
Ze masuk ke dalam ruangan itu. Di dalam tempat itu dapat Ze lihat 4 orang pria yang sudah babak belur namun tidak ada raut kesakitan atau ekspresi apapun. Hanya kekosongan yang dapat Ze lihat dari ke 4 pria itu.
"Bawa si bos perampok dan salah satu dari ketiga orang itu ke dalam ruangan lain.Tapi sebelumnya tusukkan jarum ini pada dua sisanya." bisik Ze sambil memberikan dua buah jarum pada Cheng duan.
"Baik putri." jawab Cheng duan.
Ze melangkah ke luar dari ruangan itu bersama Jin hu. Cheng duan beserta anak buahnya menyeret dua orang yang diminta Ze untuk dibawa ke ruangan lain.
"Sediakan bak air yang cukup untuk merendam tubuh mereka dan tentunya harus diisi dengan air yang cukup untuk merendam tubuh mereka." ucap Ze memberikan perintah dan dengan segera Cheng duan melaksanakan perintah Ze.
"Masukkan si bos perampok dulu ke dalam bak ini." ucap Ze setelah dia memasukkan ramuan ke dalam air di dalam bak air yang Cheng duan sediakan.
"Baik nyonya Jin." ucap Cheng duan dan segera Cheng duan di bantu oleh rekannya memasukkan orang itu ke dalam bak air.
Cheng duan dan rekannya terbelalak setelah beberapa saat orang itu direndam, mereka dapat melihat ada ulat keluar dari mulut orang itu.
"Tangkap ulat itu dan masukkan ke dalam mangkuk itu." ucap Ze menunjuk mangkuk di atas meja.
Setelah beberapa saat ulat itu keluar dari tubuh orang itu, bos perampok itu mulai sadar dan menatap bingung tempatnya sekarang.
"Di mana ini?" gumamnya.
"Kau masih dalam tahanan kami saat ini dan seharusnya kau berterima kasih karena hidupmu itu masih bisa diselamatkan." ucap Ze.
"Apa maksudnya?" tanya ketua perampok pada Ze.
"Untuk membungkam kalian, orang yang telah menugaskan kalian untuk mengacau di beberapa daerah di Kerajaan Beicheng ini telah menumbalkan kalian pada iblis yang akan mengambil alih tubuh kalian." ucap Cheng duan.
"Tidak mungkin, kalian pasti berbohong agar aku mengkhianati atasan aku." ucap bos perampok itu.
"Lihatlah ulat itu (menunjuk ulat pada mangkuk) itu diambil dari tubuhmu sebelumnya." ucap Cheng duan.
"Tidak mungkin, kalian pasti sedang mengarang cerita." ucap bos perampok itu.
"Kau.... "
__ADS_1
"Percuma saja jika kau menjelaskan padanya dengan cara seperti itu. Cukup masukkan yang satunya lagi ke dalam bak ramuan itu dan biarkan dia melihat apa yang terjadi." ucap Jin hu.
"Baik Yang mulia tuan Jin hu." ucap Cheng duan.
"Kau perhatikan baik-baik wajah orang di depan itu." ucap Cheng duan sambil menunjuk dengan dagu orang yang dia maksud.
"Ada apa dengan orang itu? Mengapa tatapannya kosong seolah tanpa jiwa?" tanya bos perampok itu.
"Dia adalah orang yang juga diutus oleh orang yang sama yang memberikan perintah padamu untuk mengacau. Dia dalam pengaruh ulat pengendali pikiran dan lambat laun ulat itu akan menguasai secara penuh tubuh inangnya itu." jelas Ze.
"Kondisimu sebelumnya tidak lebih baik daripada dia sebelum ulat itu berhasil di keluarkan." ucap Cheng duan.
"Masukkan dia." ucap Cheng duan dan segera rekannya memasukkan orang itu ke dalam bak air ramuan.
"Ya Dewa, mengapa ada ulat yang keluar dari lubang telinganya?" ucap bos perampok itu.
"Sama bukan dengan ulat dalam mangkuk itu?" tanya Cheng duan.
Setelah beberapa saat orang itu mulai pulih dan heran dengan keberadaannya di tempat itu sama seperti bos perampok sebelumnya.
"Aku memiliki penawaran untuk kalian berdua. Terserah kalian akan memilih yang mana. Satu hidup di dalam penjara dan menerima hukuman mati nantinya atau akan kembali menjadi inang dari ulat lainnya, atau dua melakukan sesuatu sesuai perintah ku dan kalian akan bebas setelah semua selesai."tawar Ze.
"Apa jaminannya kalau aku melakukan perintah darimu aku akan baik-baik saja setelahnya?" tanya bos perampok pada Ze.
"Aku yang akan menjamin itu. Token ini adalah token pengampunan (melemparkan sebuah token) siapa yang memilikinya dapat meminta pengampunan untuk dirinya ataupun orang lain meskipun orang itu akan dieksekusi mati." ucap kaisar Beicheng yang tiba-tiba muncul.
"Mengapa paman keluar dari kamar? Tidak baik untuk paman jika ada yang melihat paman di tempat ini." ucap Ze khawatir.
"Tenang saja, tidak ada yang menyadari kalau aku keluar dari kamar. Aku sudah sangat bosan terus menerus berada di dalam kamar." ucap kaisar Beicheng.
"Bagaimana?" tanya Ze pada dua orang yang sedang melamun menimbang pilihan mana yang akan mereka pilih.
"Baiklah, aku akan melakukan sesuai perintah darimu." putus bos perampok itu.
"Aku juga." putus yang satunya juga.
__ADS_1
"Siapa nama kalian?" tanya Cheng duan.
"Namaku Zong siu." ucap Zhong siu si bos perampok.
"Aku Chu fuo." ucap yang lainnya.
"Aku akan melumpuhkan ulat itu dan akan menanamnya ke dalam kulit kepala kalian. Setelah itu..... "
"Tunggu dulu, maksudnya ulat itu akan kembali bersarang di dalam Kepala kami?" tanya Zhong siu tidak percaya.
"Iya tapi, ulat itu tidak akan mampu melakukan apapun padamu karena sudah aku lumpuhkan." ucap Ze.
"Mengapa kami harus memelihara ulat itu di atas Kepala kami?" tanya Chu fuo.
"Agar kalian dapat pergi bersama dengan yang lain yang masih dibawah pengaruh ulat itu. Kami harus menemukan dimana induk dari ulat itu untuk memusnahkan mereka semua." ucap Ze.
"Apa hubungannya dengan menaruh ulat itu dalam Kepala kami?" tanya Zhong siu.
"Karena kalian terinfeksi belum lama, maka energi kehidupan kalian tentunya belum di isap oleh induk dari ulat itu. Tentunya setelah berhasil melarikan diri kalian akan diarahkan ke tempat induk dari ulat itu berada untuk menyerap energi kehidupan kalian." ucap Ze.
"Kalian akan menjadi petunjuk arah bagi kami." tambahnya.
"Baiklah, walaupun kami menolak kalian pasti akan memiliki banyak cara untuk memaksa kami bukan? Maka kami tidak ada pilihan lain selain melakukan apa yang kalian inginkan." putus Zhong siu yang diangguki oleh Chu fuo.
"Pilihan yang bijak untuk posisi kalian saat ini." puji Ze.
"Maka, mari kita lakukan semua dengan cepat sebelum dua orang itu sadar. Mereka akan curiga saat melihat kalian dari ruangan lain." ucap Ze.
"Biarkan aku menenangkan diri sejenak."ucap Zhong siu melihat Ze memegang pisau kecil yang terlihat sangat tajam.
" Ceh seorang pemimpin perampok takut dengan pisau kecil yang hanya akan menorehkan sedikit luka kecil."ejek Ze.
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca✌
Jejaknya berupa like, vote dan komen ya. Bukan jejak kaki bisa rusak HP kalian 😂✌🙏
__ADS_1