Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Eps. 114


__ADS_3

Ze memeriksa kondisi Sie li dengan serius lalu tersenyum membuat senyum juga terbit dari bibir Luo yin dan Wen yuan yang melihatnya. Mereka dapat menebak bahwa kondisi kandungan Sie li sudah jauh lebih baik saat ini.


"Kandungan mu sudah lebih kuat. Kau hanya perlu lebih merilekskan pikiran agar jangan stres dan mempengaruhi janin dalam kandungan mu ini. Kau juga tidak boleh kelelahan." ucap Ze.


"Terima kasih yang mulia Ratu." ucap Sie li.


"Kau tidak boleh meninggalkan istrimu mengingat dia sangat butuh dirimu. Tidak perlu bekerja dulu selama masa kehamilan istrimu. Aku akan memberikan pelajaran berharga padamu jika terjadi hal buruk pada istri dan calon anakmu." ucap Ze pada Wen yuan.


"Baik Ratu, aku juga tidak ingin hal buruk terjadi. Aku akan melakukan apapun untuk melindungi mereka." Saut Wen yuan.


Setelah itu mereka hanya berbincang santai beberapa saat lalu Ze dan Luo yin segera kembali ke istana karena tidak ingin Jin hu berulah karena Ze lama menghilang terlebih ceri emas telah lebih dulu kembali. Selain itu, Ze juga sangat tidak sabar untuk melihat hasil dari ulahnya pada hubungan orang tuanya itu.


...----------------...


Liu yu dengan tergesa-gesa menyusul Mei yin ke istana.


"Entah apa yang dilakukan oleh putriku itu sehingga ibunya salah paham dan salah paham tentang apa?" gumam Liu ku yang masih belum tahu bahwa Mei yin salah paham tentang hubungannya dengan wanita yang baru dia korek keterangannya mengenai masalah pejabat istana.


"Apakah kalian melihat di mana ibu dari Ratu?" tanya Liu ku pada pelayan yang dia lewati.


"Beliau sebelumnya berlari ke arah kamarnya dan belum keluar dari kamar hingga sekarang grand master Ji." jawab pelayan itu.


Liu ku langsung berjalan dengan langkah cepat menuju kamar Mei yin tanpa mengucapkan apa pun lagi.


"Ayah.....!" panggil Jin hu di tengah langkahnya menuju kamar Mei yin.


"Ayah hendak ke mana terburu-buru?" tanya Jin hu saat Liu ku menoleh ke arahnya.


"Mencari ibu mertuamu." jawab Liu ku.


"Kenapa dengan ibu?" tanya Jin hu.


"Aku ada sedikit urusan dengan ibu mertuamu." jawab Liu ku.


"Oh, aku pikir terjadi sesuatu pada ibu." ucap Jin hu.

__ADS_1


"Aku pergi dulu." ucap Liu ku lalu pergi meninggalkan Jin hu tanpa menunggu tanggapan dari Jin hu.


"Ada urusan sepenting apa yang membuat ayah buru-buru mencari ibu?" gumam Jin hu.


"Terserahlah itu urusan mereka. Tapi, istriku kenapa belum pulang juga ya?" gumamnya.


"Cece dimana istriku? Bukankah kalian tadi pergi bersama?" tanya Jin hu.


"Yang mulia Ratu pergi ke kediaman Wen yuan bersama Nyonya besar Shi. Aku di suruh mengantar ibu dari yang mulia Ratu kembali ke istana karena nyonya Mei yin sedang tidak enak badan." jawab ceri emas.


"Ibu sedang tidak sehat, pantas saja ayah terburu-buru mencarinya." gumam Jin hu.


"Kau ada lihat Hui tu dan ular api?" tanya Jin hu lagi.


"Tidak yang mulia Raja. Tapi, aku sempat merasakan keberadaan ular api di pasar tadi." jawab ceri emas.


"Ya sudah, kau bisa lanjutkan urusanmu." ucap Jin hu lalu pergi meninggalkan ceri emas.


...----------------...


"Dasar laki-laki bre*gsek. Laki-laki hidung belang. Baru semalam dia katakan ingin menikahi aku dan sekarang dia sudah bersama wanita lain." maki Mei yin berulang kali.


"Mengapa aku jadi se-marah ini?" ucapnya lagi sambil menghapus air matanya dengan kasat.


"Apakah itu artinya aku juga memiliki perasaan suka pada Liu ku lebih dari sekedar saudara ipar?" gumamnya lagi.


"Tapi apa gunanya juga aku sadari perasaanku padanya saat ini. Dia telah memiliki wanita lain yang lebih cantik di sisinya. Hiks hiks hiks." Mei yin kembali menangis sambil memeluk bantal.


"Tok tok tok." suara ketukan di pintu kamarnya membuat Mei yin berhenti menangis.


"Tok tok tok." suara ketukan semakin kencang seperti tidak sabaran.


"Siapa yang menggangguku saat sedih seperti ini?" gumam Mei yin kesal.


Dia enggan beranjak dari tempat dia menangis untuk membuka pintu. Mei yin juga tidak ingin penampilan yang kacau di lihat oleh orang lain. Akan sangat memalukan untuknya ketahuan galau di usianya.

__ADS_1


"Tok tok tok, Mei yin buka pintunya." sekarang wajahnya semakin kesal mendengar suara Liu ku.


"Untuk apa dia mencari aku lagi? Apakah ingin mengatakan bahwa dia telah memiliki calon istri sekarang?" gumam Mei yin kesal.


"Mei yin Aku tahu kau ada di dalam. Buka atau aku dobrak pintu kamarmu ini." ancam Liu ku tidak sabar.


"Mendobrak pintu? Apakah dia sudah gila?" ucap Mei yin lalu segera beranjak dari duduknya dan membukakan pintu untuk Liu ku.


"Ada apa denganmu? Mengapa kau menangis? Apakah ada yang melukaimu atau mengganggumu?" tanya Liu ku beruntun sambil memegang pipi Mei yin dan menatap mata sembabnya.


"Tidak ada kau pergi saja sana jangan ganggu aku." ucap ketus Mei yin menepis tangan Liu ku.


"Ada apa denganmu? Apakah aku melakukan kesalahan sehingga kau kesal padaku?" tanya Liu ku dengan wajah khawatir.


"Kau tidak melakukan kesalahan. Pergi saja sana dengan calon istrimu yang cantik itu. Aku sedang tidak ingin diganggu." jawab Mei yin lalu mengusir Liu ku.


"Calon istri apa? Aku hanya ingin kamu saja sebagai calon istriku saat ini? Lalu kemana aku harus pergi sedangkan kamu ada di sini?" tanya Liu ku.


"Dasar pembohong besar. Kau sebelumnya bersama dengan dia dan masih ingin menipuku?" tanya Mei yin kesal.


"Aku tidak... Ah aku tahu sekarang." ucap Liu ku seolah mengingat sesuatu lalu tersenyum.


"Apakah kau sebelumnya melihat aku berbicara dengan nyonya Song?" tanya Liu ku.


"Aku tidak tahu dan tidak perduli kau berbicara dengan siapa. Kau sudah mengakuinya bukan sekarang." ketus Mei yin lalu mendorong tubuh Liu ku agar keluar dari kamarnya.


"Kau sedang salah paham tentang Kami. Aku sedang menjalankan sebuah misi mencari informasi dan dia adalah sumber informasi yang harus kami tanyai beberapa hal." ucap Liu ku sambil memegang tangan Mei yin.


"Kau pasti sedang membuat alasan palsu." tuduh Mei yin.


"Aku tidak bohong, kau dapat menanyakan langsung pada Jin hu yang meminta aku membantunya mencari informasi bersama Hui tu dan ular api." ucap Liu ku.


"Lalu mengapa aku hanya melihat kalian tidak ada Hui tu maupun ular api bersama kalian. Kau pasti berbohong padaku." ucap Mei yin masih tidak percaya.


"Mereka ada tapi sedang mencari informasi dari yang lainnya." jawab Liu ku.

__ADS_1


__ADS_2