
Agak siang, Zalfa baru bangun saat Maria membuka tirai jendela. Selepas shalat subuh, Zalfa memanjakan tubuh dengan kembali berbaring di kasur. Entah kenapa ia mengantuk sekali. Biasanya ia mengaji terlebih dahulu sebelum turun ke bawah untuk masak. Tapi kali ini tubuhnya terasa kurang fit. Dia merasa kurang sehat, kepalanya juga keliyengan.
Dia kini tidak lagi tinggal di rumah Arkhan yang mewah dan besar. Setelah vonis hukuman penjara dua puluh tahun untuk Arkhan serta denda sebanyak sepuluh milyar, Zalfa harus pindah ke rumah yang sederhana. Tidak kecil, lumayan luas, namun berbanding terbalik dnegan rumah Arkhan yang dulu. Sebab rumah Arkhan sudah disita. Tunggu dulu, dua puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Mungkinkah mereka akan berpisah selama itu? Oh Tuhan.... Rasanya Zalfa ingin menangis mengingat hal itu.
Arkhan sudah meraup triliunan dalam aksinya meretas bank. Sungguh Zalfa tidak sanggup. Dan doanya di sepertiga malam, hanya satu permintaannya, yaitu keajaiban Tuhan. Keadaan bisa berbalik atas Kuasa-Nya. Itulah yang Zalfa yakini.
“Mama!” lirih Zalfa melihat Maria yang sudah duduk di sisi ranjang.
“Tidak biasanya aku melihatmu bangun siang. Keningmu tadi panas, sekarang juga masih panas. Jadi kupanggil dokter untukmu. Ini dokter pribadi kami.” Maria kemudian menatap ke arah dokter berseragam putih yang berdiri di sampingnya.
Zalfa tersenyum samar. “Mama kenapa pakai panggil dokter segala? Aku hanya demam biasa. Kemarin aku juga sempat merasa pusing seperti ini, tapi membaik dengan sendirinya.”
“Kapan itu terjadi?”
__ADS_1
Zalfa menghela nafas, teringat wajah Arkhan. “Saat Arkhan masih ada di sisiku. Dan dialah yang menemaniku untuk istirahat sampai aku tertidur. Ya, hanya perlu istirahat saja untuk mengubah keadaan menjadi baik. Semuanya akan baik-baik saja, Mama.”
“Jangan sepelekan kondisimu. Diamping Arkhan, kau juga harus menjaga kesehatan. Selama ini kau terlalu sibuk mengurus Arkhan, mulai dari persidangan sampai sekarang dia berada di tahanan. Kau selalu mengirimnya makan, kau tidak pernah absen membesuk di jam besuk. Dan sekarang kau menjadi sakit karena kesibukanmu.”
Zalfa kembali tersenyum melihat kecemasan ibu mertuanya. “Aku nggak perlu dikhawatirkan. Justru aku sangat mencemaskan Arkhan.”
“Aku baru saja membesuk Arkhan di tahanan. Dan Arkhan baik-baik saja, badannya juga tidak menjadi kurus. Tubuhnya bugar dan segar. Jangan terlalu emmikirkan dia. Arkhan itu lelaki hebat yang mudah mengatasi keadaan, jadi dia akan mudah menjalani semua ini. Itulah yang dia akatakan.”
Kemudian dokter mulai memeriksa Zalfa. Mulai cek tensi, meletakkan stetoskop ke dada Zalfa, guna mendengar suara jantung dan pernapasan, serta mendengar aliran darah.
“Kondisi seperti Nyonya Zalfa biasa terjadi pada kehamilan trisemester pertama,” ucap dokter dengan senyum lebar.
Sontak Zalfa membelalak kaget. Jantungnya seperti meledak. Hamil? Ya Tuhan… Akhirnya Engkau memberikan anugerah indah dalam pernikahan Zalfa dan Arkhan. Rasanya… entahlah. Zalfa terharu, ingin menangis, ingin menjerit, ingin memeluk siapa pun. Sulit diungkapkan dengan kata-kata bagaimana perasaan Zalfa sekarang. Berbagai rasa berkecamuk dalam benaknya. Ia bahagia karena Tuhan sudah mempercayainya dan menitipkan amanah itu kepadanya, tapi ia juga merasa sedih karena harus menjalani kehamilan tanpa disampingi suami. Ya, Zalfa tidak tahu harus bahagia atau bersedih. Ia bahkan tidak pernah menduga akan hamil di situasi seperti ini.
__ADS_1
Maria menunjukkan kebahagiaan melalui ekspresi wajahnya yang berubah gembira, tawa dan raut ceria terpancar di wajah itu.
Setelah berbivara dan memberi sederet pesan, serta vitamin pada Zalfa, dokter pun berpamitan pergi.
Maria tak henti berpesan pada Zalfa supaya menjaga kandungan dengan baik. Menjaga kesehatan dan tidak boleh stres.
“Mama, aku akan memberi kabar kepada Arkhan tentang calon anak kami. Semoga ini adalah awal berkah untuk Arkhan bisa mengakhiri hukumanya. Tuhan dengan segera menyudahi hukuman untuk Arkhan dengan cara apa pun. Tuhan memiliki Kuasa atas segalanya, dan harapanku dari anak ini hanya satu, Kuasa Tuhan untuk memberi kebebasan pada Arkhan dengan keajaiban apa pun.” Zalfa terharu dengan mata yang berkaca-kaca.
BERSAMBUNG
Makasih semuanya, udah dukung aku dan baca cerita ini sampai di sini. Banyak yg nge-DM aku di instagram. terharu aku tuuuh. 😘😘😘
.
__ADS_1
.
.