
"Aku juga tidak tahu, karena aku sendiri juga bingung terhadap diri ku sendiri mengapa aku bisa begitu mempercayai nya" ucap ku.
"Baiklah Papa mengerti dengan apa yang kau bicarakan"Ucap Pak Adi.
Setelah aku mengatakan semua nya pada Papa ku, aku pun menjadi lebih tenang bicara dengan nya tanpa adanya rasa bersalah karena sudah membohongi nya.
" Baiklah, sekarang kamu belikan Papa minum karena sekarang Papa merasa haus "ucap pak adi.
" Baiklah Pa, aku akan membelikan minuman untuk kalian"ucap ku.
Setelah berpamitan kepada Papa dan Alvin aku pun segera berjalan menuju minimarket dekat gedung KUA.
Selama di perjalanan menuju mini market aku terus berfikir bahwa Papa sudah bisa mengerti dengan situasi ku saat ini.
Di saat aku berfikir tentang hal hal yang positif, muncul lah beberapa asumsi di dalam kepala ku.
Aku berfikir mungkin ini adalah cara Papa agar bisa menjauh kan ku dengan Alvin, dan Papa bisa saja berbuat hal yang nekat dengan memukuli Alvin.
Biar bagaimana pun aku bisa mengerti situasi Papa. Papa adalah orang tua ku, dan aku adalah anak perempuan satu satunya. Jadi bisa saja Papa tidak bisa terima permintaan Alvin untuk menikahi ku.
__ADS_1
Aku pun segera bergegas menuju minimarket, karena takut terjadi pertengkaran di antara mereka nantinya.
Setelah selesai membeli beberapa minuman dan cemilan untuk Papa dan Alvin aku pun segera kembali ke gedung KUA untuk melihat keadaan Alvin dan Papa.
Sesampainya di tempat aku meninggal kan mereka, ternyata mereka sudah tidak ada lagi di tempat itu, aku pun langsung segera mencari mereka, karena takut terjadi sesuatu di antara mereka.
Aku sedah mencari mereka kemana-mana akan tetapi aku tidak melihat mereka di mana pun. sampai akhirnya aku memutuskan untuk melihat mereka kedalam gedung KUA, karena hanya tempat itu yang belum aku cari keberadaan mereka.
Sesampainya aku di dalam gedung aku melihat Alvin sedang berjabat tangan dengan Papa ku, dan selain mereka berdua,di sana juga sudah ada penghulu yang sedang mendampingi Papa.
Dan aku mendengar jelas suara Alvin yang mengucap kan janji suci pernikahan secara lantang tanpa adanya kesalahan.
"Bagaimana para saksi... sah? " ucap penghulu.
"sahh... " ucap saksi berbarengan.
"Alhamdulillah" ucap penghulu lalu membacakan do'a-do'a setelah berlangsung nya pernikahan.
Setelah selesai aku pun melihat Papa dan Alvin berjalan menghampiri ku yang masih terdiam di tempe ku.
__ADS_1
"Selamat yah nak sekarang kamu sudah menikah dengan nak Angga Ardiansyah" ucap Pak Adi.
Aku pun yang mendengar ucapan Papa ku menjadi bingung setelah Papa menyebut nama Alvin dengan nama Angga.Karena yang aku tahu orang yang aku nikahi bernama Alvin bukannya Angga.
"Ya udah nak sekarang kita bicara terlebih dahulu, dan kita sebaiknya mencari tempat yang nyaman untuk kita bicara"ucap Pak Adi
Aku yang mendengar ucapan Papa ku hanya mengangguk mengiyakan perkataan Papa ku, meskipun aku agak sedikit bingung dengan yang di ucap kan Papa ku tadi.
Setelah kita menemukan tempat yang cocoku untuk kita bicara dan Papa pun yang memulai pembicaraan terlebih dahulu dan perkataan Papa sukses membuat ku sadar akan kesalahan ku.
" Cell perasaan ada yang kelupaan deh, tapi apa ya? "tanya Pak Adi pada ku.
" Emang Papa ada kelupaan apa sih pah? "tanya ku balik.
" Sebentar Papa inget inget dulu... astaga cell Papa lupa memberi tahu soal ini kepada Mama mu "ucap Pak Adi.
***
Maaf yah aku jarang update, di karena kan lagi banyak banget tugas-tugas sekolah.
__ADS_1
Dan makasih buat kalian yang udah mau mampir ke cerita aku🙏🙏.