
Zalfa melihat kening Arkhan mengernyit saat pria itu mengamati gerakan tangan Zalfa yang melepas peralatan medis. Arkhan seperti sedang menaruh curiga.
“Mas Arkhan!” Zalfa berbisik penuh harap. “Ini rencana polisi.” Entah kenapa dengan ringannya Zalfa mengucapkan kalimat itu. Zalfa justru memberitahu kepada Arkhan kalau dia dalam bahaya.
“Aku baik-baik saja.” Zalfa bangkit bangun dan menunjukkan kondisinya yang memang sedang dalam keadaan sehat. Kalaupun dia kini tampak sedikit kurang sehat, itu hanya karena kondisi tubuhnya yang memang lemah akibat perubahan hormon di masa kehamilan trisemester pertama.
Arkhan tidak peduli dengan penjelasan Zalfa. Sorot matanya nanar menatap wajah Zalfa. Dia melepas masker dan membuangnya ke sembarang arah. Lalu mendaratkan ciumaan di bibir Zalfa. Sesaat ekmudian, dia memeluk istrinya itu.
Zalfa merasakan pelukan erat yang sepertinya tak ingin dilepas oleh Arkhan.
“Katakan kalau kau menjaga diri baik-baik, aku hanya butuh penjelasanmu tentang itu,” bisik Arkhan seakan tak peduli jika setelah ini, dia akan tertangkap.
“Iya, aku baik-baik aja.”
Arkhan melepas pelukan, menatap wajah Zalfa dan mengusap wajah itu dengan jemarinya. “Kita sudah lama berpisah. Sekarang aku tidak peduli dengan apa pun, aku hanya peduli dengan satu hal, kau dan bayi kita.” Arkhan tahu, kamar yang dihuni Zalfa berada tepat di tengah-tengah gedung, tidak ada jendela atau apa pun yang menghubungkan ruangan dengan ruangan lain atau akses keluar, Arkhan hanya bisa ke luar melalui pintu dimana tadi dia melaluinya. Dan sudah jelas, dia dalam pengawasan.
__ADS_1
Zalfa meraih tangan Arkhan, menempelkan telapak tangan pria itu ke pipinya.
“Kalau kita akan berpisah untuk selamanya, aku hanya ingin satu hal, jaga kandunganmu baik-baik. Jaga anak kita sampai dia lahir dan memanggilku ayah.” Arkhan berbicara dengan ringannya.
“Jangan bicara begitu. Tolong jangan katakan apa pun!” Zalfa tidak bisa berkata apa-apa. Seluruh kata seperti sudah habis tertelan dalam hati. Tangisnya pecah dengan kepala menunduk dan tubuhnya bergetar.
Posisi keduanya tidak berubah hingga beberapa orang masuk dan salah satu diantaranya memasang borgol di tangan kanan Arkhan sambil berkata, “Kau ditangkap!” Borgol menyatukan tangan kanan Arkhan dengan tangan kiri pria berjaket hitam.
Arkhan sama sekali tidak menoleh ke sumber suara. Tatapan matanya masih terus fokus menatap wajah Zalfa yang juga balas menatap matanya. Air mata Zalfa merembes tanpa henti. Keduanya masih terus bertukar pandang hingga saat Arkhan merasakan tangan kanannya ditarik dan ia mengikuti beberapa orang yang mendorong tubuhnya ke luar kamar.
Pandangan antara Zalfa dan Arkhan terputus saat Arkhan hilang di balik pintu. Tangis Zalfa semakin pecah. Dadanya sesak sekali. Betapa sedihnya melihat suaminya harus kembali dibawa ke sel untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya.
Iya, Zalfa tahu Arkhan bersalah. Zalfa juga tahu kalau Arkhan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tapi inikah yang harus dia rasakan? Inikah resiko mencintai seorang mafia? Tuhan, berikan sedikit saja kekuatan untuk Zalfa bernafas. Dadanya kian sesak dan sakit. Bahkan untuk bernafas pun sulit. Zalfa meletakkan telapak tangannya ke lantai untuk menyeimbangkan tubuhnya supaya tidak ambruk. Dia bahkan tidak tahu entah sejak kapan tubuhnya sudah dalam posisi bersimpuh di lantai.
Zalfa menghambur ke luar sesaat setelah menyambar ponselnya di meja. Dengan langkah secepat kilat, dia berlari menyusuri koridor rumah sakit. Tak peduli pada kesibukan di sekitar, pada orang-orang yang lalu-lalang, pada bed yang didorong, serta orang-orang yang duduk di kursi tunggu. Sesekali dia bertabrakan dengan orang yang melintas. Kemudian dia kembali berlari hingga sampai ke luar dan melihat Arkhan dimasukkan ke dalam mobil.
__ADS_1
“Arkhaaaan…!” Zalfa berteriak dan mengejar. Namun belum sampai tangan Zalfa meraih pintu mobil yang dinaiki Arkhan, mobil sudah lebih dulu bergerak.
Zalfa hanya bisa mematung menatap mobil yang bergerak meninggalkan area rumah sakit. Kepalanya menunduk saat merasakan cairan mengalir melewati pahanya, menerobos sampai ke mata kaki. Darah?
***
TBC
KLIK LIKE DULU
.
.
.
__ADS_1