
Sesaat setelah kepergian Zalfa, Faisal tidak lagi menemui Ismail untuk mengucapkan selamat menempuh hidup baru. Dia sudah kadung malu atas perlakuan ibunya terhadap Zalfa. Apakah masih pantas ia menemui keluarga Zalfa sementara perlakuan keluarganya sendiri terhadap Zalfa sangat buruk?
Faisal melangkah mundur dan keluar. Sesaat ia berhenti, menyandarkan punggung di dinding dan menarik nafas dalam-dalam. Setelah kejadian di retsoran, ia tidak pulang ke rumah untuk memberi pelajaran pada ibunya supaya ibunya menyadari kesalahan. Namun kenyataannya semua itu justru tidak menyadarkan ibunya.
Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Faisal. Dengan segera, Faisal membuka notifikasi tersebut. Sebuah postingan yang menunjukkan Arkhan sedang membaca ayat-ayat Al Qur’an, diposting oleh seorang gadis bernama Arumi.
Faisal merinding melihat video tersebut. Baru sebentar diupload, video sudah ditonton oleh ratusan orang dan dibanjiri komentar berisi pujian. Namun anehnya, video tidak hanya dikomentari kalimat positif. Faisal heran saat tanpa sengaja membaca salah satu komentar bernada hinaan.
‘Itu yg dibilang buk ibuk berjilbab itu bener gak sih? Kalo bener, kasihan banget deh ih. Ngajinya hebat tapi akhlaknya rusak. Ups.’
Penasaran, Faisal pun menggeser video dan melihat akhirnya saja. Ternyata video tidak hanya berhenti sampai Arkhan menyelesaikan ngajinya, namun video terus berjalan hingga sampai pada Bu Fatima yang muncul ke ruangan dan memaki-maki Zalfa.
“Ya Tuhan!” Sontak Faisal meremas ponselnya. Ia semakin merasa rendah diri jika sampai kelakuan ibunya itu mengundang pro dan kontra netizen. Apa lagi jika sampai Zalfa menjadi korban buli karena perkataan Bu Fatima dipercayai orang.
Faisal melangkah meninggalkan rumah. Ia menuju ke mobil yang diparkirkan di tepi jalan, ia terkejut melihat sosok gadis yang membuka pintu mobil yang terparkir di depan mobilnya. Gadis itu memiliki wajah yang sama dengan foto gadis pemilik akun yang bernama Arumi.
__ADS_1
“Hei, tunggu!” Faisal yang sudah membuka pintu mobil pun kembali menutupnya dan mendekati gadis itu.
Arumi menoleh ke arah Faisal. Ia mengernyit heran menatap pria yang tidak dia kenali itu. “Kamu memanggilku?” Arumi menunjuk dadanya sendiri.
“Ya. Kau!” Faisal berdiri di hadapan Arumi. “Apa kau Arumi?”
Arumi semakin heran mendengar pertanyaan itu. bagaimana bisa pria asing itu mengenalinya?
“Iya, aku Arumi. Kau siapa? Kenapa bisa mengenaliku?” Tanya Arumi.
“Bu Fatima siapa maksudmu?”
“Wanita yang mkendatangi rumah Zalfa dan marah-marah. Itulah Bu Fatima.”
Dengan raut ketakutan atas kemarahan pria di hadapannya, Arumi menundukkan wajah yang mendadak memucat. Ia tidak tahu maksud kemarahan pria itu apa, tiba-tiba datang dan marah-marah. “Tapi aku nggak memposting apa-apa mengenai Bu Fatima. Aku hanya memposting video saat Arkhan mengaji.”
__ADS_1
“Lalu ini apa?” Faisal menunjukkan video di ponselnya, video yang menunjukkan Bu Fatima sedang marah-marah dan diposting oleh akun bernama Arumi.
“Hah?” Arumi terkejut melihat video tersebut. Ia yang sejak awal mengabadikan deretan acara, mulai dari ijab qobul, sampai saat Arkhan mengaji dan berakhir saat Bu Fatima muncul mengacaukan acara. Ia setia mengarahkan kamera.
“Tapi aku tadi udah memotong videonya. Dan aku menampilkan video yang sudah dipotong. Kenapa malah itu yang muncul?” Arumi mengecek ponselnya. “Ah, sepertinya aku salah mengambil video.”
“Cepat hapus video itu. apa kau tahu apa efeknya setelah kau mempostingnya? Kau jsutru akan menjatuhkan nama Zalfa. Apa kau tega menyakiti sesama wanita?” Baru saja Faisal menyesalkan perbuatan ibunya yang telah menyakiti Zalfa, sekarang muncul masalah yang bisa saja semakin menyudutkan Zalfa. Kesal sekali jadinya.
Arumi buru-buru menghapus video tersebut. “Bukan itu maksudku.” Suara Arumi bergetar ketakutan atas bentakan Faisal. “Aku hanya ingin menunujukkan kehebatan Arkhan sebagai mualaf dalam membaca Al Qur’an.”
“Kau ini!” Faisal mengangkat tangannya ingin melakukan apa saja terhadap Arumi, namun tangannya yang terangkat itu kembali ia tarik. “Videomu itu bisa saja malah menghancurkan nama baik Zalfa. Dan asal kamu tahu, siapapun yang berani melakukan itu, dia harus berhadapan denganku. Di dunia maya, terkadang manusia tidak bisa menangkap sesuatu dengan logis. Atau bahkan terkadang menyimpulkan masalah sepihak saja. Mereka tidak tahu mana yang benar dan salah. Jangan sampai orang-orang menelan mentah perkataan Bu Fatima lalu menganggap Zalfa mutlak salah. Kalau sampai Zalfa menjadi buah bibir netizen gara-gara ini, kau akan menanggung akibatnya.” Faisal masuk ke mobil dan berlalu pergi meninggalkan Arumi yang masih terpaku dan memucat.
***
TBC
__ADS_1