
Keesokan paginya Ze sudah bersiap untuk pergi ke tempat gurunya di gunung Jiuli. Dia sudah pamit pada keluarganya dan saat ini dia sudah berdiri di depan kereta dengan Jin hu yang masih memeluknya erat seolah tidak mengijinkan dirinya pergi.
"Sudah lepaskan pelukanmu. Kapan aku akan berangkat jika kau terus saja memelukku seperti ini." ucap Ze.
"Aku tidak ingin dirimu pergi walaupun hanya sebentar. Aku pasti akan merindukan dirimu jika tidak melihat dirimu walaupun hanya sebentar saja." ucap Jin hu.
"Berhenti bertingkah seperti bocah. Bukankah sebelumnya kau santai-santai saja meninggalkan aku bahkan tanpa pamit padaku? Mengapa sekarang jadi tidak ingin pisah walaupun hanya sebentar?" tanya Ze menyindir Jin hu.
Jin hu tidak dapat membantah ucapan istrinya. Selain karena dia memang pernah pergi tanpa ijin dia juga tidak ingin Ze menjadi marah jika dia memberikan alasan untuk kesalahannya itu.
"Bawa terus peluit raja serigala ini. Aku telah membuatnya menjadi bandul kalung agar mudah untuk dibawa." ucap Ze sambil mengalungkan kalung ber-bandul peluit itu.
"Bukankah seharusnya kau yang akan pergi ke luar dari tabir pelindung negeri ini yang membutuhkan peluit ini?" tanya Jin hu.
"Aku tidak membutuhkan peluit ini. Aku memiliki firasat buruk lewat mimpiku semalam dan hal buruk yang mungkin terjadi ada hubungannya dengan sihir. Aku masih memiliki cincin pemberian Zili untuk melindungi diriku dari sihir maka kau juga butuh peluit ini untuk melindungi dirimu dari pengaruh sihir." ucap Ze.
Ze menggunakan kekuatannya untuk membuat peluit itu tidak terlihat oleh orang lain selain Jin hu dan dirinya setelah itu.
"Aku harus segera pergi." ucap Ze.
"Baiklah sayang, berhati-hatilah dalam perjalananmu." ucap Jin hu sembari mengecup kening, hidung dan bibir Ze.
Ze hanya diantar oleh Jin hu ke luar istana karena dia melarang keluarganya ikut mengantar. Dia tidak ingin keberangkatannya yang hanya untuk beberapa hari saja menjadi penuh haru biru karena dua wanita yang dia sayangi yang memiliki sifat yang sangat lembut itu.
Ze berangkat sendiri karena dia meminta kepada ular api untuk menjaga keluarganya di dalam istana mengingat akan ada masalah yang terjadi di dalam istana itu selama dan setelah Jin hu mencari dan menemukan bukti pasti kecurangan dan kelicikan para pejabat yang dia curigai itu.
...----------------...
Rombongan putri Rou ruan singgah di sebuah hutan tidak jauh dari negeri atas awan. Ternyata Raja Kai sedang mengikuti undangan berburu dari Raja di negeri Huang Zhong. Sebenarnya raja Kai datang bersama putrinya yaitu putri Rou ruan.
Karena putri Rou ruan sangat tidak sabaran untuk segera berjumpa dengan Jin hu, dia meminta ijin pada ayahnya untuk pergi ke istana atas awan yang tidak jauh dari negeri Huang Zhong.
__ADS_1
"Ayahanda....!" seru putri Rou ruan manja berlari ke arah ayahnya yang baru tiba dari berburu.
"Kau telah kembali?" tanya raja Kai.
"Ayahanda tidak melihat Ruan di sini sampai bertanya lagi?" tanya balik putri Rou ruan dengan sedikit merajuk.
"Mengapa wajah cantik putri ayah ini ditekuk seperti ini hm?" tanya Raja Kai.
"Bukankah sebelum kau pergi wajahmu penuh dengan senyuman?" tanyanya lagi.
"Pria yang aku inginkan telah memiliki permaisuri dan menolak untuk menerima wanita lain sebagai saingan istrinya." ucap Rou ruan dengan wajah sedihnya.
"Siapa pria yang berani menolak putriku yang sangat sempurna ini?" tanya Raja Kai lembut namun wajahnya sudah memancarkan amarah.
"Bibi Cuan?" panggil Raja Kai memerintahkan supaya wanita tua itu menjawab karena putri Rou ruan hanya diam.
"Ampun yang mulia. Dia adalah Liang jin hu atau orang sering memanggilnya yang mulia tuan Jin hu. Dia adalah pemimpin tertinggi negeri istana atas awan." jawab bibi Cuan.
"Ada apa dengan pemimpin istana atas awan? Mengapa kalian menyebutkan namanya?" tanya Raja Zhong yang tiba-tiba muncul.
"Dia adalah anak muda yang sangat berbakat yang menjadi calon suami idaman hampir setiap gadis di sekitar kerajaan itu. Namun kabarnya dia anti bersentuhan dengan wanita." jawab Raja Zhong.
"Bagaimana mungkin dia anti bersentuhan dengan wanita sedang sebelum ke sini kami melihat dia memangku dan memeluk seorang wanita yang dia akui sebagai istrinya?" protes putri Rou ruan.
"Istri? Bagaimana bisa seorang pemimpin istana yang walaupun kecil tetap terhitung sebagai negeri yang dihormati menikah tapi tidak ada yang tahu? Setidaknya kerajaan sekitarnya pasti akan menerima undangan jika dia menikah." tanya Raja Zhong tidak percaya.
"Berarti wanita itu belum resmi menjadi permaisuri istana atas awan?" tanya putri Rou ruan dengan berbinar bahagia.
"Kira-kira seperti itu. Jika mereka sudah resmi menjadi suami istri yang sah, sudah pasti akan ada perayaan meriah bukan." jawab Raja Zhong.
"Ampun yang mulia raja." tiba-tiba datang seorang prajurit menghadap pada Raja Zhong.
__ADS_1
"Ada masalah apa?" tanya Raja Zhong.
"Ampun yang mulia Raja, selir Hui terluka." jawab prajurit itu.
"Apa? Mohon maaf Raja Kai, aku harus melihat apa yang terjadi." ucap raja Zhong.
"Tidak apa, pergilah selesaikan masalah anda dulu raja Zhong." ucap raja Kai.
"Berarti kesempatan putriku ini untuk menjadi permaisuri dari pria impiannya semakin besar jika dia masih belum memiliki permaisuri yang sah." ucap Raja Kai kembali membahas masalah Jin hu setelah Raja Zhong pergi.
"Tapi itu tidak mudah ayahanda." ucap putri Rou ruan dengan wajah sendu.
"Mengapa tidak mudah?" tanya Raja Kai.
Karena putri Rou ruan kembali diam saja, Raja Kai melirik bibi Cuan untuk mencari jawaban.
"Sepertinya wanita itu menggunakan sesuatu untuk mengontrol pikiran yang mulia tuan Jin hu itu. Karena dia hanya melihat wanita itu tanpa perduli dengan wanita lain bahkan putri Rou ruan yang sangat sempurna pun tidak dipandang walaupun hanya sekilas." jelas bibi Cuan.
"Jika seperti itu, kita tinggal gunakan cara yang sama untuk menghapus pengaruh wanita itu dari pikiran Jin hu dan mengendalikan pikirannya agar hanya melihat putriku yang cantik ini." ucap Raja Kai.
"Apakah kita memiliki seorang dengan kemampuan seperti itu ayahanda?" tanya putri Rou ruan dengan wajah berbinar penuh harap.
"Tentu kita memilikinya dan lebih beruntung lagi karena orang itu ikut dalam perjalanan kita ini." jawab raja Kai membuat putri Rou ruan semakin bersorak gembira.
"Siapa orang itu?" tanya putri Rou ruan.
"Penasehat istana kita, paman Hong." jawab Raja Kai.
"Apakah paman Hong akan mau membantu aku?" tanya putri Rou ruan.
"Jika ayah yang memintanya maka dia tidak akan menolaknya." jawab Raja Kai.
__ADS_1
"Aku paling sayang pada ayah. Ayahanda memang yang terbaik." seru putri Rou ruan sembari memeluk tubuh ayahnya.
"Ayah juga menyayangimu Ruan ruan." ucap raja Kai membalas pelukan puterinya.