
Luo wei tian terdiam tidak tahu harus berkata apa. Di sisi lain mengikuti Ze adalah kewajiban mengingat dirinya telah bersumpah sebagai budak dari Ze. Tapi, tugas yang telah terlanjur dia emban di negeri Doucheng dan dia sanggupi belum selesai dia tangani. Dia tidak ingin melepaskan tanggung jawabnya sebagai penanggung jawab penyelesaian masalah.
"Kau selesaikan saja dulu tugas yang harus kau selesaikan. Kau tidak pantas untuk menjalankan tugas yang akan aku berikan jika kau meninggalkan tugas yang telah kau sanggupi sebagai tanggung jawab mu." ucap Ze yang paham dengan kebimbangan hati Luo wei tian.
Ze sangat paham sebagai seorang yang sangat memegang teguh pendirian, Luo wei tian tentu tidak akan bisa meninggalkan tanggung jawabnya terhadap tugas sebelum menyelesaikan tugas itu.
"Aku harus melakukan sesuatu yang penting jadi tidak bisa membantu dirimu. Saat masalahku selesai aku akan kembali menjemputmu dan semoga semua tugasmu telah selesai." tambah Ze.
"Terima kasih yang mulia Ratu Jin." ucap Luo wei tian yang telah tahu identitas Ze sebagai Ratu dari ucapan Zili.
Ze kemudian berpamitan pada kaisar Lian dan segera kembali ke negeri atas awan bersama Zili.
"Dimana Luo wei tian?" tanya Hui tu saat melihat Ze dan Zili muncul.
"Dia masih memiliki tugas yang harus dia selesaikan. Aku akan kembali menjemputnya setelah urusan di negeri Kai selesai." jawab Ze.
"Lalu, bagaimana dengan posisi penasehat kerajaan sementara itu?" tanya Jeong nam yang kebetulan baru tiba saat Ze berbicara.
"Terpaksa ayah harus tinggal mengawasi istana. Hanya ayah satu-satunya yang bisa memegang sementara kontrol istana ini selama aku dan Jin hu pergi." jawab Ze.
"Ya, kakek juga berpikir sama." Saut Jeong nam.
"Aku juga setuju dengan pendapat itu." ucap Hui tu.
"Tapi, bagaimana dengan ayah, apakah ayah akan setuju?" tanya Jin hu yang baru saja memasuki ruangan itu.
"Ayah pasti setuju mengingat rencana pernikahannya malam ini. Mana mungkin pengantin baru meninggalkan pasangannya di hari pertama setelah pernikahan mereka." ucap Ze.
__ADS_1
"Dari mana kau bisa tahu rencana ayah untuk menikah malam ini? Sedangkan ayah belum sempat menyampaikan itu padamu?" tanya Liu ku yang juga baru masuk ke dalam ruangan mengetahui Ze sudah kembali.
"Aku tahu apapun yang terjadi di sekitar dengan telingaku ini ayah. Apakah ayah lupa bahwa di dalam istana manapun, bahkan setiap dinding memiliki telinga dan mulut." jawab Ze.
"Apakah itu artinya kau setuju dengan rencana pernikahan kami?" tanya Liu ku.
"Apakah aku memiliki alasan untuk tidak setuju?" tanya balik Ze.
"Sepertinya tidak." jawab Liu ku.
"Sekarang kita bahas dulu masalah yang lainnya. Biarkan nenek dibantu ceri emas yang mengurus masalah persiapan pernikahan ayah dan ibu." ucap Ze.
Mereka akhirnya membahas tentang siapa saja orang yang pantas menduduki jabatan di istana. Akhirnya 5 posisi Mentri dan tetua yang kosong di isi dengan orang yang lebih mampu namun usia 3 dari mereka terbilang cukup muda untuk itu.
Panglima Guan yu diangkat menjadi menteri pertahanan, seorang pemuda bernama Gu da menggantikan posisi Guan yu yang kosong. Tetua bernama Ci mengganti posisi pemimpin tetua yang telah tiada. Dua orang yang dituakan di negeri atas awan diangkat menggantikan posisi tetua Ci yang menjadi ketua dan tetua bernama Hu yang terlibat dalam konspirasi mantan penasehat kerajaan.
Tapi, mereka tidak memiliki kuasa untuk melawan dan membantah putusan Jin hu dan Ze. Malam harinya pernikahan sederhana Liu ku dan Mei yin berlangsung dengan lancar tanpa hambatan sedikitpun.
Keesokan paginya Ze, Jin hu, Hui tu dan Zili berangkat menuju kerajaan Kai untuk menanggapi undangan dari Raja negeri itu. Saat ini mereka telah berdiri di depan istana dan bersiap untuk memasuki kereta. Liu ku dan yang lainnya semua hadir untuk mengantar keberangkatan mereka.
"Berhati-hatilah sayang, kita belum tahu seberapa kuat lawan kalian di negeri itu." ucap Luo yin sambil memeluk Ze.
"Kami akan baik-baik saja nek." ucap Ze.
"Kami titip istana pada kalian dan terutama ayah." ucap Jin hu.
"Kalian tidak perlu memikirkan istana ini. Kami semua akan mengurusnya dengan baik selama kalian pergi." ucap Liu ku.
__ADS_1
"Iya, kalian hanya perlu menjaga diri baik-baik agar dapat kembali segera dengan keadaan baik-baik saja." saut Mei yin.
"Kakek harus segera bertapa menyerap energi yang aku berikan pada kakek sebelumnya saat aku berangkat (energi dari binatang ajaib milik mantan penasehat kerajaan). Aku ingin melihat kakek dapat menembus batas pencapaian kakek selama ini." ucap Ze sambil memeluk Jeong nam.
"Kau tenang saja, kakek tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang cucu kesayangan kakek berikan." ucap Jeong nam.
Ze beralih menatap ular api dan ceri emas lalu menggenggam tangan mereka. Ze tersenyum pada mereka berdua.
"Tolong jaga semua keluarga yang kami tinggalkan sementara. Aku hanya bisa mengandalkan kalian berdua untuk itu mengingat bahwa kalian yang paling kuat di antara mereka." ucap Ze.
"Jangan khawatir yang mulia, tanpa anda minta pun kami akan menjaga mereka. Karena mereka telah menerima kami layaknya keluarga mengabaikan kami yang berbeda dari mereka dan status asli kami yang kayaknya budak bagi orang lain." ucap ceri emas.
"Betul yang mulia." Saut ular api membenarkan ucapan ceri emas.
"Bagi kami kalian bukan budak atau sejenisnya. Kalian adalah bagian dari keluarga kami. Jangan pernah mengungkit masalah pendapat orang lain. Siapapun yang berani mengatakan kalian adalah budak maka hari itu juga mereka harus berpamitan dengan kemampuan bicara mereka." ucap Ze.
Mereka semua akhirnya berangkat setelah berpamitan dengan semua keluarga. Kereta mereka bergerak dengan kecepatan normal tanpa terburu-buru.
"Apakah masalah di istana hewan roh suci telah selesai? Apakah tidak masalah kau mengikuti kami dalam perjalanan ini?" tanya Ze pada Zili.
"Semua telah selesai yang mulia, bahkan kami telah memusnahkan semua penghuni negeri hitam dan siluman yang berhasil di loloskan untuk memasuki negeri hewan roh suci oleh paman dan sepupuku. Sedangkan untuk mereka, pamanku dan keluarganya di asingkan ke negeri hitam dan tidak memiliki kekuatan untuk dapat memasuki negeri hewan roh suci lagi." jawab Zili.
"Baguslah kalau begitu." ucap Ze.
"Mengapa kau tidak membawa pengawal satupun kali ini?" tanya Ze.
"Karena masalah istana dan biang keladi masalah istana telah selesai dan terungkap, juga karena pencapaian milikku yang cukup tinggi, ayah mempercayai aku untuk pergi tanpa harus dikawal lagi." jawab Zili.
__ADS_1