Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Delapan


__ADS_3

Huo nan segera melaksanakan perintah Ze dibantu oleh Liu yu dan Wen yuan. Sedangkan untuk Jin hu, seperti biasa dia akan terus posesif pada istri kecilnya itu.


Jin hu tidak ingin Ze melihat tubuh tanpa busana dari pria lain walaupun itu hanya seorang pasien.


"Mengapa kau berdiri di depanku seperti ini?" tanya Ze heran dengan kelakuan suaminya yang semakin absurd saja menurutnya.


“kau tidak aku izinkan untuk melihat tubuh pria lain yang tidak mengenakan pakaian."jawab Jin hu santai sambil memeluk tubuh istri kecilnya lalu mengecup singkat kening Ze.


"Ayolah, dua orang ini sungguh sudah menganggap dunia ini adalah milik mereka. Bagaimana bisa mereka bermesraan di saat kita harus merawat pasien." keluh Wen yuan membatin.


"Malangnya nasibmu Liu yu, tidak punya pasangan dan harus selalu terima setiap saat disuguhkan pemandangan kasih sayang yang membuat siapa yang melihat akan iri." batin Liu yu.


Sedangkan Huo nan saat ini hanya fokus pada perawatan ayahandanya sehingga tidak menyadari apa yang tengah terjadi di dekatnya.


"Ayolah jangan bersikap konyol di saat seperti ini. Aku sedang menangani pasien tidak ada perempuan dan laki-laki dalam pengobatan yang ada hanya tabib dan pasiennya." ucap Ze.


"Tetap tidak boleh. Dia laki-laki itu sudah jelas dan tidak akan merubah fakta itu walaupun dia seorang pasien. Sudah ada mereka bertiga yang akan menangani ramuan itu kau lakukan yang lain saja." Jin hu bersikukuh agar Ze tidak melihat tubuh kaisar Rui yang saat ini tanpa pakaian karena harus dibaluri ramuan detoks racun.


Ze hanya mampu memutar bola matanya jengah dan kemudian menghela napas pasrah karena tidak ada yang akan berubah dari keputusan suaminya jika itu menyangkut sikap posesif suaminya itu.


"Kalau seperti itu, aku lebih baik membuat pil roh saja karena persediaan pil roh milikku menipis sedangkan kaisar Rui akan membutuhkan itu setelah dia menjalani perawatan ini. Pastikan untuk tidak membiarkan siapa pun mengganggu konsentrasi ku." ucap Ze.


"Baik sayang, kau tenang saja. Aku akan menjaga di sini selama kau membuat pil." saut Jin hu.


"Huo nan, ingat untuk mengelap seluruh tubuh ayahmu dengan kain basah hingga bersih saat ramuannya berubah menjadi warna hitam dan balur kembali dengan ramuan seluruh tubuhnya. Lakukan terus hingga ramuannya tidak lagi berubah warna." ucap Ze.

__ADS_1


"Baik kakak ipar." jawab Huo nan.


Ze segera mengeluarkan semua bahan dan alat yang dia butuhkan untuk membuat pil roh lalu kemudian fokus untuk membuat pil.


Di tempat lain dalam istana Beicheng, Selir Wu beserta putranya pangeran kedua yaitu Rui Wu jin saat ini tengah gusar.


"Bagaimana ini ibu? Bagaimana kalau tabib perempuan kenalan Huo nan si*lan itu sungguh dapat menyembuhkan ayahanda?" tanya Rui Wu jin pada selir Wu.


"Tenanglah Wu jin, walaupun tabib itu dapat mengeluarkan racun pada tubuh kaisar, tapi racun itu sudah sangat lama berada di dalam tubuhnya. Sudah pasti racunnya saat ini sudah menyebar ke seluruh tubuhnya." ucap selir Wu.


"Apa maksud ibu?" tanya Rui wu jin.


"Itu artinya walaupun sudah dikeluarkan racun yang ada di perutnya, tapi sangat tidak mungkin dia dapat mengeluarkan racun yang sudah terserap tubuh kaisar. Tubuh kaisar juga sudah sangat lemah, jadi sangat tidak mungkin dapat kembali pulih." jelas selir Wu.


Mendengar penjelasan ibunya pangeran Rui wu jin merasa lega. Dia pikir ada benarnya juga kata ibunya.


"Ibu benar, kita tidak harus fokus pada hal yang tidak berguna. Akan sia-sia saja usaha kita kalau kita tidak memanfaatkan keadaan ini untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan utama kita." ucap pangeran Rui wu jin.


"Untuk berjaga-jaga, sebaiknya kita utus beberapa orang pembunuh bayaran untuk mengawasi mereka. Jika terjadi hal yang kita tidak inginkan, yaitu kaisar dapat pulih kembali. Mereka semua harus ma*i." jelas selir Wu.


"Baiklah ibu." saut Rui Wu jin.


"Kapan perdana menteri Yun kembali ke Ibu kota?" tanya selir Wu.


"Dari kabar yang orang kita dapat, lusa perdana menteri Yun akan kembali." jawab Pangeran Rui wu jin.

__ADS_1


"Berarti tiga hari lagi kita akan membuat si putra mahkota si*lan itu mundur dari tahtanya. Pendukung kita sudah berkumpul semua dalam waktu 3 hari." ucap selir Wu.


"Ibu benar sekali. Kita akan menguasai Kerajaan Beicheng ini dan mendepak putra mahkota yang akan dicopot gelarnya itu dari sini." ucap pangeran Rui wu jin sambil tersenyum culas.


Kembali ke kamar kaisar Rui


Huo nan, Wen yuan dan Liu yu sudah sekitar 8 kali membalur dan mengelap tubuh kaisar Rui dan akhirnya ramuan itu tidak lagi berubah warna menjadi gelap. Mereka menghela napas lega akhirnya tugas mereka selesai untuk saat ini.


"Sudah berapa lama yang mulia kaisar Rui diracuni sehingga racun yang terserap pada tubuhnya sangat banyak?" tanya Liu yu.


"Entahlah, saat aku pergi dari istana untuk mencari ilmu dan pengalaman di luar sana ayahanda masih terlihat sangat sehat. Saat aku kembali dari negeri hewan roh Suci, keadaan ayahanda sudah seperti ini." jawab Huo nan.


"Sudah banyak tabib yang memeriksa beliau dan menyerah di awal. Akhirnya aku hanya memaksa mereka untuk mempertahankan kondisi beliau agar tidak memburuk sebelum aku menemukan kakak ipar. Karena aku sangat yakin hanya kakak ipar yang dapat menyembuhkan ayahanda ku." tambahnya.


"Aku baru mengutus Cheng duan untuk mencari kalian. Bagaimana bisa kalian datang lebih cepat? Hanya satu hari Cheng duan pergi dan sudah kembali dengan kalian bersamanya?" tanya Huo nan yang mulai dapat memikirkan hal lain setelah lega melihat kondisi sang ayah yang mulai terlihat membaik.


"Sebenarnya kami memang berniat untuk datang mengunjungi anda putra mahkota."


"Berhenti memanggilku seperti itu seolah kalian tidak pernah menyebutkan namaku saja." ucap Huo nan.


"Setidaknya ini adalah Kekaisaran tempatmu putra mahkota kami.... "


"Kalau begitu cukup saat ada orang lain kalian memanggilku seperti itu dan berbahasa formal. Saat hanya ada kita berlima, cukup bersikap dan bertindak seperti biasanya." tawar Huo nan.


"Baiklah, sebenarnya kami memang sedang dalam perjalanan untuk mengunjungi mu bahkan sudah tertunda sehari karena ada sedikit masalah di perjalanan. Tuan sudah mendengar masalah yang kau hadapi makanya kami kesini untuk membantu mengatasi masalahmu." jelas Wen yuan.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca😉✌


__ADS_2