
Benar kakak ke 2." jawab Huo nan.
"Apakah artinya salah satu dari kerajaan itu akan menjadi bagian dari kerajaan yang lainnya dan hanya akan ada satu raja yang berkuasa?" tanya Hui tu.
"Ya, dan karena kerajaan Xin jauh lebih besar dari kerajaan ini, mereka ingin kerajaan Beicheng hanya akan menjadi bagian dari kerajaan Xin. Masalah lainnya adalah, karena putra dari selir Wu tidak memiliki jalan untuk merebut tahta, dia membawa banyak dukungan untuk setuju dengan kerajaan Xin." jawab Huo nan.
Ze duduk sambil berpikir sejenak. Dia menatap Huo nan lalu tersenyum.
"Jika mereka berani memberikan tawaran yang memberatkan dirimu, mengapa kita tidak memberikan perintah mutlak pada mereka saja sebagai balasannya?" saran Ze.
"Perintah mutlak? Maksud kakak ipar apa, aku sama sekali tidak mengerti." tanya Huo nan.
"Tolak tawaran mereka dan sebagian hukuman karena telah meremehkan kerajaan Beicheng ini, kita meminta sebagian wilayah perbatasan yang merupakan milik kerajaan Xin menjadi wilayah kekuasaan kerajaan Beicheng jika tidak maka perang adalah jalan satu-satunya. Selain membalas perbuatan mereka, itu juga sebagai peringatan bagi kerajaan lainnya agar tidak meremehkan kerajaan Beicheng dikemudian hari." jawab Ze.
"Kakak ipar, kerajaan Xin adalah kerajaan besar yang tidak bisa dibandingkan dengan kerajaan Beicheng ini. Bagaimana bisa kerajaan Beicheng mengancam kerajaan Xin yang bahkan hanya terlihat seperti semut bagi mereka?" tanya Huo nan.
"Apakah kami yang kau anggap keluarga ini hanyalah pajangan saja?" tanya Jin hu.
"Tidak perlu mengerahkan para prajurit jika hanya untuk meratakan kerajaan Xin. Cukup aku mengerahkan para serigala dan memanggil ular api dalam wujud aslinya maka kerajaan Xin hanya akan tinggal nama saja selamanya." ucap Ze.
"Bukankah kita saja sudah cukup? Hitung-hitung olah raga menangani banyak orang dari kerajaan itu." saran Hui tu.
"Jika kita yang maju dengan terang-terangan membantu Huo nan, kerajaan lain juga kerajaan Xin tidak akan mengakui kemampuan Huo nan dan akan nekat untuk kembali menyerang Huo nan saat yakin kita tidak berada di sisi Huo nan. Tapi, serigala dan ular api tidak pernah terekspos sebagai sesuatu yang mengikuti perintah dari aku. Jika ular api dan para serigala maju bersama Huo nan, mereka akan berpikir bahwa Huo nan telah menyembunyikan mereka sebagai kartu as selama ini dan akan berpikir 100 kali lagi untuk menyinggung kerajaan Beicheng." jelas Ze.
"Masuk akal." ucap Hui tu.
__ADS_1
"Tunggu apa lagi? Segera tulis surat balasan untuk kerajaan Xin itu." ucap Jin hu dengan nada kesal karena Huo nan masih diam mencerna ucapan dari Ze.
"Ah baik kakak ke 2." ucap Huo nan lalu segera mengambil alat tulis dan segera menuliskan surat balasan sesuai dengan yang Ze ucapkan sebelumnya.
Ze segera memanggil ular api menggunakan telepati. Karena ular api adalah hewan roh yang telah mengikat hubungan tuan dan hewan roh dengan Ze, walaupun jauh Ze tetap mampu memanggilnya datang.
Ze juga tidak lupa meniup peluit yang tergantung di kalung yang melingkar di leher suaminya untuk memanggil semua serigala di sekitarnya. Bahkan dia tidak lupa mengirimkan pesan dengan berbisik pada cincin pemberian Zili agar Zili mengirim salah satu dari Suho atau Doju untuk membantu mereka.
"Semua sudah siap. Ular api dan phoenix raja akan datang membantu. Kita tinggal menunggu para serigala. Ah aku lupa, sebaiknya kita segera menunggu mereka para serigala di pinggir hutan terdekat dari sini sebelum menimbulkan keributan di kota karena sekawanan serigala tiba-tiba muncul." ucap Ze.
Mereka semua bergegas keluar dari ruangan itu dan pergi tanpa menghiraukan penjaga yang ingin menyapa mereka. Meninggalkan penghuni istana dalam kebingungan karena putra mahkota tiba-tiba pergi tanpa mengatakan apapun.
Karena menggunakan kemampuan terbangnya, mereka segera tiba di pinggir hutan terdekat sebelum para serigala tiba. Melihat Ze, para serigala menunduk hormat.
"Turuti ucapan dari orang yang berdiri di depan kami untuk sementara." ucap Ze.
Mereka akhirnya memasuki kota dengan para serigala berjalan di belakang mereka. Para penduduk memberikan jalan dengan tatapan takut juga takjub melihat kawanan serigala yang berjalan patuh mengikuti rombongan dari putra mahkota mereka.
"Mengapa putra mahkota membawa begitu banyak kawanan serigala dengan pencapaian tingkat 5 ke atas memasuki kerajaan Beicheng?" tanya salah satu penduduk.
"Sepertinya jawaban dari ancaman kerajaan Xin adalah perang antara kerajaan. Kalian pasti tahu bahwa hewan roh tingkat 5 itu setara dengan petarung tingkat bumi akhir. Artinya putra mahkota menggunakan para serigala itu sebagai kartu andalannya untuk melawan kerajaan besar yang angkuh itu." jelas yang lainnya.
"Itu masuk akal. Dari yang aku lihat, bahkan dari kawanan serigala itu ada yang telah mencapai tingkat langit. " ucap seorang pria.
"Wah, apakah itu artinya kerajaan Xin justru yang akan takluk oleh kerajaan Beicheng yang mereka remehkan?" tanya Yang lain.
__ADS_1
Ada banyak perbincangan lainnya mengenai Huo nan dan kerajaan Xin. Para penduduk semua tahu mengenai rencana kerajaan Xin karena pihak lawan Huo nan dari kerajaannya sendiri yang sengaja menyebar agar Huo nan terpaksa menerima syarat dari kerajaan Xin demi keamanan para warganya.
Mereka kembali ke istana dan segera memasuki ruangan kerja Huo nan sedangkan para serigala menunggu di luar. Huo nan tidak lupa memerintahkan kepada penjaga agar memberikan daging mentah pada kawanan itu sebelum memasuki ruangannya.
Ular api datang bersamaan datangnya Doju. Ze segera menjelaskan maksud dia memanggil mereka dan dengan segera ular api merubah wujud nya menjadi ular kecil yang dapat melingkar di lengan Huo nan. Sedangkan Doju berubah menjadi burung kecil yang dapat bertengger di pundak Huo nan.
Melihat itu Huo nan segera memanggil penjaganya agar segera melapor karena dia membutuhkan seseorang mengirimkan surat balasan untuk kerajaan Xin.
Doju menawarkan diri mengingat dia dapat terbang dengan cepat walaupun dia mengubah wujudnya menjadi hewan kecil. Doju segera terbang menuju kerajaan Xin dan labih hebatnya dia langsung memasuki istana lalu melempar gulungan surat itu tepat mengenai wajah kaisar kerajaan Xin yang angkuh itu.
Para prajurit juga petinggi kerajaan Xin sibuk ingin menangkap burung yang dianggap kurang ajar karena berani mempermalukan kaisar di hadapan banyak orang.
Doju segera melaporkan bahwa tugasnya selesai pada Huo nan dan tidak lupa menceritakan apa yang sempat dia lakukan yang membuat kerajaan Xin menjadi ramai. mendengar cerita Doju, mereka semua tertawa dan memuji kepintaran Doju membuat ulah.
"Kau melakukannya dengan sangat baik. Kaisar se-angkuh dia memang pantas dibuat kesal dan murka dengan cara mempermalukan dirinya." ucap Hui tu sambil mencoba berhenti tertawa.
"Aku dapat membayangkan bagaimana wajah murka dari kaisar angkuh itu. Ha ha ha ha." ucap Huo nan.
"Sekarang aku ingin istirahat, kalian bisa melakukan semua tanpa aku. Ingat, jika tidak ada jawaban hingga besok pagi maka kalian harus menyerang lebih dulu. Aku harus peringatkan pada kalian agar menghindari korban dari warga yang tidak bersalah." ucap Ze.
"Baik kakak ipar, kalian bertiga dapat beristirahat saja. Aku akan memerintahkan kepada pelayan untuk menyiapkan tempat yang nyaman untuk kalian." ucap Huo nan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak dan dukungan kepada author berupa vote, like dan komen. Satu dukungan dari kalian sangat berarti bagi author.
__ADS_1
Salam hangat dari author
Selamat membaca 😚