
Ze segera menaiki punggung kuda naga terbang dan dengan segera hewan roh itu terbang ke atas menembus awan. Mereka sengaja berlindung di balik awan untuk menghindari ada yang melihat mereka melintas di atas sana.
"Terbang ke arah sana." ucap Ze seraya menunjuk arah yang dia maksud.
Kuda naga terbang segera terbang ke arah yang Ze tunjukkan. Karena kuda naga terbang terbang dengan kecepatan penuhnya, mereka tiba dengan cepat di tujuan mereka, yaitu tepat di batas luar hutan kutukan.
Ze memasukkan kuda naga terbang ke dalam batu dimensi sebelum memasuki hutan kutukan.
"Saatnya aku memasuki hutan kutukan ini." gumam Ze.
Ze segera memasuki kawasan hutan kutukan dan seketika keadaan suram dan tekanan energi jahat menyapanya membuat Ze sedikit merasa sesak.
"Sangat besar aura kebencian yang membuat sesak di dalam hutan kutukan ini. Juga ada tekanan energi yang sangat kuat menyerang kekuatan rohku. Kalaupun tidak menjadi pohon penghuni hutan kutukan ini, jika itu seorang dengan kultivasi yang rendah, mereka akan ma*i karena tekanan energi ini." gumam Ze.
Ze sengaja tidak menggunakan tenaga dalamnya untuk menghalau tekanan energi yang menyerang dirinya agar dapat memperkuat pertahanan dirinya juga menguatkan fisiknya.
Di dalam hutan kutukan itu pemandangan yang terlihat sangat suram dan menyeramkan. Pepohonan yang tumbuh berwarna hitam pekat. Karena sangat minim cahaya matahari yang dapat menembus hutan kutukan itu, hutan itu jadi semakin terlihat menyeramkan.
Tiba-tiba permata cincin pemberian Phoenix api alias poci yang berada pada jari Ze menyala membuat Ze dapat melihat dengan lebih baik di dalam hutan kutukan itu.
"Huft, beruntung cincin pemberian poci ini memancarkan cahaya. Sebelumnya aku bingung bagaimana cara untuk bergerak di malam hari. Karena, siang hari saja di dalam hutan ini sudah cukup gelap." ucap Ze setelah menghela napas lega.
...****************...
Di Istana atas awan
Sementara Ze berjuang untuk meningkatkan tingkat kultivasi dirinya di dalam hutan kutukan, Ayah, ibu, kakek juga neneknya khawatir memikirkan dirinya.
"Mengapa Ze juga Jin hu belum juga kembali sedangkan Liu yu dan Wen yuan sudah kembali beberapa hari lalu?" tanya Mei yin khawatir.
__ADS_1
"Tenanglah, putrimu akan baik-baik saja. Dia pasti sedang mengurus sesuatu yang penting hingga tidak dapat kembali lebih awal. Percaya saja pada kemampuan mereka. Mereka pasti akan kembali dengan selamat saat urusan mereka selesai." ucap tuan Besar Shi untuk menenangkan putrinya.
Orang tua itu berusaha untuk terlihat tenang walaupun sesungguhnya dia juga sangat khawatir pada keadaan cucunya. Dia tidak ingin membuat istri juga putrinya semakin tidak tenang jika melihat dirinya gusar.
"Jika mereka harus melakukan hal penting, mengapa mereka mengirim Liu yu juga Wen yuan kembali?" tanya Mei yin.
"Mungkin mereka memikirkan tentang perasaan pengantin baru yang harus berpisah lama. Atau mungkin juga karena kemampuan mereka (Liu yu dan Wen yuan) yang masih kurang untuk dapat mengikuti mereka untuk urusan mereka kali ini." jawab Jeong nam atau tuan besar Shi.
"Lebih baik kau tenangkan pikiran mu dan do'a kan saja agar putrimu baik-baik saja." saran Jeong nam.
Setiap hari mereka semua tidak terkecuali Ji liu ku sangat khawatir mengenai Ze dan Jin hu yang tidak ada kabar. Tapi, berbeda dengan para wanita, Jeong nam dan Liu ku lebih terlihat tenang dan berusaha untuk menenangkan dua wanita itu.
Mereka ingin menyusul Ze dan Jin hu namun, mereka sadar bahwa jika terjadi sesuatu pada mereka saat keluar dari istana atas awan, mereka justru akan menjadi beban dan mungkin akan menjadi penyebab Ze juga Jin hu celaka.
"Kita hanya perlu bersabar dan berusaha untuk membantu menyelesaikan urusan di sini. Agar saat mereka kembali, mereka dapat tenang. Aku hanya berusaha untuk meningkatkan kemampuan bertarung juga tingkat kultivasi milikku agar dapat lebih kuat dan dapat membantu mereka di luar sana." ucap Liu ku.
"Yang kita semua hadapi saat ini adalah mahluk dari dunia atas yang sudah tentu kemampuan mereka jauh melebihi kemampuan mahluk dunia bawah. Bahkan yang terlemah dari mereka sudah lebih kuat dari ras kita yang terkuat." ucap Jeong nam.
"Ya sudah, kita lakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan saja demi mengurangi beban Ze dan Jin hu." saran Luo yin yang sudah lebih tenang yang jawab anggukan oleh yang lain.
...****************...
Setelah anggotanya melaporkan bahwa Ze memasuki hutan Fujian, wakil ketua Song segera melapor pada siluman ular yang selama ini membantu mereka dari belakang.
"Apa yang gadis itu rencanakan?" gumam siluman ular setelah mendengarkan laporan dari ketua Song.
"Tidak penting apa rencana gadis itu. Yang terpenting adalah membuat dia keluar dengan suka rela dari hutan Fujian." gumamnya lagi.
Siluman ular itu tidak khawatir dengan rencana Ze karena menganggap dirinya sangat mampu untuk memiliki Ze. Dia hanya perlu membuat Ze keluar dari hutan Fujian dengan sendirinya karena dia juga tidak mampu untuk memasuki hutan Fujian tanpa bersama dengan orang yang menjadi kunci hutan Fujian.
__ADS_1
Karena saat ini hanya Ze satu-satunya kunci hutan Fujian, dia hanya bisa mencari cara untuk dapat memaksa Ze keluar dengan sendirinya dari hutan Fujian.
"Cari keluarga dari gadis itu dan bawa mereka padaku." perintah siluman ular pada wakil ketua song.
"Seluruh anggota sudah mencari seluruh keluarga gadis itu dari awal. Tapi....... "
"Ada apa?" tanya siluman ular memotong ucapan wakil ketua song.
"Kami tidak bisa menemukan mereka." jawab wakil ketua song.
"Kalau seperti itu, kita gunakan cara yang mudah saja." ucap ular siluman itu.
"Apa itu?" tanya wakil ketua song.
"Bukankah guru dari gadis itu juga berharga bagi gadis itu?" tanya ular siluman.
"Ya, gadis itu tampak sangat menyayangi dua orang tua itu." jawab wakil ketua Song.
"Bukankah mereka masih berada di kediaman itu?" tanya ular siluman itu.
"Iya." jawab wakil ketua Song.
"Maka kita gunakan mereka saja. Bawa mereka berdua ke hadapanku sekarang juga. Kita akan menggunakan mereka sebagai umpan agar gadis itu keluar dari hutan Fujian dengan sendirinya." perintah ular siluman itu.
"Baik, akan segera aku laksanakan." saut wakil ketua Song.
Wakil ketua Song segera keluar dari gua tempat siluman ular itu. Dia segera menuju kediaman milik Liu ku untuk menjalankan tugasnya.
Selamat membaca ☺
__ADS_1