Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Yang ruo diracuni?


__ADS_3

Itu lebih baik karena aku tidak ingin hal sekecil ini dapat menjadi petunjuk bagi pihak musuh untuk mengungkapkan diriku yang sebenarnya." ucap Hui tu.


Mereka kembali ke kamar tuan Yok ji dan setelah itu Ze dan yang lainnya pamit pulang. Mereka bahkan menolak jamuan karena Hui tu sangat tidak ingin keluarga Si yang sekarang kembali hancur seperti keluarga Si di masa lalu yang hampir punah.


Mereka kembali ke penginapan diantar langsung oleh Yang ruo. Awalnya Hui tu menolak namun karena Yang ruo bersikeras maka Hui tu akhirnya membiarkan Yang ruo mengantar dia dan yang lainnya.


Mereka berangkat hanya menggunakan satu kereta namun kereta yang digunakan cukup besar untuk mereka semua.


"Kau juga akan ikut dalam kompetisi besok?" tanya Hui tu pada Yang ruo.


"Iya, aku akan ikut kak..."


"Sudah aku katakan jangan panggil kakek buyut itu akan berbahaya untuk kalian jika jati diriku terungkap pada dunia luar dan diketahui oleh iblis itu. Apakah kau tidak tahu bahwa keluarga Si pendahulu kalian saat itu sudah menjadi batu dan permukimannya berubah menjadi Hutan dalam semalam karena ulah iblis itu?" sela Hui tu.


"Kami tidak pernah mendengar cerita itu." ucap Yang ruo.


"Hutan misteri di perbatasan kerajaan Doucheng adalah kerajaan Si yang sangat besar dan berjaya dulunya. Sedangkan gua Si hui tu yang ada di dalamnya adalah istana kerajaan milikku oleh sebab itu nama gua itu menggunakan namaku." jelas Hui tu.


Yang ruo terbelalak mendengar ucapan Hui tu. Dia tidak menyangka bahwa hutan dan gua yang sangat terkenal itu adalah kerajaan dari kakek buyutnya yang berubah menjadi Hutan dalam semalam.


"Aku sempat ke gua Si hui tu dua kali bersama ayah, paman Yu si, sepupu Yu ri dan beberapa anggota keluarga lainnya. Aku tidak menyangka kalau itu adalah kerajaan dari keluarga Si." ucap Yang ruo.


"Tapi, apa yang terjadi pada akar pemakan roh di depan gua itu? Saat pertama kali kesana itu masih ada dan saat kedua kali aku kesana itu sudah tidak ada lagi." tanya Yang ruo.


"Akar itu di singkirkan oleh wanita satu-satunya di kereta ini. Itulah alasan mengapa aku bisa bangkit kembali dalam tubuh baru ini. Bisa dikatakan wanita bodoh itu adalah penyelamat hidupku yang sekarang." jawab Hui tu membuat Yang ruo menoleh ke arah Ze.


"Jangan menatap terlalu lama pada kakak iparku itu. Jika tidak ingin matamu dicongkel oleh suaminya yang sangat posesif itu." bisik Huo nan membuat Yang ruo memalingkan wajahnya.


"Kau akan ikut dalam kompetisi apa besok?" tanya Huo nan.


"Aku akan ikut sebagai seorang alkemish. Walaupun aku memiliki dua bakat, namun bakat kultivasi milikku tidak terlalu kuat." ucap Yang ruo.


"Kau kesini sebentar." ucap Ze dan Yang ruo yang awalnya ragu akhirnya mendekat setelah melihat Hui tu mengangguk.


"Duduk bersila dan pejamkanmatamu." ucap Ze.


Ze menaruh telunjuknya pada kening Yang ruo setelah Yang ruo melakukan apa yang dia ucapkan. Setelah cukup lama menaruh telunjuknya pada kening Yang ruo, Ze mentotok beberapa bagian tubuh tubuh Yang ruo.

__ADS_1


"Uhuk uhuk uhuk." Yang ruo batuk mengeluarkan darah hitam dari mulutnya.


"Telan pil ini." ucap Ze yang langsung dilakukan oleh Yang ruo tanpa ragu lagi.


"Bukan bakat milikmu yang kurang tapi, kau diracuni sejak kecil sehingga meridian milikmu dan jalur energi dalam tubuhmu kacau." ucap Ze membuat Yang ruo dan Hui tu terkejut mendengarnya.


"Bagaimana kau menyadari hal itu?" tanya Hui tu.


"Aku mencium aroma racun dari tubuhnya walaupun sangat samar. Sepertinya racun itu dia terima dalam jumlah sangat kecil tapi sering bahkan hingga saat ini dia masih memakan racun itu." ucap Ze.


"Itu artinya orang yang meracuni Yang ruo bukanlah orang luar?" tebak Huo nan.


"Itu bisa jadi." jawab Ze.


"Untuk satu minggu kedepan kau aman walaupun menelan racun apapun itu tapi tetap hati-hati." ucap Ze.


"Sebagai orang tua keluarganya kau harus membantu menutupi pencapaian kultivasi miliknya agar yang meracuni dirinya tidak curiga." ucap Ze pada Hui tu.


Hui tu segera melakukan apa yang Ze katakan. Dia kemudian memberikan sesuatu kepada Yang ruo.


"Ambil batu sejati dan batu energi ini untuk meningkatkan kultivasimu. Itu akan membantu dirimu untuk menembus." ucap Hui tu.


"Hm, itu lebih baik." ucap Hui tu.


Kereta telah berhenti Ze memberikan satu butir pil berwarna perak dan beberapa pil berwarna hitam pekat.


"Selama kau berada di kediaman Si kau dapat berjaga dengan menelan pil hitam itu. Itu dapat menjagamu dari racun selama satu minggu lamanya dan saat kau telah berhasil masuk ke dalam akademi, telan pil perak itu lalu berkultivasi di tempat yang aman." ucap Ze.


"Terima kasih ratu Jin." ucap Yang ruo.


"Rahasiakan semua ini dari siapapun. Tidak baik jika ada yang tahu masalah ini." ucap Ze.


"Baik ratu Jin." saut Yang ruo.


Ze dan yang lainnya turun dari kereta namun Hui tu melarang Yang ruo untuk ikut turun. Yang ruo langsung kembali ke penginapan milik keluarganya setelah mereka semua turun dari kereta.


"Sepertinya ada konflik dalam keluargamu yang sekarang." ucap Huo nan pada Hui tu.

__ADS_1


"Setiap keluarga dengan kejayaan dan kekayaan besar pasti akan ada konflik di dalamnya." ucap Zili.


"Kekayaan dan kekuasaan memang kadang membutakan mata hati seseorang sehingga dapat melakukan segala cara untuk meraihnya." ucap Jin hu.


"Tenang, kita akan membantu menyelesaikan masalah itu saat ikut kembali ke kediaman keluarga Si." ucap Ze sambil menepuk pundak Hui tu.


"Terima kasih, kau selalu menjadi bintang keberuntungan untuk orang disekitar dirimu." ucap Hui tu.


"Ayo kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat. Besok kita akan menyaksikan kompetisi itu. Siapa tahu kita akan menemukan siapa dalang dari racun yang Yang ruo makan selama ini." ucap Huo nan.


"Akhir-akhir ini sepertinya pangeran konyol kita ini sudah semakin dewasa." ucap Jin hu.


"Mungkin masih efek racun sebelumnya." ucap Zili.


"Aku juga memikirkan hal serupa." saut Hui tu.


"Sepertinya kita harus sering-sering memberikan dia racun agar semakin dewasa." ucap Ze membuat Huo nan menatap horor ke arahnya.


"Kalian semua paling suka menindas aku. Apa kata rakyat Beicheng jika mengetahui putra mahkota yang mereka hormati hanya menjadi orang tertindas di sini." ucap Huo nan.


"Aku pikir mereka akan mengganti putra mahkota dengan segera." ucap Ze.


"Aku juga berpikir sama." saut Jin hu.


"Kalau begitu kita sependapat." ucap Hui tu.


"Aku setuju." ucap Zili.


"Sudahlah, aku kembali ke kamarku saja sebelum semakin kesal dengan mulut kalian semua." ucap Huo nan lalu berlalu pergi dari tempat itu.


"Ha ha ha ha ha ha." tawa pecah seketika dari mereka setelah Huo nan pergi.


"Masih tetap kekanak-kanakan seperti biasanya." ucap Hui tu.


"Itulah Huo nan jika berada di sekitar kita." ucap Jin hu.


"Dia sudah cukup tertekan dengan tugas yang dia emban di kerajaan Beicheng. Biarkan dia melepas beban itu dengan mengekspresikan setiap apa yang dia inginkan dan rasakan saat bersama dengan kita." ucap Ze.

__ADS_1


Setelah itu mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


__ADS_2