
Ze dan yang lainnya langsung istirahat setelah tiba di kediaman yang disediakan oleh kerajaan Kai untuk mereka. Malamnya mereka berkumpul di ruang perjamuan istana kerajaan Kai atas undangan Raja Kai.
Kali ini Ze tidak lupa untuk menutupi aura kecantikan dirinya. Alasannya tentunya karena tidak ingin direpotkan dengan orang-orang yang akan berulah karena terpesona melihat kecantikan dirinya dan yang utama agar sang suami tidak melakukan kekonyolan di depan umum karena cemburu dan posesif terhadap dirinya.
Banyak tamu yang datang menatap heran ke arah mereka karena ini baru pertama kerajaan istana atas awan disebutkan sebagai tamu dalam acara kompetisi yang mereka hadiri kali ini.
"Mohon maaf jika raja ini lancang bertanya, yang mulia Raja Kai. Tapi, kerajaan istana atas awan itu mengapa bisa menjadi tamu dalam kompetisi besar ini?" tanya seorang pria dengan penampilan yang terkesan sangar.
"Benar Raja Gurong, aku sebenarnya juga ingin menanyakan hal yang sama. Karena, kerajaan itu baru pertama kali aku dengar namanya. Apakah kemampuan mereka sehingga pantas untuk menjadi tamu bahkan tamu istimewa." saut seorang pria lagi dengan tampilan yang sangat mewah.
Mereka berdua adalah Raja dari kerajaan Bar-bar dan kerajaan barat. Wajar bagi mereka tidak mengetahui tentang istana atas awan karena kerajaan istana atas awan berada di kawasan kerajaan biasa atau rendah menurut mereka.
"Zhen mengundang Raja dari istana atas awan sebagai wujud terima kasih karena telah menyelamatkan nyawa putri Rou ruan yang sangat berharga bagi Zhen dan juga kerajaan Kai ini." jawab Raja Kai.
"Bukankah dapat dengan membuat jamuan terpisah? Jamuan ini hanya untuk mereka yang memiliki peserta yang pantas mengikuti kompetisi besar kita saja." tanya Raja Han dari kerajaan Utara.
Mendengar pertanyaan dari para Raja, Raja Kai tersenyum kemenangan. Merasa jika rencananya akan berjalan dengan lancar.
"Mereka akan memiliki peserta yang pantas. Bahkan sangat pantas." jawab Raja Kai sambil tersenyum.
"Baiklah, kami berharap hal itu memang benar." Saut Raja dari kerajaan Barat.
Mereka melanjutkan acara makan malam dan berlanjut dengan acara hiburan hingga selesai mereka memutuskan untuk kembali ke kediaman masing-masing untuk beristirahat mengingat esok pagi adalah hari pembukaan acara berlangsung.
__ADS_1
Ze dan Jin hu keluar dari ruangan perjamuan melihat Hui tu yang seperti seorang yang sedang bingung seolah mencari sesuatu.
"Ada apa dengan Hui tu? Dia terlihat sedikit aneh." tanya Jin hu.
"Aku juga tidak tahu. Sebaiknya kita tanya langsung padanya." jawab Ze.
"Ya kau benar sayang." ucap Jin hu lalu mereka segera menghampiri Hui tu.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Ze mengejutkan Hui tu.
"Aku sedang mencari seseorang tapi aku juga tidak tahu siapa orang itu." jawab Hui tu membuat Ze menatap merendahkan ke arahnya.
"Apakah kau sudah semakin tua kakek? Kau mencari seseorang yang tidak kau tahu sama sekali." ejek Ze.
"Sama seperti saat kita memasuki istana ini, aku merasa seseorang sedang mengawasi diriku. Tapi, aku tidak menemukan siapapun saat mencari orang itu." ucap Hui tu.
"Mungkin itu hanya perasaanmu saja kakek. Sebaiknya kau segera istirahat. Aku pikir itu karena kau terlalu kelelahan karena pekerjaan di istana atas awan sebelumnya lalu berlanjut dengan perjalanan cukup panjang kita menuju istana ini." ucap Ze menenangkan.
"Ucapan Ze ada benarnya. Sebaiknya kau istirahat lebih awal." saran Jin hu.
Sebenarnya Ze juga merasakan hal janggal seperti seseorang atau sesuatu tengah mengawasi mereka. Tapi, dia mengabaikan karena berpikir itu tidak merugikan dirinya. Dia hanya akan lebih waspada untuk kemungkinan yang terjadi nanti saja.
"Mungkin kalian benar. Baiklah, aku akan istirahat saja." ucap Hui tu.
__ADS_1
Mereka segera kembali ke kediaman mereka dan beristirahat di kamar masing-masing. Sebenarnya kediaman hanya dikhususkan untuk keluarga kerajaan sedang untuk pengawal dan pelayan, mereka harus mendirikan tenda tersendiri di luar. Tapi, Ze dan Jin hu menyebutkan bahwa Hui tu dan Zili adalah keluarga mereka jadi tidak harus tinggal di luar kediaman.
Pagi harinya mereka berkumpul di sebuah tempat terbuka yang sudah sangat ramai dengan para tamu kerajaan, peserta serta penonton yang akan menghadiri pembukaan kompetisi alkemis juga melihat kompetisi tahap awal.
Banyak yang menatap heran ke arah kelompok Jin hu yang hanya beranggotakan 4 orang itu. Mereka baru kali ini melihat kelompok mereka sebagai tamu kompetisi besar itu. Yang paling banyak adalah tatapan kagum dari para wanita melihat ketampanan Jin hu.
Acara akhirnya dibuka oleh seorang pria tua yang disebut maha guru oleh mereka semua. Pria tua itu adalah alkemis tingkat 8 yang sudah mampu membuat pil tingkat istimewa level atas dengan kualitas rendah. Satu-satunya orang yang mereka semua tahu yang mampu menyaingi maha guru itu adalah si misterius grand master Ji yang adalah ayah kandung dari Ze.
Acara pembukaan berakhir dengan sambutan dari Raja Kai, tuan rumah dari acara itu. Raja Kai juga tidak lupa memperkenalkan Jin hu sebagai tamu kehormatan untuk kompetisi itu. Tujuannya adalah untuk memberikan tekanan kepada Jin hu agar melakukan hal nekat agar kerajaannya memiliki peserta untuk mengikuti kompetisi itu demi nama baik dirinya.
"Terima kasih atas kehadiran kalian semua. Zhen berharap semua berjalan dengan lancar. Zhen juga ingin memperkenalkan tamu kehormatan dalam kompetisi kali ini. Dia adalah Raja Jin hu dari istana atas awan dari kerajaan bagian timur." ucap Raja Kai.
"Bukankah kerajaan-kerajaan bagian timur tidak memiliki alkemis tingkat 4 ke atas?" tanya seorang peserta.
"Apakah Raja Kai tidak memberi tahu standar untuk mengikuti kompetisi ini?" tanya Raja dari kerajaan Utara.
"Zhen pikir siapapun tahu standar kompetisi alkemis ini mengingat ini adalah acara yang sangat besar." jawab bohong Raja Kai.
"Raja Jin pasti telah memiliki peserta yang pantas. Jadi, mari kita lanjutkan acara ini." ucap putri Rou ruan dengan tenang.
Tidak sedikit dari mereka yang hadir menatap kagum pada sosok putri Rou ruan yang cantik, anggun dan elegan itu. Mereka semua juga sangat kagum pada putri Rou ruan karena bakat ganda miliknya. Ze dan rombongan hanya memasang wajah santai membuat Raja Kai mengernyit heran.
"Mengapa mereka tidak terlihat terkejut sama sekali? Bahkan mereka sangat tenang mendengar penuturan dariku juga yang lainnya? Apakah mereka memiliki peserta yang pantas? Ah tidak mungkin, mereka hanya datang berempat dan dari mereka tidak ada yang memiliki kemampuan alkemis yang tinggi. Mereka pasti sedang pura-pura tenang saja." batin Raja Kai.
__ADS_1