
Aku sudah menganggap anda sebagai pengganti ibu tapi, bagaimana bisa anda melakukan hal buruk seperti itu padaku?" tanya Yang ruo sedih.
"Kau bukanlah keturunan keluarga Si yang sesungguhnya. Bagaimana bisa aku membiarkan dirimu menjadi pemimpin dalam keluarga ini nantinya?" ucap nyonya Li jin sinis.
"Apa maksudmu Li jin?" tanya tuan Yok ji bingung sekaligus kesal.
Semua orang dalam ruangan itu serempak menatap penuh tanya ke arah Li jin kecuali tuan Lu ruo yang terlihat marah.
"Li jin.... Jaga mulut mu itu." bentak tuan Lu ruo.
"Aku sudah tidak tahan untuk menyimpan rahasia ini. Semua orang harus tahu kebenaran seperti apa yang disembunyikan selama ini demi menjaga nama baik wanita yang sudah lama menjadi tanah itu." ucap nyonya Li jin menatap marah ke arah suaminya.
"Apa maksudnya ini?" tanya tuan Yok ji bingung.
"Kakek buyut, sebenarnya Yang ruo....."
"LI JIN......!" bentak tuan Lu ruo menatap penuh ancaman ke arah istrinya itu.
"Diam kau Lu ruo..... Kami ingin tahu kebenaran apa yang tersembunyi selama ini." ucap tegas tuan Yok ji.
"Tapi, ini....."
"Tidak ada alasan lagi. Kalau memang itu adalah rahasia yang menyangkut keluarga kita, kami semua berhak tahu." ucap seorang pria.
"Sebenarnya Yang ruo bukanlah anak kandung dari suamiku. Lian yang telah berselingkuh dengan......"
"Li jin hentikan....! Aku bilang hentikan maka hentikan. " sela tuan Lu ruo.
"Sebaiknya kau diam Lu ruo. Lanjutkan Li jin. " ucap tuan Yok ji.
"Tapi, itu urusan rumah tangga kami kak......"
"ITU BUKAN URUSAN RUMAH TANGGA MU SAJA LU RUO. ITU URUSAN KELUARGA BESAR KITA JIKA ITU MENYANGKUT NAMA BAIK KELUARGA INI." bentak tuan Yok ji yang mulai tersulut emosinya.
__ADS_1
"Wanita itu berselingkuh dengan penjaga yang bertugas menjaga keamanan kediaman kami sebelumnya yang terpaksa disingkirkan oleh suamiku untuk menutupi aib istri yang sangat dia cintai itu mengabaikan pengkhianatan wanita itu." jelas nyonya Li jin membuat banyak orang menatap tidak percaya ke arah tuan Lu ruo.
"Itu artinya Yang ruo tidak berhak untuk menyandang nama besar keluarga Si kita ini." ucap seorang wanita sambil tersenyum sinis menatap Yang ruo.
"Iya benar." saut beberapa orang serempak.
"Tunggu dulu....! sebelum kalian memberikan keputusan, aku ingin tahu bagaimana caranya kau tahu Yang ruo bukanlah keturunan dari tuan Lu ruo?" tanya Ze.
"Saat Yang ruo baru lahir, karena curiga suamiku melakukan tes darah antara Yang ruo dan penjaga itu dan hasilnya mereka sedarah." jawab nyonya Li jin.
"Itu artinya Yang ruo sungguh sudah tidak pantas memiliki marga Si sejak awal." ucap tuan Yok ji.
Yang ruo hanya terdiam mencerna ucapan nyonya Li jin dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Dia tidak percaya bahwa ibu yang sangat dia sayangi adalah seorang wanita pengkhianat dan ayah yang dia hormati bukanlah ayah kandungnya.
"Bagaimana tes darah yang kalian lakukan?" tanya Ze.
"Menggunakan air didalam mangkuk sebagai pencampuran dan saat darah dari keduanya menyatu artinya mereka memiliki hubungan darah." jelas nyonya Li jin.
:Ha ha ha ha ha ha." Ze tiba-tiba tertawa menyadari kebodohan mereka.
"Apakah kalian tidak tahu kalau darah yang mengalir di dalam tubuh kita itu terdiri dari air hingga 90 persennya?" tanya Ze balik yang berusaha menghentikan tawanya.
"Maksudnya?" tanya tuan Yok ji.
"Maksudnya adalah, jika alat tes pelarut darah itu adalah air, maka walaupun kalian menggunakan 10 tetes darah dari 10 orang yang berbeda sekali tes, semua darah mereka akan larut dalam air itu." jelas Ze.
"Bagaimana bisa seperti itu? Selama ini kami menggunakan cara itu untuk menguji hubungan keluarga dengan keturunan kita." tanya tuan Yok ji tidak percaya.
"Iya, itu tidak mungkin keliru. Tes ini sudah kami dan orang lain gunakan selama ini." bantah nyonya Li jin.
"Tolong sediakan sebuah mangkuk berisi air. Ah, tidak usah, di depanku ada piring dan segelas air.: ucap Ze lalu menuangkan air di gelas ke dalam piring kosong.
Ze menusuk ujung jarinya lalu meneteskan darah pada air itu. Ze meraih tangan suaminya lalu melakukan hal yang sama dia menunggu dan darah mereka larut dalam air itu. Semua yang melihat itu terkejut.
__ADS_1
"Apakah ini artinya aku dan suamiku bersaudara atau ayah dan anak yang menikah?" tanya Ze.
"Huo nan, Hui tu dan Yang ruo, teteskan darah kalian pada air itu." ucap Ze yang segera dilakukan oleh mereka.
Yang ruo menghapus air mata di pipinya dan mulai kembali yakin bahwa ibunya adalah wanita terhormat yang sudah disalahpahami oleh ayahnya selama ini.
Semua darah itu kembali larut membuat semua orang terbelalak. Tuan Lu ruo terlihat kebingungan dan perasaan bersalah bersarang di dalam hatinya.
"Lalu, apakah tidak ada cara lain yang lebih baik untuk mencari kebenaran tentang masalah keturunan itu?" tanya Huo nan.
"Jika itu kalian, aku tidak tahu. Tapi, untuk aku, aku memiliki cara paling ampuh dan tidak terbantahkan hasilnya." jawab Ze.
"Tolong bantu aku membersihkan nama baik mendiang ibuku yang mulia. Aku rela melakukan apapun untuk itu karena aku yakin ibu adalah wanita terhormat walaupun aku tidak mengenal beliau." ucap Yang ruo sambil berlutut di depan Ze.
"Bangunlah, aku selalu tidak terima dengan orang yang menghina seorang ibu yang telah berjuang demi anaknya. Aku dengan melihat kemiripan kau dengan pria itu dapat menebak sekali lihat bahwa kalian anak dan ayah. Bagaimana bisa dia yang hidup dengan dirimu bertahun-tahun tidak menyadari hal sekecil ini." ucap Ze.
"Aku akan membantu untuk memberikan kebenaran kepadamu." ucap Ze.
Yang ruo berdiri dengan wajah bahagia. Dia yakin bahwa Ze sungguh dapat memberikan kebenaran kepadanya dan yang lainnya.
"Tolong singkirkan semua yang ada di atas meja ini." ucap Ze yang segera dilakukan oleh Yang ruo dan Jin hu.
Ze mengeluarkan beberapa bahan ramuan di atas mejanya. Beserta sebuah lesung (alat untuk menumbuk bahan makanan ataupun ramuan author gunakan nama itu terserah kalian nyebut apa di daerah masing-masing 😊).
"Apa yang akan kau buat kakak ipar?" tanya Huo nan.
"Racun untuk membuat kau bisu." ucap Ze kesal membuat Huo nan terdiam dengan wajah ketakutan.
"Bukankah dia sudah mengatakan akan membantu mereka mengetes hubungan darah antara Yang ruo dan Lu ruo? Sudah pasti dia akan membuat sesuatu yang berkaitan dengan itu. Untuk apa kau bertanya lagi." ucap Hui tu.
"Aku hanya ingin menanyakan nama dari ramuan pengetes darah itu." ucap Huo nan.
"Cairan darah keturunan." ucap Ze.
__ADS_1
"Oh." ucap Huo nan.
Ze fokus memasukkan dan menumbuk beberapa bahan ke dalam lesung kayu kecil di depannya membuat semua orang diam menyaksikan apa yang dia lakukan tanpa berani bertanya lagi terutama Huo nan. Setelah selesai Ze menyaring hasil tumbukan bahan itu menggunakan kain lalu membagi cairan itu dalam beberapa wadah.