Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Dua puluh delapan


__ADS_3

"Kau benar, masalah yang akan kita hadapi bukan masalah ringan." ucap Hui tu.


"Sejak kapan putri membuat mereka berdua tidak sadarkan diri? Aku sama sekali tidak menyadarinya." tanya Zili.


"Bahkan kita baru sadar kalau mereka berdua tertinggal di sana." ucap Hui tu.


"Setelah mengatasi rekan dari wanita bernama Jia yi itu aku membius mereka berdua agar tertidur." jawab Ze.


Flashback on


Ze melompat ke luar dari kamar kaisar Beicheng melalui jendela kala mendengar suara perkelahian di luar sana.


"Hiat bak buk bak buk." Suara orang baku hantam semakin jelas terdengar saat Ze berada di luar kamar.


"Buak...... Bruk..... " Wen yuan mendapatkan pukulan dari lawannya membuat dia tersungkur.


"Hiat....... " Lawan dari Wen yuan hendak menyerang kembali Wen yuan yang masih tersungkur.


"Buak..... " Ze langsung menyerang orang yang akan menyerang Wen yuan lebih dulu.


"Akh.... Kurang ajar, hanya seorang gadis ja*ang berani melawan aku." pekik orang yang Ze tendang hingga tersungkur.


"Terima ini, Hiat.....!" orang itu menyerang Ze dengan kekuatan penuh dan


"Duak...... Krek Akh....!" Ze menendang orang itu tepat di lehernya membuat suara retakan membuat orang itu memekik hebat lalu jatuh tersungkur dan tidak lagi bergerak.


"Adik.....!" seru orang yang melawan Liu yu.


"Duak..... " orang itu berhasil menendang Liu yu tepat di dadanya membuat Liu yu tersungkur dan terbatuk memegangi dadanya yang terasa sakit.


"Beraninya kau memb*nuh adikku dasar gadis ja*ang. Kau harus membayar nyawa adikku dengan nyawamu juga." ucap orang itu lalu mengeluarkan pedangnya.


"Sebaiknya aku menyingkirkan orang ini dengan cepat. Aku harus mengurus rekannya yang ada di dalam kamar segera." batin Ze.


Sebelum orang itu mendekat, tubuhnya tiba-tiba tumbang tanpa dia sendiri sadari apa penyebabnya. Ternyata Ze melemparkan jarum pelumpuh dan mengenai tubuhnya.


"Jleb...... " Ze menusuk dada orang itu dan seketika itu pula orang itu ma*i tanpa dapat bereaksi.

__ADS_1


"Kalian terluka?" tanya Ze pada Wen yuan dan Liu yu.


"Kami baik-baik saja nyonya." jawab keduanya.


"Hm, bagus kalau kalian baik-baik saja." ucap Ze lalu mengibaskan lengannya di depan Wen yuan dan Liu yu seperti sedang membersihkan debu dari lengannya.


"Bruk... Bruk... " Tiba-tiba tubuh keduanya ambruk.


"Maafkan aku harus melakukan ini. Kalian hanya akan mengantarkan nyawa kalian jika memaksa mengikuti perjalanan kami dengan kemampuan kalian itu." ucap Ze lalu meninggalkan mereka yang tertidur pulas di tanah.


Ze ternyata menebarkan serbuk tak berbau yang memiliki efek membuat orang yang menghirupnya dapat tidur seketika. Ze kembali ke dalam kamar kaisar Beicheng dan sebelum masuk ke dalam kamar, di depan jendela Ze melihat ada dua Huo nan di dalam kamar kaisar Beicheng.


Yang satu berdiri mematung di depan pintu dengan tatapan heran ke arah orang yang mirip dengannya, dan yang lain terbaring di lantai dengan luka lebam dan berdarah di sekujur tubuh serta wajahnya.


"Tangkap orang itu." seru Ze saat melihat Huo nan yang terlihat terluka hendak kabur.


Ze membantu menangani masalah Huo nan palsu dan segera pamit karena merasa kalau Huo nan sudah dapat mengatasi masalahnya tanpa bantuan dirinya dan Jin hu.


"Aku membuat Wen yuan dan Liu yu tertidur di halaman belakang kamar paman Rui. Tolong suruh mereka kembali ke istana atas awan saat mereka bangun nanti. Perjalanan kami kedepannya jauh lebih berbahaya untuk mereka berdua." bisik Ze pada Huo nan saat mereka akan naik ke dalam kereta.


Flashback off


"Di sebelah sana ada orang." bisik Ze dan dijawab anggukan oleh Hui tu dan Zili.


Mereka bertiga berpencar dan berhasil mengepung orang yang sedang bersembunyi itu.


"Jangan bu*uh saya......! Ampun jangan makan saya......!" seru orang yang ternyata seorang pemuda itu.


Pemuda itu bersujud sambil memohon agar tidak di bu*uh dan dimakan pada Ze, Hui tu dan Zili.


"Tenanglah, kami tidak akan melukaimu. Kami juga bukan pemakan manusia." ucap Zili.


Orang itu masih saja memohon dengan tubuh ketakutan. Bahkan dia memberontak saat Zili membantunya bangun.


"Plak.....!" Ze menampar pipi pemuda itu hingga dia terdiam.


"Sekarang sudah bisa tenang?" tanya Ze dengan suara datar.

__ADS_1


Pemuda itu diam tapi tubuhnya masih bergetar ketakutan.


"Ada apa dengan desa ini dan mengapa kau terlihat sangat ketakutan pada kami?" tanya Zili.


Pemuda itu hanya diam mengamati wajah ketiganya seperti sedang menilai tubuhnya sudah tidak terlalu bergetar seperti sebelumnya.


"Kalau kau mengatakan masalah desa ini pada kami, kami mungkin dapat membantu mengatasi masalah yang ada. Tapi, kalau kau memilih bungkam maka kami akan pergi dan menganggap desa kalian tidak membutuhkan bantuan." ucap Ze dan hendak membalikkan tubuhnya meninggalkan pemuda itu.


"Tunggu.....!" seru pemuda itu.


"Tolong kami.....! Selamatkan kami semua dari para pemakan daging manusia itu." ucap pemuda itu sambil berlutut dengan kedua tangan bersatu di depan wajahnya.


"Pemakan daging manusia?" beo Hui tu.


"Iya." jawab pemuda itu.


"Lalu, mengapa kau yang sebelumnya ketakutan sekarang percaya dengan mudah kepada kami?" tanya Ze.


"Ya, bisa saja kan kalau kami adalah bagian dari mereka?" tambah Zili.


"Kalian tidak mungkin bagian dari mereka." jawab pemuda itu.


"Mengapa kau sangat yakin?" tanya Hui tu.


"Jika itu mereka, maka saat pertama menemukan aku, saat itu juga adalah saat nyawaku melayang. Mereka tidak pernah mengatakan apapun dan langsung memb*nuh siapa saja yang mereka temukan." ucap pemuda itu.


"Kenapa kau bisa tahu kalau mereka menyantap daging korbannya?" tanya Ze.


"Setiap kali mereka berhasil mendapatkan korban, disaat mereka pergi maka tubuh dari orang yang mereka dapat hanya akan tersisa tulang dengan sedikit daging yang terlihat sudah masak kami menebak kalau tubuh itu mereka panggang karena akan selalu ada sisa api pembakaran di dekat tulang belulang yang berserakan." jawab pemuda itu.


"Kenapa kalian tidak berusaha untuk keluar dari desa ini?" tanya Zili.


"Mereka berjaga di setiap jalan keluar dari desa ini. Di desa ini hanya akan ada orang yang masuk tapi tidak akan ada yang dapat keluar. Mereka pasti sengaja membiarkan kalian masuk ke dalam desa ini untuk mereka jadikan santapan." ucap pemuda itu.


"Berapa sering mereka akan muncul di desa ini untuk menangkap mangsa?" tanya Ze.


"Setiap hari mereka akan menangkap setidaknya dua atau tiga orang tepat saat tengah hari seperti ini. Makanya aku mengira kalau kalian adalah mereka sebelumnya." jawab pemuda itu.

__ADS_1


Selamat membaca


__ADS_2