Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Enam puluh empat


__ADS_3

Ze dan Zili baru akan melangkah pergi tapi langkah mereka terhenti karena kehadiran seseorang yang mereka kenal.


"Kakak.....!" seru Ze lalu berlari menubruk dan memeluk tubuh pria yang sangat dia kenal dan sayang padanya itu.


"Kau sudah lebih hebat dan sudah melupakan kakakmu ini adik kecil?" tanya pemuda itu.


"Mana mungkin aku melupakanmu kak Ruri?" ucap Ze manja.


Ya, pemuda yang baru saja muncul itu adalah Ruri. Kakak angkat Ze yang berasal dari negri naga.


"Jangan kau pikir kakakmu ini tidak tahu kalau kau sudah pernah mendatangi dunia atas sebelumnya dan dalam waktu yang cukup lama. Hanya karena kau pikir kakakmu ini tidak tahu dan kau tidak mengunjungi ku hm?" ucap Ruri membuat Ze hanya mampu menggaruk kepalanya.


"Aku sedang dalam urusan yang sangat mendesak saat itu jadi tidak sempat mengunjungi kakak. Aku baru akan mengunjungi kakak saat urusanku di negeri hitam ini selesai." jelas Ze.


Ze dan Ruri terus berbincang akrab selama beberapa saat sedangkan Zili hanya menyimak percakapan mereka. Ruri menceritakan juga tentang kakaknya yang memilih hidup di dunia bawah dan melepaskan gelar pangeran negri naga agar dapat hidup tenang dengan kekasih hatinya.


"Jadi, kakak saat ini yang menggantikan gelar pangeran pertama juga putra mahkota negeri naga?" tanya Ze.


"Ya, kau benar gadis kecil. Itulah sebabnya aku tidak dapat menemui dirimu selama ini seperti janjiku bahkan saat kau berada di dunia atas aku juga tidak bisa karena banyak hal yang harus dilakukan untuk menangani kekacauan akibat ulah kak Liyang." jelas Ruri.


"Apa yang membuatmu ingin mengunjungi negeri naga kali ini?" tanya Ruri.


"Jangan katakan kalau kau hanya merindukan kakakmu ini karena aku tidak akan percaya." tambahnya.


"Sebenarnya ada hal mendesak yang mengharuskan aku memasuki negeri naga. Aku membutuhkan beberapa tetes darah naga untuk menyelamatkan guru yang sudah seperti orang tua kandung bagiku." jawab Ze.


"Apa yang terjadi pada mereka?" tanya Ruri.


"Mereka meminum racun pembusuk dan harus segera aku tolong." jawab Ze.


"Bagaimana bisa racun yang selama ini dianggap punah di negeri atas ini, berada di dunia bawah dan bahkan diminum oleh gurumu?" tanya Ruri yang tampak terkejut mendengar racun pembusuk.


"Entahlah, yang terpenting adalah menyelamatkan nyawa mereka dulu baru setelahnya aku akan mencari tahu tentang dari mana racun itu berasal." jawab Ze.


"Berapa banyak darah yang kau butuhkan? Ambil saja darah kakakmu ini sebanyak yang kau butuhkan." tawar Ruri.


"Tidak harus darah kakak juga. Aku tahu kakak masih harus melakukan banyak hal setelah ini sedangkan jika darah dari dalam tubuh kakak diambil maka tenaga kakak akan berkurang dan dalam waktu yang cukup lama kakak akan melemah." tolak Ze.


"Cukup darah dari naga lain walaupun mereka bukan naga yang memiliki kultivasi tinggi sekalipun." ucap Ze.

__ADS_1


"Baiklah, kau tunggu aku di sini dan aku akan membawakan apa yang kau inginkan. Negeri naga bukan tempat yang tepat untuk kau kunjungi untuk saat ini karena setelah kekacauan yang kak Liyang lakukan, ayah semakin membenci ras manusia." jelas Ruri.


"Kalau begitu aku dan Zili dapat mencari tanaman api neraka sementara kakak mengambilkan darah naga untuk kami. Cukup isi setengah dari botol ini saja kak." ucap Ze sembari memberikan sebuah botol kecil pada Ruri.


"Api neraka?" tanya Ruri.


"Ya." jawab Ze.


"Tanaman itu sangat sulit untuk diambil karena sesuai dengan namanya, tanaman itu sangat panas bahkan dapat melelehkan besi." jelas Ruri.


"Bagaimana kakak bisa tahu tanaman itu?" tanya Ze.


"Saat itu mendiang ibu kami terluka parah dan membutuhkan tanaman itu sebagai obatnya. Kami tidak dapat membawa pulang tanaman itu bahkan setelah kakek kami mengorbankan dirinya untuk mencabut tanaman itu. Akhirnya kami harus kehilangan dua keluarga terkasih kami karena peristiwa itu." jawab Ruri.


"Lalu bagaimana cara untuk mendapatkan tanaman itu?" gumam Ze.


"Tampaknya aku harus kembali bertanya kepada Silla." gumamnya lagi.


"Apa yang sedang kau gumam kan gadis kecil?" tanya Ruri.


"Bukan apa-apa kak. Aku akan cari cara untuk mendapatkan tanaman itu tanpa harus mengorbankan nyawa siapapun. Aku harus bisa demi mereka." jawab Ze.


"Sebelumnya kau harus berjanji tidak akan melakukan hal gila apapun dengan alasan apapun." ucap Ruri memperingati adik angkat kesayangannya.


"Baik kakak." ucap Ze.


Ruri akhirnya pergi setelah pamit karena ada banyak hal yang harus dia kerjakan. Ze melangkah kembali ke dalam gua diikuti oleh Zili.


"Aku akan menanyakan cara aman mencabut tanaman api neraka pada Silla." ucap Ze.


"Silahkan putri masuk ke dalam batu dimensi. Aku akan berjaga di sini." ucap Zili yang paham maksud Ze.


Ze segera masuk ke dalam batu dimensi tempat Silla dan memanggil jiwa batu dimensi yang dia sebut dengan nama Silla itu.


"Silla apakah kau mendengar aku?" tanya Ze memanggil Silla.


"Ya, dengan sangat jelas Ze." jawab Silla.


"Ada apa?" tanya Silla.

__ADS_1


"Bukankah kau tahu isi hati seseorang? Mengapa kau selalu bertanya tujuanku memanggil dirimu jika kau bisa mencari tahu langsung?" tanya Ze.


"Kau adalah pemilikku saat ini. Aku tidak bisa membaca pikiranmu tanpa meminta izin darimu sekarang." jawab Silla.


"Ada apa?" tanya Silla.


"Bukankah sangat sulit untuk mencabut tanaman api neraka?" tanya Ze.


"Iya, memang sangat sulit." jawab Silla.


"Mengapa kau tidak memberitahu aku sebelumnya?" tanya Ze.


"Aku lupa saat itu. Pada saat aku ingat dan ingin memberitahukan padamu, kau sudah pterlanjur keluar dari dimensi ini." jawab Silla.


"Karena aku tidak bisa menyampaikan apapun padamu saat kau di luar dimensi ini, maka aku hanya menunggu kau kembali dan bertanya padaku untuk masalah ini." tambahnya.


"Lalu, bagaimana cara untuk mencabut tanaman api neraka itu dengan aman?" tanya Ze.


"Sebenarnya yang sangat berguna dari tanaman itu adalah umbinya yang tertanam cukup jauh di dalam tanah. Batang, daun dan bunganya tidak berguna untuk pengobatan. Bagian itu hanya sebagai bentuk pertahanan hidup dari tanaman itu saja." jelas Silla.


"Lalu bagaimana dengan umbinya?" tanya Ze.


"Umbi tidak berbahaya sama sekali." jawab Silla.


"Jadi, jika ingin aman mendapatkan umbi itu, aku hanya perlu menggali lubang di jarak yang aman hingga mencapai tempat umbinya berada?" tanya Ze.


"Benar sekali. Kau memang pemilik paling cerdas yang pernah memiliki aku." puji Silla.


"Jika kakak Ruri mengetahui rahasia ini, dia pasti akan semakin sedih. Dia harus kehilangan dua keluarga yang dia sayangi karena tidak tahu rahasia mendapatkan manfaat obat dari tanaman api neraka itu." gumam Ze.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terima kasih banyak ya untuk yang sudah kasih tips, vote, hadiah, like dan komentarnya.


Terimakasih banyak juga untuk yang sudah kasih do'anya agar author selalu sehat.


Terimakasih juga bagi yang selalu dukung author.


Author terharu ternyata banyak yang peduli dengan author. Love you all😘

__ADS_1


Selamat membaca ya


__ADS_2