
Kaisar Lian terdiam sesaat seolah mencerna sesuatu yang baru saja Liu ku ucapkan.
"Apa maksud grand master Ji dengan mengatakan anda adalah bagian dari para orang tua Ze?" tanya kaisar Lian.
"Karena aku adalah ayah kandung dari Ze." jawab Liu ku membuat banyak orang terbelalak.
Kasak kusuk kembali terdengar di mana-mana. Membuat tempat itu kembali riuh. Kaisar Lian terdiam tidak tahu harus bereaksi bagaimana.
"Pantas saja gadis itu memiliki kemampuan yang luar biasa. Ternyata ayahnya adalah seorang yang sangat hebat." batin kaisar Lian.
"Ternyata wanita pilihan yang mulia tuan Jin hu adalah keturunan orang yang sangat hebat. Pantas untuk menjadi istri seorang pemimpin." ucap seorang Raja.
"Tambah mustahil bagi kita untuk mendapatkan hati yang mulia tuan Jin hu." bisik seorang gadis pada para temannya yang dijawab anggukan kepala oleh mereka.
"Ada banyak bisik-bisik, gumaman serta komentar dari para tamu hingga kaisar Lian kembali bersuara.
"Bagaimana bisa Ze adalah putri dari grand master Ji sedangkan ibunya adalah istri dari tuan An kala itu?" tanya Kaisar Lian.
"Benar juga, bukankah dia adalah gadis keluarga An yang sangat terkenal tidak berguna itu?" tanya seorang gadis.
"Jleb.... Akh...." sebuah pedang menancap di perut gadis itu membuat banyak tamu terbelalak.
"Sie an...." teriak seorang wanita histeris.
"Mengapa kau membunuh putriku?" tanya seorang pria yang bernama Raja Quo dengan emosi.
"Berani menghina putriku di depanku dan berharap akan baik-baik saja? Jangan pernah bermimpi." ucap Ji liu ku santai.
__ADS_1
Mei yin dan Luo yin masih terbelalak melihat kejadian itu. Walaupun awalnya mereka kesal pada gadis itu, mereka kini kasihan melihat keluarga gadis itu yang bersedih.
"Dia adalah putriku dengan mendiang istriku yang harus aku serahkan untuk dirawat oleh bibinya karena suatu alasan. Jadi, aku tidak akan terima jika ada yang mengatakan putriku anak haram atau hasil hubungan gelap." ucap Liu ku tegas.
Rombongan Raja Quo hanya dapat membawa pergi jasad putri mereka tanpa bisa mengatakan apapun lagi karena mereka sadar bahwa itu hanya percuma. Mereka hanya dapat pergi dengan rasa dendam di hati mereka.
"Mengapa kau melakukan tindakan seperti itu? Kau cukup menghukum dia saja. Mengapa harus menimbulkan dendam dengan orang lain yang tidak memiliki masalah dengan kita?" tanya Mei yin menegur Liu ku.
"Benar, kau seharusnya menjelaskan baik-baik saja tidak perlu berbuat sejauh itu." Saut Luo yin.
"Mereka semua harus melihat pelajaran yang tepat agar tidak merendahkan putriku kedepannya. Lagi pula gadis tadi tidak akan terima penjelasan apapun walaupun aku menjelaskan dengan baik bahwa putriku bukan gadis rendahan yang pantas dia rendahkan. Karena tujuannya mengucapkan rumor lama tentang Ze adalah untuk membuat Ze terlihat buruk di sini." jelas Liu ku.
"Liu ku memang benar istriku. Mereka harus tahu bahwa cucu kita bukan orang yang pantas dihina dan mereka harus sadar bahwa cucu kita sangat berharga bagi kita semua." sahut Jeong nam.
"Aku baru akan bertindak dan ayah sudah mengambil langkah lebih awal. Seharusnya yang bertugas menjaga dan melindungi Ze serta menjaga nama baiknya adalah aku." ucap Jin hu.
Bahkan kaisar Lian dan permaisurinya sudah kembali duduk tenang di tempatnya. Bagi kerajaan di sekitar kerajaan Doucheng dan negeri atas awan, Ji liu ku dan Jin hu dikenal sangat hebat dan tidak ada yang berani mengusiknya. Mereka belum tahu saja kalau putri yang dia jaga kini jauh lebih berbahaya dari dua orang yang mereka takuti itu.
"Karena masalah pengumuman pernikahan aku dengan isteriku telah selesai, aku akan mengumumkan yang berikutnya. Aku menyatakan bahwa kerajaan negeri atas awan telah resmi menjadi kerajaan utuh dengan Raja dan Ratu sebagai pemimpinnya. Maka aku Raja Jin dan Ratuku sudah resmi menjadi pemimpin mutlak dari istana ini dengan panggilan Raja dan Ratu. Yang masih memanggil Nyonya pada ratuku maka nyawanya adalah bayaran yang harus dia bayar." ucap Jin hu.
"Hidup Raja dan Ratu...." seru seorang prajurit.
"Hidup." seru prajurit lainnya penuh semangat.
Acara hari itu berjalan dengan lancar setelah itu. Para tamu pulang dengan perasaan bahagia karena Ze memberikan hadiah yang sangat berharga bagi mereka yaitu masing-masing sebotol penuh air suci. Mereka pulang dengan penuh tanda tanya walaupun sangat bahagia.
Dari mana air suci dengan kualitas sebaik itu dengan jumlah sebanyak itu? Itulah yang ada di benak mereka semua. Padahal itu hanya air suci di batu dimensi alkemis yang dianggap Silla hanya air suci tingkat rendah. Ular api dan ceri emas tiba-tiba saja mendapatkan tugas dari Ze untuk mengisi banyak botol dengan air suci untuk diberikan pada para tamu agar mereka dapat melupakan kejadian tidak mengenakkan selama acara berlangsung.
__ADS_1
"Kau lelah sayang?" tanya Jin hu.
"Lumayan." jawab Ze.
Mereka kini telah berada di dalam kediaman mereka. Jin hu mengusap kepala Ze sambil tersenyum.
"Istirahatlah lebih awal." ucap Jin hu.
"Kau mau kemana?" tanya Ze melihat Jin hu yang tidak ikut berbaring di sebelahnya dan memilih duduk di pinggir ranjang sambil mengelus kepalanya.
"Aku harus mengurus beberapa masalah karena beberapa hari lagi kita harus berangkat menuju kerajaan Kai. Istana butuh pengaturan sebelum kita tinggalkan terutama karena Tetua Fu telah tiada. Aku harus mengatur kembali tugas-tugas mereka sebelum aku tinggal agar tidak kacau nantinya." jawab Jin hu.
"kalau seperti itu pergilah dan ingat jangan terlalu larut karena kau juga butuh istirahat." ucap Ze.
Jin hu mengecup kening Ze lalu pergi setelah melihat sang istri telah menutup matanya. Dia menutup pelan pintu kamar mereka lalu pergi ke ruang kerjanya.
"Apakah Ze telah tidur?" tanya Mei yin saat berpapasan dengan Jin hu.
"Sudah ibu." jawab Jin hu.
"Ada apa Bu?" tanya Jin hu melihat wajah bingung Mei yin.
"Apakah ada masalah?" tanya Jin hu lagi.
"Tidak ada masalah. Ibu hanya ingin berbincang sebentar dengan Ze tapi dia sudah tidur. Sebaiknya besok saja aku kembali mencarinya karena tiba-tiba aku juga mengantuk." ucap Mei yin lalu pergi dari tempat itu.
"Apakah ibu sedang ada masalah? Wajahnya terlihat seperti seorang yang sedang bimbang." gumam Jin hu.
__ADS_1
"Mungkin hanya masalah wanita jadi ibu enggan bicara padaku dan mencari Puterinya yang seorang wanita." ucapnya lagi lalu kembali melanjutkan langkahnya.