SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
123.


__ADS_3

Mobil yang dinaiki Arkhan melaju di jalan aspal. Arkhan sesekali menghentak-hentakkan jemarinya di bundaran setiran. Ia ingat kejadian di restoran sesaat setelah Zalfa meninggalkannya. Arkhan melihat Faisal memungut sepotong ayam goreng yang terdampar di meja setelah sebelumnya mendarat di pipinya. Faisal meletakkan kembali potongan ayam goreng ke meja Arkhan dengan hentakan kuat sambil berkata, “Ini kukembalikan padamu.”


Faisal yang berkepribadian lembut pun bisa naik darah saat menatap Arkhan, terlebih Arkhan menghadiahinya sepotong ayam yang tega menabok mukanya. Hanya satu alasan yang membuat Faisal merasa sangat emosi menatap wajah Arkhan, yaitu cemburu. Hatinya masih belum bisa melepaskan Zalfa, dia tidak rela wanitanya itu direnggut begitu saja oleh Arkhan bahkan dengan cara yang buruk.


Arkhan mengangkat wajah, menatap Faisal yang berwajah masam. Tanpa sepatah kata, ia mengambil tisu dan mengelap sekeliling mulutnya masih dengan tatapan ke arah Faisal yang kini berdiri tegak di hadapannya.


“Bisakah kamu meluapkan kemarahan tanpa harus mewakilkan pada benda mati seperti ini?” Faisal menunjuk sepotong ayam yang baru saja di letakkan di meja Arkhan.


“Sorry. Aku tidak sengaja,” jawab Arkhan datar.


“Kupikir kau manusia berintelek tinggi, tapi pemikiranku salah. Caramu sangat rendah.”

__ADS_1


Arkhan meneguk jus miliknya hingga habis. Faisal bahkan menunggu reaksi Arkhan cukup lama karena Arkhan meneguk dengan lambat. Arkhan meletakkan gelas ke meja setelah isi gelasnya habis.


Faisal semain kesal melihat tingkah Arkhan yang tanpa respon. Awalnya ia mengira Arkhan akan membalas kata-kata Faisal dengan kemarahan, tapi faktanya tida. Pria itu malah bersikap cuek dan tidak peduli pada Faisal, seakan-akan menganggap Faisal tidak ada.


“Kau ini!” Faisal yang terlanjur membenci diri Arkhan karena sampai detik ini masih menaruh amarah dan kecemburuan atas Zalfa, kini emosinya terpancing naik. Ia meraih kerah kemeja Arkhan saat pria itu henda melangkah pergi meninggalkan Faisal hingga tubuh Arkhan sedikit tertarik mendekat ke arah Faisal.


“Lepaskan!” titah Arkhan sambil melirik tangan Faisal yang mengepal di kerah kemejanya.


“Jaga emosimu! Ini di tempat umum.”


“Aku nggak akan seemosi ini jika bukan karena kau telah menghancurkan hidup Zalfa dan membuatnya jauh dariku.”

__ADS_1


“Lupakan! Zalfa sudah mendapatkan masa depannya.” Arkhan memegang lengan Faisal kemudian menghentakkannya hingga terlepas kemudian meninggalkan pria itu.


Mengingat kejadian itu, Arkhan melepas nafas kasar. Sejujurnya ia juga kesal atas perlauan Faisal yang terlihat seperti mengancamnya, namun ia tidak mau membuat keributan dengan membalas kata-kata Faisal hingga akhirnya justru memancing kemarahan Zalfa lebih parah.


Suara klakson terdengar nyaring di sisi kanan mobilnya yang sedang melaju, membuatnya menoleh dan mengernyit melihat sebuah mobil mengiringinya. Tak lama mobil tersebut menjepit mobilnya hingga membuatnya terpaksa menghentikan mobil saat mobil di sisi kanannya tersebut bergerak cepat dan kemudian melintang di depan mobilnya.


“Shit!” umpat Arkhan kemudian turun dari mobil.


Faisal tampak keluar dari mobil lawan. Pria itu berjalan mendekati Arkhan dan berhenti saat jarak berdiri tinggal satu meter.


Keduanya bersitatap. Arkhan diam saja, ekspresinya tampak rileks dan tetap tenang. Kedua tangannya masuk ke kantong celana.

__ADS_1


TBC


__ADS_2