Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Empat puluh enam


__ADS_3

Mereka tiba di kediaman Ji liu ku tidak lama setelah itu. Ze segera menemui gurunya sedangkan Hui tu pergi mencari Ming hui palsu untuk menyelesaikan tugasnya.


"Hai, bukankah kau adalah teman dari putri Ze?" sapa ramah Ming hui palsu saat melihat Hui tu memasuki halaman tempat dia tinggal di kediaman Ji liu ku.


"Ya." jawab Hui tu.


"Apakah ada yang putri butuhkan sehingga memintamu menemui ku?" tanya Ming hui palsu.


"Ada yang harus aku lakukan padamu. Ming eh aku hampir salah menyebutkan namamu. Ze meminta aku untuk menemui dan mengurus dirimu." jawab Hui tu.


Mendengar itu Ming hui palsu tersenyum karena belum tahu penyamarannya telah terbongkar. Setelah Hui tu melanjutkan ucapannya, senyum di bibir Ming hui palsu itu memudar dan wajahnya pucat pasi seketika.


"Song yu jiu." ucap Hui tu dan pemuda keluarga Song itu membelalakkan matanya sangking terkejut mendengar nama aslinya disebut oleh Hui tu.


"Si siapa ya yang kau panggil de dengan nama i tu?" tanya gugup Song yu jiu.


"Seharusnya aku memanggilmu dengan nama Song yu jiu bukan?" tanya balik Hui tu.


"Apakah ini sebuah lelucon?" tanya Song yu jiu.


"Apakah aku sedang melawak?" tanya balik lagi Hui tu.


Song yu jiu hendak kabur karena sadar perbedaan kekuatan antara mereka sangat jauh.


"Duak..... "


"Akh....."


"Bruk....uhuk uhuk uhuk.... " Hui tu menendang punggung Song yu jiu hingga terhempas cukup jauh.


"Ingin kabur dan melapor hm?" tanya Hui tu dengan nada sinis.


"Am pun tuan." pinta Song yu jiu.

__ADS_1


"Telah membantai habis satu keluarga hanya demi keserakahan dan masih berniat membantai satu keluarga lain apakah masih pantas diampuni?" tanya Hui tu sembari menginjak tubuh Song yu jiu.


"Akh am pun tu an. A ku hanya o rang suruhan. Ha nya mela ku kan tugas dari mereka." ucap Song yu jiu terbata sembari menahan sakit.


"Maka aku juga hanya melakukan tugas dari orang lain untuk menghabisi dirimu." ucap Hui tu.


"Ti tidak tuan, ja jangan lakukan itu. Akan aku berikan batu dimensi milikku padamu." bujuk Song yu jiu.


"Bahkan batu dimensi itu bukan milikmu. Kau mengambilnya dari orang lain setelah sebelumnya kau bantai dia dan keluarganya. Jadi, tidak ada salahnya aku menghabisi dirimu setelah itu mengambil batu dimensi itu." ucap Hui tu.


"Aku... aku akan mengabdi padamu tuan." Song yu jiu masih berusaha membujuk Hui tu.


"Tidak ada gunanya memiliki budak serakah." ucap Hui tu.


"Duak..... "


"Buk.... "


"Akh..... " Hui tu menendang tubuh Song yu jiu hingga terhempas cukup jauh membuatnya memekik kesakitan.


"Akh..... " Kumpulan energi pas mengenai dada song yu jiu hingga dia menghembuskan napas terakhirnya.


Kembali ke Ze


Ze segera menemui gurunya dan meminta beberapa murid senior di perguruan itu untuk mengumpulkan semua orang yang tinggal di kediaman ayahnya agar berkumpul di halaman.


"Guru, sekarang aku minta kalian ikut aku ke halaman depan. Yang lain juga tanpa terkecuali." ucap Ze saat memasuki ruangan tempat gurunya.


Mereka mengikuti Ze dengan wajah bingung karena Ze tidak menjelaskan alasan hanya meminta mereka mengikutinya.


"Apa yang membuatmu tergesa-gesa? Apakah ada hal buruk yang sedang atau akan terjadi?" tanya Tang hui bi.


"Kalau harus diceritakan lengkap akan panjang intinya saat ini ada orang kuat yang mengincar aku. Aku akan pergi ke suatu tempat dan sebelum itu aku akan memasang segel pelindung di setiap sudut kediaman ini. Untuk semua murid di perguruan ini yang ingin pergi sebaiknya biarkan mereka pergi karena setelah ini akan sulit untuk pergi dari tempat ini hingga aku selesai menangani orang itu."jelas Ze sambil berjalan ke arah halaman.

__ADS_1


"Bukankah hanya kau yang diinginkan oleh orang itu? Mengapa kediaman ini juga harus waspada?" celetuk seorang gadis di belakang mereka.


"Kediaman ini berhubungan dengan aku. Aku khawatir mereka akan menggunakan tempat ini untuk membuat aku lemah dan menyerahkan diri pada mereka." jawab Ze.


"Kalau segel pelindung itu sangat kuat hingga dapat melindungi perguruan ini dari orang itu, mengapa kau harus pergi dari sini?" tanyanya lagi.


"Kalau hanya diam di tempat ini aku hanya akan terus berlindung dan bersembunyi. Sampai kapan segel pelindung akan melindungi aku. Pasti akan ada celah suatu saat nanti bisa juga bahannya akan habis saat segel harus diperbarui." jawab Ze.


"Di luar sana aku dapat meningkatkan kemampuan bertarung milikku untuk dapat menghancurkan mereka." tambahnya.


Selesai Ze menjelaskan mereka sudah sampai di halaman dan di sana sudah banyak berkumpul para murid perguruan.


"Kalau kau keberatan dengan aturan yang aku buat, silahkan keluar dari kediaman ini karena aku adalah satu-satunya pewaris tempat ini." ucap Ze lalu melangkah ke arah sudut pagar bangunan itu.


"Silahkan guru sampaikan apa yang aku ucapkan sebelumnya pada mereka karena aku harus bergegas untuk membuat segel pelindung." ucap Ze.


"Yang tadi mendengarkan penjelasan dariku, jika masih ingin bertahan tolong bantu aku membuat lubang di sekeliling kediaman. setiap lubang berjarak 3 langkah dari lubang yang lain dan ukuran lubang cukup untuk ukuran kepalan tangan kalian." jelas Ze dan dengan segera beberapa orang melakukan tugas dari Ze.


Ze segera menuliskan huruf jimat pada puluhan lembar kertas berwarna putih. Ze sangat serius dan fokus pada tugasnya. Master Tang menyampaikan apa yang Ze katakan sebelumnya pada semua murid dan setelah itu hanya ada beberapa orang yang memutuskan untuk pulang.


"Bantu aku mengisi setiap lubang yang telah digali dengan kertas jimat ini." ucap Ze saat Hui tu tiba di dekatnya.


Hui tu yang langsung disuruh sebelum mengatakan apapun hanya mengikuti apa yang Ze katakan.


Setelah menyampaikan pesan Ze, master Tang segera bergabung membantu muridnya membuat lubang. Melihat itu murid yang lain menggantikan posisi master Tang menggali lubang. Beberapa orang juga membantu Hui tu menanam jimat.


"Semua sudah selesai Guru." lapor seorang murid pada master Tang setelah cukup lama menggali lubang dan menanam jimat di lubang itu.


"Segel pelindung aktif. " ucap Ze setelah merapalkan beberapa mantra.


Seketika itu pula cahaya keluar dari setiap lubang tempat jimat segel ditanam. Cahaya itu menyatu membentuk setengah lingkaran seperti tudung menutupi kediaman itu. Setelah beberapa saat cahaya itu memudar dan Ze tersenyum karena sudah berhasil membuat segel pelindung di sekitar kediaman itu.


Terima kasih atas semua dukungan kalian untuk novel kesayangan kita ini.

__ADS_1


Selamat membaca😊


__ADS_2