Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Tiga puluh satu


__ADS_3

Ze fokus menghafal setiap mantra dan setiap ukiran jimat segel serta sesekali akan menggunakannya untuk mempermudahnya untuk mengingat juga meningkatkan kemampuannya.


"Ternyata dengan berlatih seorang diri saja, kemampuan segel milikku tidak dapat meningkat dengan pesat. Satu-satunya cara adalah menggunakannya langsung pada sesuatu atau seseorang. Tapi, bagaimana caranya aku mendapatkan lawan yang tepat agar aku dapat menggunakan kemampuan segel milikku untuk melawannya?"gumam Ze.


"Bagaimana kalau putri ke dunia sembilan negri ajaib saja untuk mencari lawan?" tanya Zili yang ternyata sudah berada di dalam batu dimensi saat itu.


"Kau benar juga. Di sembilan negri ajaib pasti akan ada banyak lawan tangguh untukku." ucap Ze penuh semangat.


"Ada apa? Kau pasti memiliki sesuatu untuk disampaikan padaku sehingga kau masuk ke dalam batu dimensi ini." tebak Ze.


"Kita telah tiba di hutan tempat gua Si Hui tu berada." jawab Zili.


"Oh, baiklah ayo kita keluar untuk mencari tanaman guang." ucap Ze.


"Sekarang tugasmu untuk membawa kita ke dalam gua Si Hui tu itu." ucap Ze pada Zili.


Zili hanya mengangguk dan segera memejamkan matanya. Seketika sinar keemasan terpancar dari tubuhnya dan saat sinar keemasan itu memudar, sosok Zili kini berubah menjadi wujud aslinya yang merupakan sosok seekor burung Phoenix.


"Naiklah ke punggungku dan berpegangan dengan erat." ucap Zili yang langsung dilaksanakan oleh Ze dan Hui tu.


"Maksudnya pintu masuk lain ke dalam sana ada di atas sehingga kita harus terbang untuk masuk ke dalam gua si Hui tu ini?" tanya Ze.


"Betul putri." jawab Zili dan dia segera membawa Ze dan Hui tu terbang tinggi ke atas menuju puncak dari bukit gua si Hui tu.


Di atas puncak bukit gua Si Hui tu terlihat sebuah batang pohon yang sangat besar dan juga tinggi menjulang. Sangking tingginya ujung dari pohon itu menembus awan sehingga pucuknya atau ujungnya tidak dapat terlihat dari bawah sana.


"Wah batang pohon itu sangat besar dan tinggi." ucap Ze.


Zili membawa mereka terbang semakin tinggi menuju ke arah ujung atas dari batang pohon besar itu. Ze terperangah melihat ujung dari batang pohon itu bukanlah pucuk pohon yang berupa daun melainkan sebuah lubang besar.


Ternyata batang pohon itu adalah jalan masuk menuju gua Si Hui tu. Zili membawa mereka memasuki lubang pada batang pohon itu.


"Bisakah kau turun dengan perlahan?" tanya Ze pada Zili.

__ADS_1


"Ada apa putri?" tanya Zili.


"Aku ingin membaca tulisan pada dinding terowongan pohon ini." jawab Ze.


"Tulisan?" beo Zili tidak paham.


"Ya, ada tulisan serta gambar yang tertulis di dinding." ucap Ze.


Ze menurut dengan bergerak perlahan. Ze menyalakan sebuah pelita yang dia keluarkan dari cincin penyimpanannya.


"Tolong bantu pegang pelita ini karena aku ingin menyalin sesuatu yang tertulis di dinding ini." ucap Ze pada Hui tu saat melihat sesuatu yang dia pikir akan berguna untuk dirinya kelak.


"Apa yang ingin kau tulis?" tanya Hui tu yang sudah memegang pelita.


"Sesuatu yang kemungkinan besar akan aku butuhkan kelak." jawab Ze.


Ze terus menulis selama beberapa saat dan setelah itu dia menatap Hui tu.


"Itu mungkin akan berguna untuk dirimu." ucap Ze menunjuk pada sebuah ukiran.


"Apakah kau tidak menginginkan wujud aslimu?" tanya Ze.


"Tentu aku ingin tapi, umurku setidaknya sudah beberapa ratus tahun saat ini. Aku..... "


"Kau takut akan muncul dengan wujud keriput." tebak Ze.


"Setahu aku, kau akan berubah menjadi wujud muda saat kau kembali pada wujud aslimu." ucap Zili.


"Bukankah kau tidak sadar akan keberadaan ukiran ini? Mengapa kau tahu tentang apa yang tertulis di sana?" tanya Ze.


"Tentang ilmu itu, aku pernah membaca buku mengenai itu dan juga itu sudah ada dalam ingatanku dari awal karena itu termasuk dalam hal yang kami para ras Phoenix tahu sejak lahir. Banyak hal yang kami pahami tanpa harus kami pelajari sejak lahir bukankah aku pernah memberi tahu putri tentang ini sebelumnya." jawab Zili.


"Berhenti.....!" ucap Ze tiba-tiba membuat Zili menghentikan gerakannya.

__ADS_1


"Ada apa putri?" tanya Zili penasaran.


"Ini adalah jurus penghancur segel yang sangat kuat dan paling kuat." ucap Ze sambil menyentuh ukiran tentang ilmu yang dia sebutkan tadi.


"Apakah ini artinya jurus ini lebih bagus dan lebih tepat untuk aku gunakan pada segel yang ada pada tubuh Jin hu dari pada ilmu segel pada buku yang kau berikan itu?" tanya Ze.


"Jika itu yang tertulis, maka itu artinya benar bahwa jurus yang tertulis di sana adalah jurus segel terkuat." jawab Zili.


"Jurus ini hanya dapat digunakan oleh seorang kultivator yang memiliki tingkat kultivasi yang tinggi setidaknya dia harus pada tingkat mulia level 3." Ze membaca tulisan itu dengan serius.


"Itu artinya aku harus menembus dua level lagi baru bisa menggunakan jurus ini." gumam Ze.


"Jangan gegabah, kau baru saja menembus beberapa level bahkan beberapa tingkat dalam waktu singkat. Kau harus menyesuaikan kekuatan yang baru kau miliki dulu baru bisa kembali meningkatkan kekuatan milikmu atau kekuatan itu sendiri yang akan melukaimu." ucap Hui tu.


"Apakah ada cara agar aku dapat mempercepat penyesuaian tubuhku dengan kekuatan baru milikku?" tanya Ze.


"Sebenarnya bertapa adalah cara tepat tapi lambat. Putri harus terus bertarung dengan lawan yang kuat jika ingin lebih cepat menyesuaikan diri dengan kekuatan baru putri." ucap Zili.


"Dimana tempat paling sesuai?" tanya Ze.


"Untuk mencari lawan bertarung?" tanya Zili.


"Tentunya." jawab Ze.


"Aku sarankan di negri Hitam. Aku pikir dengan kekuatan milik putri saat ini, jika hanya melawan mahluk dari dunia bawah ini saja tentunya tidak akan menguras tenaga putri terlalu banyak dan tidak akan mempercepat proses penyesuaian kekuatan putri." jelas Zili.


"Baiklah, kita kumpulkan dulu apa yang dibutuhkan lalu kita menuju negri hitam." putus Ze.


"Bukankah jika bahan sudah terkumpul maka kita sudah dapat membuka segel pada tubuh Jin hu? Untuk apa lagi jurus itu?" tanya Hui tu.


"Sebenarnya jimat pembuka segel yang akan aku buat tidak akan menghancurkan segel itu. Jimat itu hanya untuk menekan segel pada tubuh Jin hu agar tidak melukai tubuhnya walaupun Jin hu menembus pencapaian yang lebih besar." jelas Ze.


"Kekuatan besar pada tubuh Jin hu tetap akan tersegel dan aku harus rutin menggantikan jimat untuk menekan segel itu agar Jin hu baik-baik saja. Berbeda dengan jurus ini yang akan betul-betul menghancurkan segel itu." ucap Ze.

__ADS_1


Selamat membaca 😊


__ADS_2