Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Masalah di perbatasan istana atas awan


__ADS_3

Ular api segera merubah wujudnya menjadi wujud aslinya saat mereka sudah berada di pekarangan kediaman Ji liu ku.


"Silahkan naik nyonya Jin." ucap ular api sambil menurunkan kepalanya agar Ze dapat naik dengan mudah ke atas kepalanya.


"Kami berdua akan pergi." ucap Ze pada Hui tu.


Ceri emas tidak ikut mengantar mereka karena diminta Ze untuk tetap berada di sisi gurunya.


"Ya, hati-hati." sahut Hui tu.


"Tolong jaga guru dan ingat untuk menjaga dirimu juga karena keselamatan dirimu juga cece sangat penting bagiku." ucap Ze.


"Aku tahu. Kami akan baik-baik saja dan kau harus baik-baik juga di sana." ucap Hui tu.


Ze langsung memeluk tubuh Hui tu dan seketika air mata yang sudah dia tahan kembali menyeruak keluar dari mata indahnya. Tubuhnya bergetar hebat karena meluapkan emosi yang sudah tidak kuasa ditahannya.


"Maaf, aku tidak kuasa untuk menahan luapan emosi ini." ucap Ze dengan sedikit terisak.


"Tidak apa, kau butuh untuk meluapkan segala yang mengganjal di hatimu sebelum menghadapi hal berat yang mungkin akan menanti dirimu di sana." ucap Hui tu.


Hui tu sangat paham jika seorang gadis seperti Ze walaupun dari luar terlihat kuat, dia juga masih dapat rapuh saat menghadapi banyak rintangan terlebih rintangan itu berkaitan dengan perasaannya.


Jika itu adalah luka fisik maka Hui tu yakin Ze tidak akan menyerah dan tidak akan mudah runtuh. Tapi ini berbeda karena yang menjadi rintangan Ze adalah keselamatan orang-orang yang dia sayangi yang selalu menjadi tanggung jawabnya atau akan menjadi salahnya jika mereka tidak selamat.


"Pergilah, aku dan mereka di sini aku yang akan jamin padamu bahwa kami akan baik-baik saja saat kau kembali." ucap Hui tu berusaha menenangkan Ze.


"Terima kasih karena selalu mengerti apa yang aku butuhkan dan selalu ada untuk aku." ucap Ze.


"Memangnya aku memiliki pilihan lain? Aku akan sulit untuk menemukan gadis lain yang lebih bodoh dan angkuh dari kamu." ucap Hui tu sambil tersenyum dan menghapus air mata di wajah Ze.


"Terima kasih." ucap Ze lagi dengan senyum tulus di bibirnya.


Ze segera naik ke atas kepala ular api dan ular api segera terbang ke langit bersama Ze atas kepalanya. Karena kultivasi ular api sudah mencapai tahap mulia, dia sudah memiliki kemampuan untuk terbang itulah mengapa Ze meminta ular api untuk mengantarnya.


"Masalah apa yang membuat kak Jin hu nekat pergi tanpa menunggu persetujuan dari aku?" gumam Ze.

__ADS_1


"Apakah itu ada hubungannya dengan keluargaku yang ada di dalam istana atas awan?" tebak Ze.


"Semoga saja bukan hal yang sangat buruk dan semoga itu tidak ada hubungannya dengan orang yang memasang segel di dalam tubuh kak Jin hu. Karena, jika itu adalah ulah orang itu maka kak Jin hu bisa dalam bahaya besar." ucap Ze walaupun terlihat tenang, Ze sesungguhnya sangat cemas akan keadaan Jin hu dan keluarganya di istana atas awan.


Ze akhirnya hanya dapat terus berharap dalam diam agar orang yang dia sayangi di istana atas awan dapat baik-baik saja. Dalam perjalanan udara menuju ke istana atas awan mereka (Ze dan ular api) tidak saling berbicara sedikitpun.


Ular api membiarkan tuannya tenang dan dia hanya akan fokus agar dapat bergerak lebih cepat menuju istana atas awan.


"Ular api....!" panggil Ze.


"Ya nyonya Jin?" saut ular api.


"Lebih pelan sebentar." ucap Ze mendapati kejanggalan dengan keadaan tempat di bawah mereka.


"Ada apa nyonya?" tanya ular api yang sudah terbang lebih pelan.


"Bukankah di bawah kita itu adalah desa perbatasan istana atas awan dan negeri Angin?" tanya Ze.


"Ya, memang itu adalah desa Bunga mekar. Desa yang berada batas luar tabir istana atas awan. Di depan sana tidak lama lagi kita sudah memasuki kawasan tabir luar istana atas awan." jawab ular api.


"Dari yang aku ingat saat pertama kali melewati tempat ini dulu, tempat ini memang cukup ramai." jawab Ze.


"Kita turun di sini saja untuk mencari tahu ada apa dengan tempat itu. Aku curiga kalau apa yang terjadi di desa bunga mekar itu ada hubungannya dengan masalah yang kak Jin hu hadapi." ucap Ze.


"Baik nyonya." saut ular api lalu segera turun ke tempat yang Ze tunjuk.


"Ada hawa suram yang sangat kuat di tempat ini. Seolah tempat ini adalah sarang dari banyak kesedihan dan penderitaan." ucap ular api yang sudah berubah wujud menjadi manusia.


"Pasti ada alasan dari semua ini. Aku merasakan aura iblis yang sangat kuat menyelimuti desa ini." ucap Ze.


"Sembunyikan keberadaan mu di tempat ini agar tidak ada yang menyadari bahwa kita ada di tempat ini." ucap Ze.


Karena pencapaian Ze dan ular api sudah sangat tinggi, mereka tidak perlu lagi menggunakan pil penyamaran untuk menutupi keberadaan mereka dari orang lain atau makhluk lain.


"Aku merasakan ada aura jahat yang mendekat." ucap Ze.

__ADS_1


"Baik nyonya." saut ular api.


Mereka berdua segera bersembunyi saat orang yang Ze maksud sudah mendekat. Beberapa orang pria dan wanita dengan penampilan aneh lewat di depan mereka. Kulit mereka berwarna merah darah dengan garis-garis hitam pekat, mata mereka berwarna merah dengan taring yang panjang. Satu hal yang membuat Ze sangat tidak nyaman melihat mereka adalah mereka semua tidak menggunakan satu helai pun benang yang menutupi tubuhnya.


"Sepertinya mereka bukan manusia." bisik ular api.


"Mereka adalah manusia." ucap Ze.


"Apakah ada manusia dengan wujud seperti mereka?" tanya ular api.


"Mereka manusia yang diubah menjadi seperti itu. Aku masih merasakan keberadaan mereka layaknya seorang manusia namun memang sudah sedikit berubah. Kau lihat apa yang mereka bawa di gerobak dengan kurungan itu." ucap Ze.


"Itu manusia, mereka akan diapakan?" tanya Ular api.


Di belakang para manusia te*anjang berwarna merah itu ada beberapa gerobak dengan kurungan yang membawa beberapa orang manusia yang terlihat sudah tidak berdaya.


"Entahlah, aku juga tidak tahu dan tidak bisa menebak apa tujuan mereka." jawab Ze.


"Kita ikuti mereka." ucap Ze lagi setelah rombongan itu melewati mereka.


"Baik nyonya." saut ular api.


Rombongan itu ternyata berjalan menuju perbatasan istana atas awan. Ze semakin penasaran dengan tujuan sesuatu atau seseorang yang membuat para manusia merah itu ada.


"Kak Jin hu?" gumam Ze melihat beberapa orang di depan sana dan Jin hu menjadi salah satu dari mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kira-kira ada apa ya?


Jin hu lagi ngapain di sana?


Apa Ze bisa memecahkan masalah yang dihadapinya dengan mudah?


Jangan tanya author loh soalnya jawabannya rahasia 🤣🤣🤣

__ADS_1


Selamat membaca


__ADS_2