Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Enam puluh tiga


__ADS_3

"Apa yang kalian pikirkan dengan meminta darah dari kami? Apakah kalian tidak tahu bahwa setetes darah dari kami yang keluar di luar dari dunia kami, maka akan terjadi penyerbuan terhadap dunia itu dari dunia kami." ucap anak laki-laki dengan wajah terkejut.


"Maaf, aku tidak tahu akan berdampak separah itu." ucap Ze sendu.


Melihat wajah sedih Ze entah mengapa dua anak-anak perwujudan dari merak api itu tidak tega.


"Walaupun tidak dapat memberikan darah kami, bukan berarti tidak ada jalan lain." ucap anak laki-laki itu.


"Jalan lain?" beo Ze semangat.


"Aku akan memanggil merak api lain yang memang berasal dari dunia ini untuk kalian ambil darahnya. Ingat bahwa merak itu datang dalam keadaan tidak sadar dan hanya butuh waktu singkat dan merak itu akan kembali sendiri pada tempatnya jadi lakukan dengan cepat." jelas anak laki-laki itu.


"Baik, terima kasih." ucap Ze tulus.


Anak laki-laki itu memegang bandul kalung berbentuk peluit yang tergantung di lehernya sambil berbisik seolah merapal mantra lalu tak lama dia meniup bandul kalung itu.


Tidak lama seekor burung merak terbang ke arah mereka dan mendarat tepat di depan Ze.


"Lakukan segera." ucap anak laki-laki itu.


Ze segera mengeluarkan besi berbentuk seperti suntikan modern membuat semua yang di sana heran melihatnya.


Ze segera mengambil darah dari merak api itu dan selesai dalam waktu singkat.


"Benda apa itu? Mengapa bentuknya aneh?" tanya anak perempuan kecil penasaran.


"Alat buatan ku untuk mengambil darah dalam jumlah banyak tanpa harus memberikan luka yang besar dan tentunya rasa sakitnya tidak akan terlalu terasa." jawab Ze.


"Karena apa yang kami butuhkan di tempat ini sudah kami dapatkan dan untuk menghindari penjaga kalian, sebaiknya kami pergi segera. Terima kasih." ucap Ze dan meski penasaran dengan suntikan milik Ze, dua anak kecil itu gengsi untuk menahan mereka.


Ze dan yang lain segera pergi dari tempat itu dengan kecepatan penuh mereka menghindari masalah yang mungkin akan terjadi jika penjaga dua anak itu muncul tiba-tiba.


"Mengapa kakak membantu mereka?" tanya anak perempuan itu.


"Entahlah, tapi aku merasa ada yang aneh dari dua orang diantara mereka itu. Seolah akan ada takdir besar yang akan mereka jalani dan aku penasaran akankah kita dapat ikut serta dalam takdir itu nantinya jika kita membantu mereka saat ini." jelas anak laki-laki itu.


"Baiklah, aku dapat terima alasan ini." ucap anak perempuan itu.


...****************...

__ADS_1


"Kita kembali ke dalam batu dimensi dulu untuk memperbarui segel kak Jin hu dan tampaknya kak Jin hu harus bertapa dulu untuk memulihkan tenaga." ucap Ze.


"Putri dan tuan Jin hu dapat masuk ke dalam batu dimensi dan kami akan berjaga di sini." ucap Zili.


Ze segera masuk ke dalam batu dimensi bersama Jin hu. Mereka telah berada di dalam gua tempat siluman yang Zili kalahkan sebelumnya sehingga aman bagi Ze untuk masuk ke dalam batu dimensi.


"Kau pergi ke istana dan tanyakan pada ayah di mana letak tanaman api neraka tumbuh." ucap Zili pada Suho.


"Tapi,....."


"Kali ini waktu adalah lawan kita dan kita harus membantu putri. Jadi, lakukan segera dan segera susul kami di dunia naga." ucap Zili memotong protes Suho.


"Baik pangeran." pasrah Suho akhirnya.


Ze keluar dari batu dimensi seorang diri tidak lama setelah Suho pergi.


"Dimana Suho?" tanya Ze.


"Kembali ke negeri hewan roh suci untuk bertanya keberadaan tanaman api neraka." jawab Zili.


"Ada apa?" tanya Ze saat melihat Zili menatap ragu ke arahnya.


"Ayo ke negeri naga." ajak Zili mengalihkan topik.


"Jika ada yang ingin kau tanyakan, maka tanyakan. Jangan membuat itu menjadi ganjalan di hatimu." ucap Ze.


"Apakah putri akan tersinggung jika aku menanyakan hal yang bersifat pribadi?" tanya Zili ragu.


"Tidak akan, katakan saja apa yang ingin kau tahu." jawab Ze.


"Sebenarnya putri berasal dari mana?" tanya Zili ragu.


"Bukankah kau mengatakan bahwa kau sudah tahu dari mana asal jiwaku?" tanya Ze balik.


"Aku hanya mengatakan bahwa aku tahu jiwa putri adalah jiwa yang berkelana dari dunia lain tapi aku tidak tahu dunia yang mana." jelas Zili.


"Aku juga menebak bahwa putri berasal dari dunia atas dan m*ti dengan sangat tidak adil hingga jiwa putri menolak reinkarnasi dari awal dan memilih menempati raga tanpa jiwa." tambahnya.


"Lalu, apa yang ingin kau tanya?" tanya Ze.

__ADS_1


"Saat memasuki alam bawah sadar putri untuk membantu anda saat itu aku melihat pemandangan yang sangat asing dan aneh yang membuat aku berpikir bahwa putri bukan hanya sekedar berpindah dunia tapi juga melintasi dimensi dan waktu." jawab Zili sambil memperhatikan wajah Ze.


Zili memperhatikan wajah Ze untuk melihat reaksinya. Takutnya Ze tersinggung dengan ucapannya tapi, melihat Ze yang tenang, Zili juga ikut merasa tenang.


"Dari perbedaan gaya hidup dan segala yang ada di tempat ini dengan tempatku sebelumnya, aku juga menebak kalau aku seharusnya adalah jiwa yang berasal dari waktu beberapa abad kedepan." jawab Ze.


"Untuk kepastian mengenai asal usul ku, aku juga tidak dapat menjelaskan lebih lanjut karena jujur aku juga bingung. Yang paling tahu tentang itu hanya sang penjaga yang membawa paksa jiwaku ke tempat ini." tambahnya.


"Mengapa harus dibawa paksa ke tempat ini?" tanya Zili.


"Katanya karena dunia atau dimensi yang aku tempati sebelumnya sangat lemah dan akan banyak yang akan mengincar diriku. Sehingga untuk menghindari banyak korban tak bersalah dari dunia itu aku harus diamankan di dunia yang lebih aman agar aku juga dapat berlatih untuk melindungi diriku sendiri." jelas Ze.


"Apa masih ada lagi yang ingin kau ketahui?" tanya Ze.


"Jika ada pilihan untuk hidup di sini atau kembali ke dunia asal putri, putri akan memilih yang mana?" tanya Zili.


"Aku sudah menghadapi pilihan itu sebelumnya." ucap Ze kembali teringat dengan adiknya Jo.


"Lalu apakah artinya putri memilih tempat ini karena putri masih ada di sini?" tanya Zili.


"Seperti yang kau lihat." jawab Ze dengan senyuman hambar.


"Mengapa putri tidak ingin kembali?" tanya Zili.


"Bukan tidak ingin kembali sebenarnya. Hanya, demi keamanan mereka yang tidak bersalah dan orang-orang yang aku kasihi, aku memilih tetap berada di tempat ini." jawab Ze.


"Apakah ini alasan kau meminta Suho pergi? Karena setahu aku, kau hanya perlu melakukan telepati untuk bertanya pada ayahmu." tebak Ze.


"Ya, Ayo kita pergi ke negeri naga saja." ajak Zili.


"Ayo.....! Ah kau......"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terima kasih untuk yang memberikan boom tips sebelumnya.


Author sangat bersyukur karena masih banyak yang memberikan support buat author yang masih banyak kurangnya dalam menulis ini.


Up kali ini untuk ucapan terima kasih author buat kalian. Love you all

__ADS_1


__ADS_2