Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Dua puluh


__ADS_3

Zili tampak bimbang melihat keadaan Jin hu, Dujo dan ceri emas yang sudah banyak melukai dirinya sendiri.


"Duar..... duar.... duar..... " tiba-tiba kilat dan guntur kembali saling bersahutan di langit angin juga bertiup dengan arah yang kacau.


"Oh tidak, dia sudah berhasil menembus." ucap si gadis kecil.


Zili tersenyum menyadari peningkatan kekuatan dalam dirinya karena salah satu keuntungan sebagai hewan roh seseorang adalah semakin meningkat pencapaian pemiliknya, maka akan semakin meningkat pula kemampuan dan pencapaian hewan rohnya.


Ular api segera menyemprotkan racun ke arah lawannya membuat mereka melemah dan itu berhasil membuat Jin hu, Dujo dan ceri emas tenang karena efek halusinasi atau ilusi nya berkurang.


"Kerja bagus ular api." puji Zili.


"Cih, kalian pikir dengan menyerang aku secara diam-diam maka kalian akan membantu mereka? Kalian salah." ucap si gadis kecil.


"ILUSI MEMATIKAN AKTIF." seru si gadis kecil.


"Ha ha ha ha ha ha..... ha? Bagaimana bisa mereka tidak bereaksi?" tawa gadis kecil itu berganti kebingungan saat melihat mereka yang telah masuk jebakan ilusi nya justru terdiam tidak melakukan apa yang dia inginkan.


"Menunggu reaksi dari kemampuan ilusi mu hm?" ucap seorang gadis yang tiba-tiba muncul.


Aura yang keluar dari tubuh gadis itu sangat kuat bahkan hembusan angin sangat kuat dari arah gadis itu.


"Trik rendah milikmu itu tidak akan berguna saat aku ada di sini." tambahnya sambil menatap dan tersenyum meremehkan ke arah gadis kecil itu.


"Tuan." ucap Zili sambil menunduk.


"Sudah aku katakan untuk tidak memanggilku tuan." protesnya.


"Maaf


Ya, gadis itu adalah Ze yang masih selalu terlihat seperti seorang gadis kecil. Melihat Jin hu dan dua lainnya di dalam kurungan tabir Ze tiba-tiba mengeluarkan aura mematikan membuat mereka yang di tatap tajam olehnya serasa tercekik.


"Beraninya kalian." ucap geram Ze.


Ze melempar masing-masing satu jarum ke arah Jin hu dan Dujo dan tepat mengenai titik syaraf yang dia inginkan mereka tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Siram cece dengan air suci." ucap Ze pada Zili.


Tanpa menunggu tanggapan Zili, Ze melangkah mendekati lawannya itu dan seketika mereka saling melukai.


"Ada apa dengan mereka?" tanya Suho.


"Apakah tuan juga memiliki kemampuan ilusi?" gumam Zili.


"Itu hanyalah trik kecil yang mereka lakukan pada suamiku dan yang lainnya sebelum ini." ucap Ze.


"Dari mana tuan mempelajari ilmu ilusi itu?" tanya Zili.


"Aku sudah mendapatkan buku mengenai ilmu ilusi di dalam batu dimensi sejak awal aku memasuki batu dimensi. Aku mempelajari buku itu tanpa sepengetahuan siapa pun sejak saat itu." jawab Ze.


"Tapi tuan tidak pernah menggunakan ilusi selama ini." ucap Zili.


"Aku tidak suka menggunakan kemampuan ilusi karena tidak ada tantangan dalam bertarung dan kultivasi ku tidak akan terpicu untuk meningkat jika aku tidak sering bertarung. Tidak semua orang juga dapat terpengaruh oleh ilmu ilusi jadi, aku hanya akan menggunakan ilusi dalam keadaan yang mengharuskan untuk itu." jelas Ze.


Ze menatap Jin hu dan yang lainnya di dalam masing-masing kurungan itu yang terlihat sangat kacau.


"Apa yang terjadi pada mereka? Mengapa mereka malah tidak sadarkan diri?" tanya Suho yang baru memperhatikan keadaan mereka karena fokus melihat lawannya saling melukai.


"Bagaimana dengan mereka?" tanya Suho menunjuk ke arah lawan mereka yang saling menyerang.


Ze menatap keadaan mereka yang sudah saling melukai. Ze melangkah mendekati mereka lalu menjentikkan jarinya. Seketika mereka langsung terduduk dengan keadaan lemah.


"Sebaiknya kalian pergi dari tempat ini sebelum aku berubah pikiran dan menghabisi kalian di tempat ini." ucap Ze.


"Terima kasih atas belas kasih anda." ucap pimpinan dunia mimpi dan mereka segera pergi dari tempat itu.


"Mengapa anda membiarkan mereka pergi begitu saja?" tanya Suho.


"Mereka adalah pemimpin atau raja dari dua negeri yang sama-sama berasal dari dunia atas. Aku adalah manusia atau ras dari dunia bawah. Jika aku memb*nuh mereka, maka akan ada perang antara ras." jawab Ze.


"Memangnya kenapa dengan perang antara ras? Bukankah anda sudah cukup kuat untuk menangani mereka?" tanya Suho lagi.

__ADS_1


"Bodoh." tegur Zili lalu menepuk kepala Suho.


"Perang antara ras adalah perang seluruh ras manusia melawan ras mereka. Mengingat ras dunia atas yang sejak lahir sudah memiliki kultivasi tingkat misteri, maka sangat pasti kerugian atau korban jiwa dari ras manusia yang akan paling besar karena ras manusia sangat sedikit yang mencapai tingkat misteri bahkan hanya putri saja yang mampu menembus tingkat suci dan bahkan sudah mencapai tingkat mulia."jelas Zili.


"Oh, aku tidak berfikir sampai ke arah itu." ucap Suho sambil nyengir.


"Sudahlah, sekarang saatnya mengurus mereka bertiga." ucap Ze.


Zili membuka tabirnya dan Ze segera memeriksa keadaan mereka.


"Siapa orang ini?" tanya Ze saat selesai memeriksa Dujo.


"Dia adalah pengawal yang di utus ayahku untuk menemani aku melindungi anda putri." jawab Zili.


"Mengapa kondisi tubuh temanmu hampir sama dengan kondisi tubuh manusia sedangkan ceri emas dan ular api berbeda walaupun mereka berdua berubah wujud dalam bentuk manusia?" tanya Ze pada Zili setelah memeriksa kembali keadaan Dujo.


Saat ini ular api sudah merubah wujudnya pada wujud manusia begitu juga ceri emas. Sehingga Ze mengenalinya.


"Tentu berbeda." jawab Zili.


"Kami adalah ras dari negeri atas yang memiliki tubuh yang spesial. Saat muncul dalam wujud asli maka kondisi tubuh kami akan sama dengan kondisi tubuh ras asli kami dan saat dalam wujud manusia maka akan sama dengan kondisi tubuh manusia." jelas Zili.


"Mereka adalah asli dari dunia bawah sehingga mereka sama seperti siluman pada umumnya di dunia bawah. Walaupun dalam wujud manusia, kondisi tubuh mereka dan penanganan lukanya akan tetap penanganan untuk wujud asli mereka." tambahnya.


"Hm, aku mengerti sekarang." ucap Ze.


"Kalau begitu, ular api!" panggil Ze.


"Ya tuanku?" saut ular api.


"Kembali ke dalam batu dimensi dan bawa cece segera bersamamu. Biarkan dia berendam dalam kolam air suci hingga dia pulih." ucap Ze.


"Baik tuan." saut ular api lalu segera membawa ceri emas ke dalam batu dimensi.


"Untuk kondisi mereka, pil pemulihan akan butuh waktu lama untuk menyembuhkan luka mereka." ucap Ze saat melihat Zili hendak memberikan pil pemulihan pada Dujo.

__ADS_1


Zili mengurungkan niatnya memberi pil pemulihan pada Dujo. Zili sangat percaya bahwa Ze memiliki sesuatu yang jauh lebih baik untuk mengobati Dujo dan Jin hu.


Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa vote, like dan komen setelah selesai membaca. ✌


__ADS_2