orang tua itu sudah menganggap dirinya Kaisar." gerutunya lagi.
...----------------...
Penjaga itu akhirnya tiba di istana setelah cukup lama melakukan perjalanan menggunakan kuda karena jarak perbatasan dengan istana cukup jauh.
"Apakah tetua Fu ada di dalam?" tanya penjaga itu pada pengawal pribadi tetua Fu.
"Ada apa mencari beliau?" tanya balik pengawal itu.
"Di perbatasan telah tiba para putri dari istana tetangga yang tentua Fu undang tapi mereka tidak dapat melewati tabir." jawab penjaga itu.
"Kembalilah ke tempatmu. Biar aku yang melaporkan ini pada tetua Fu." ucap pengawal itu.
"Ada apa?" tanya tetua Fu yang kebetulan baru membuka pintu saat pengawalnya akan mengetuk pintunya.
"Seorang penjaga perbatasan datang melapor bahwa para putri yang tuan undang telah tiba di perbatasan tapi tidak bisa melewati tabir." jawab pengawal itu.
"Bagaimana bisa seperti itu?" tanya tetua Fu dengan wajah kesal.
"Hamba juga tidak tahu tuan." jawab pengawalnya.
"Ayo ikuti aku menghadap yang mulia. Hanya dia yang dapat memberikan ijin untuk orang yang tidak bisa melewati tabir agar dapat melewati tabir itu." ajak tetua Fu.
"Baik tuan." saut pengawal itu lalu berjalan mengikuti langkah tetua Fu.
__ADS_1
"Aku rasa anak muda sombong itu (Jin hu maksudnya) sengaja menolak kehadiran orang luar untuk memasuki tabir karena hanya dia yang bisa memberikan perintah pada tabir itu untuk mencegah orang tertentu walaupun mereka tidak memiliki niat buruk." gerutu orang tua itu namun pelan.
"Mengapa dia harus memilih seorang gadis yang tidak dapat di atur sebagai istrinya? Alasan apa juga itu seorang raja tidak mengijinkan wanita lain menjadi saingan istrinya. Yang namanya raja setidaknya harus memiliki harem agar istrinya tidak terlalu menganggap bahwa dirinya adalah yang paling penting dan akhirnya melunjak." orang tua itu tidak berhenti mengoceh selama perjalanan hingga tiba di depan kediaman Jin hu dan Ze.
"Apakah yang mulia ada di dalam?" tanya pengawal tetua Fu.
"Ada dan mereka sepertinya masih tidur." jawab penjaga itu.
"Bisakah kalian melaporkan bahwa tetua Fu ada di...."
"Apakah kalian tidak dengar kalau pemimpin kalian masih tidur?" tegur seorang dari belakang mereka.
Orang itu adalah Jin Liu ku yang tidak sengaja melihat dua orang itu berdiri di depan kediaman anak dan menantunya. Dia sedikit tidak suka saat mendengar bahwa mereka ingin agar penjaga membangunkan Ze dan Jin hu.
"Aku dengar tapi, ada hal penting yang harus aku sampaikan pada yang mulia." jawab tetua Fu.
"Hal penting apa yang membuat seorang bawahan sampai berani mengganggu istirahat tuannya?" tanya Liu ku.
"Ini masalah istana tidak ada hubungannya dengan orang luar." jawab tetua Fu.
"Jika kau lupa, mereka yang akan kau ganggu tidurnya adalah anak dan menantuku." ucap Liu ku.
"Apakah kau akan mengatakan bahwa istri pemimpin dan keluarganya adalah orang luar?" tanya Liu ku.
"Tapi ini sangat penting. Para tamu dari negeri tetangga telah...."
"Apakah masalah tamu harus mengganggu tidur pemimpin kalian? Tunggu sampai mereka bangun lalu laporkan apa yang terjadi." ucap Liu ku.
Liu ku yang dapat membaca pikiran dan mendengarkan suara hati orang lain mendengar caci maki dan kutukan orang tua di depannya untuk dia dan juga putrinya sudah mulai kesal dan menggunakan kekuatannya untuk memberikan tekanan pada dua orang di depannya.
__ADS_1
"Baik kami a kan me nung gu." saut orang tua itu dengan terbata karena merasa sesak dan tersiksa dengan tekanan dari Liu ku.
"Hm." hanya itu yang Liu ku ucapkan lalu pergi meninggalkan dua orang yang tengah menghirup udara dan menghembuskan dengan lega karena terlepas dari tekanan.