Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Dua puluh tujuh


__ADS_3

Mereka terus saja berlari dengan kecepatan penuh ke arah yang sedikit berbeda dari jalur menuju ke arah negeri Douchan lalu setelah cukup jauh mereka mengambil arah lain untuk kembali ke jalur yang sesuai.


"Huft, aku pikir ini sudah cukup untuk kita berlari. Jika sudah tidak ada lagi sesuatu dari kita yang akan dapat menjadi alat untuk melacak keberadaan kita, maka kita akan aman dari orang itu untuk sementara waktu." ucap Ze.


"Ya, semoga saja." ucap Hui tu.


"Mengapa menatap aku seperti itu?" tanya Ze saat melihat Hui tu menatap penuh selidik ke arahnya.


"Kau sangat berbeda dari semua gadis kebanyakan. Aku jadi ragu kalau kau itu adalah gadis asli." ucap Hui tu dengan senyuman khas untuk mengejek Ze.


"Hei orang tua, apa yang membuat dirimu ragu tentang jati diriku sebagai seorang wanita?" tanya Ze.


"Dari zaman aku masih hidup sebagai seorang anak kecil, menjadi kaisar dan akhirnya hidup kembali menjadi sosok yang berbeda, setiap seorang gadis kecil atau seorang wanita dewasa akan selalu mengatakan " aku rasa" saat mengutarakan pendapat. Bukan sepertimu, kau akan selalu mengatakan "aku pikir" setiap kali kau mengutarakan pendapat."ucap Hui tu.


"Itu karena aku lebih mengutamakan logika ketimbang perasaan dalam menentukan sesuatu. Setiap gadis dan wanita kebanyakan bertindak menggunakan perasaannya saja dan kebanyakan dari mereka akan berakhir pada kekecewaan dan kehancuran. Jika kita bertindak sesuai logika dan situasi yang ada, maka hasil yang kita dapat tentu adalah hasil yang memuaskan menurutku."jelas Ze.


"Sudahlah, sebaiknya kita bergegas menuju ke gua Si Hui tu." ucap Hui tu.


"Tapi, bukankah gua Si Hui tu hanya akan terbuka dalam waktu tertentu? Lalu, bagaimana cara untuk masuk ke dalam gua sedang saat ini bukanlah saatnya gua Si Hui tu terbuka?" tanya Ze.


"Bodoh, bukankah di sini ada Zili? Hewan roh Suci memiliki jalan tersendiri untuk dapat masuk ke dalam gua Si Hui tu untuk menyimpan telurnya sama seperti saat dia dalam bentuk telur saat orang tuanya menyimpannya di dalam gua Si Hui tu." ucap Hui tu.


"Itu memang benar, kami memiliki jalan khusus untuk dapat masuk ke dalam gua itu." ucap Zili.


"Sebaiknya kita bergegas jangan berdiam diri terlalu lama di suatu tempat." ucap Hui tu.


"Ya, kita tidak bisa memastikan bahwa orang itu tidak akan menemukan keberadaan kita. Jadi, kita harus bergerak dengan cepat untuk menghindari terlacak oleh orang itu." ucap Ze.


Mereka bertiga kembali bergerak namun kali ini mereka tidak berlari lagi. Mereka hanya berjalan dengan santai.


"Sebaiknya kita mencari kereta atau kuda, sangat tidak nyaman untuk perjalanan jauh jika kita hanya berjalan kaki." ucap Ze.

__ADS_1


"Ya, kau benar. Di depan sana ada sebuah desa yang cukup ramai. Kita mungkin dapat menyewa atau membeli sebuah kereta di sana." ucap Hui tu.


Mereka bergegas menuju ke arah Desa yang Hui tu maksud. Setibanya di sana mereka mendapati keanehan dari desa tersebut.


"Mengapa desa ini sangat sepi? Seolah-olah tiada penghuninya." tanya Zili.


"Ya,seolah desa ini sudah ditinggalkan. Tapi, tampaknya keadaan ini baru saja terjadi." ucap Ze.


"Maksudnya?" tanya Hui tu.


"Tidakkah kalian lihat bahkan teh dan makanan di atas meja itu masih berasap? Itu artinya masih belum lama meja itu ditinggalkan oleh pemilik makanan dan minuman itu." jawab Ze.


"Apakah orang-orang ini menghindari sesuatu?" tanya Ze.


"Mungkin, tapi apa yang mereka hindari?" tanya Hui tu lagi.


"Mungkinkah itu adalah kita?" tebak Zili.


"Sebaiknya kita mencari tahu apa yang terjadi dengan tempat ini." ucap Ze.


"Kita masih memiliki hal lain yang harus kita tangani. Mengapa kita harus menyibukkan diri atas hal yang kita tidak tahu pasti apa masalahnya." ucap Hui tu.


"Kita tidak mungkin membiarkan sesuatu yang aneh terjadi pada orang-orang di desa ini bukan? Jika desa ini seharusnya adalah desa yang ramai seperti katamu sebelumnya maka jika kita menutup mata akan kemalangan mereka, setidaknya akan ada ratusan orang yang telah kita abaikan keselamatannya." ucap Ze.


"Bagaimana dengan keselamatan suamimu sendiri yang juga sangat penting bagi dirimu untuk segera menyelamatkannya?" tanya Hui tu.


"Tentu keselamatan suamiku yang paling penting buatku. Tapi, rasa kemanusiaan yang ada di sini (menunjuk dadanya) menolak aku untuk mengabaikan kejanggalan dari desa ini." ucap Ze.


"Lagi pula untuk dapat menyelamatkan Jin hu aku harus meningkatkan kemampuan ilmu segel milikku. Cara satu-satunya untuk meningkatkan kemampuan ilmu segel adalah dengan melatihnya secara langsung." tambah Ze.


"Jadi maksudnya adalah kau ingin meningkatkan kemampuan ilmu segel milikmu dengan membantu mereka?" tanya Hui tu.

__ADS_1


"Ya, aku hanya akan menggunakan ilmu segel selama beraksi untuk sekarang agar dapat meningkatkan kemampuanku dengan cepat." ucap Ze.


"Baiklah jika itu alasannya." ucap Hui tu.


"Aku juga sedikit merasa janggal dengan rombongan kita." ucap Zili.


"Apa yang janggal?" tanya Hui tu.


"Seperti ada yang kurang dari kita." jawab Zili.


"Hm, aku juga merasakan hal yang sama sejak tadi." saut Hui tu.


"Dimana Wen yuan dan Liu yu?Apakah mereka tertinggal di istana Beicheng?" tanya Hui tu membuat Zili menatap ke arah Ze.


"Perjalanan ini terlalu berbahaya untuk mereka dengan kemampuan mereka yang sekarang ini. Aku terpaksa menitipkan mereka pada Huo nan dan meminta dia untuk mengembalikan mereka ke istana atas awan saat mereka siuman." ucap Ze.


"Saat mereka siuman? Maksudnya kau membuat mereka tidak sadarkan diri?" tanya Hui tu.


"Ya, aku terpaksa harus membuat mereka tidak sadarkan diri karena mereka pasti akan menolak untuk kembali dan akan memaksa untuk ikut jika mereka sadar." ucap Ze.


"Tapi, bukankah kita belum tahu mengenai keadaan Jin hu dan orang yang mengincar Jin hu sebelum keluar dari istana Beicheng?" tanya Hui tu.


"Apakah kau lupa bahwa hal yang berurusan dengan dirimu yang asli dan juga tubuh yang kau dapatkan itu juga berurusan dengan hal yang sangat berbahaya?" tanya Ze balik.


"Hm, kau benar." ucap Hui tu.


"Kemampuan mereka memang belum cukup untuk menghadapi masalah yang akan muncul di depan kita." ucap Zili.


"Bagaimana jika aku membawa mereka ke dunia atas setelah ini." saran Zili.


"kalau itu Liu yu, itu aman saja. Tapi jika itu Wen yuan, maka kita harus menanyakan pendapat dari istrinya terlebih dahulu." ucap Ze.

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa vote, like dan komen. ✌


__ADS_2