SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
106.


__ADS_3

Sebelum next pada kelanjutan cerita, aku mau bilang bahwa karakter di novel ini udah sesuai dengan sudut pandangku, aku nggak peduli dengan hetters yang sibuk mencaci.


Jujur aja aku suka banget kalau novelku mendapat kritik, tapi aku paling nggak suka dihujat. Bedakan ya kritikan dengan hujatan.


Kritik itu berisi saran dan masukan yang bersifat membangun meski terkadang isinya pedas, tapi hujatan itu hanya bersifat mencela doang dan nggak memiliki nilai pesan baiknya sama sekali.


Di part sebelumnya, begitu banyak yang protes dan mencaci Zalfa yang katanya muslimah alim tapi udah nikah kok masih memikirkan pria lain.

__ADS_1


Ingat, Zalfa itu manusia biasa, meski Zalfa alim bukan berarti dia nggak bisa berbuat salah dan dosa. Iman manusia itu bisa naik turun. Inilah ujian untuk Zalfa, wanita alim yang hati dan pikirannya sedang digoda dan terhasut oleh bisikan-bisikan. Zalfa bukanlah sekelas ustadzah.


Dan ada lagi yang protes masak wanita berhijab dan sesalihah Zalfa bisa diperk*sa, bukankah yang diperk*sa itu wanita yang auratnya terbuka atau bla bla bla? Jangankan diperk*sa, wanita salihah bisa saja diperlakukan lebih buruk dari itu oleh manusia hina. Wanita salihah bisa saja mendapat ujian yang lebih dari itu. Itulah ujian berat untuk manusia pilihan yang kadar imannya sudah Allah ketahui dan dianggap mampu menjalani ujian tersebut.


Bahkan Nabi pun pernah diludahi, dihina dan banyak lagi perilaku keji yang menimpanya padahal beliau manusia pilihan yang sangat mulia akhlaknya. Inilah yang namanya ujian, sanggupkah dia menjalaninya?


Lalu bagaimana dengan sosok ustadz yang alim, hafal Al Qur’an, bahkan jauh lebih paham dengan ilmu agama, tapi dia masih bisa selingkuh itu gimana? di sinilah aku membuat karakter seorang Zalfa yang mengerti batasan hukum agamanya tapi melanggarnya. Banyak manusia yang begitu kok. Orang mengerti bahwa mencuri itu dosa, tapi masih juga dia lakukan. Orang tahu bahwa korupsi itu dosa besar karena merampok hak jutaan manusia, tapi tetap dia lakukan. Orang tahu bahwa menjual diri itu dosa, tapi masih banyak orang menjadi wanita malam. Padahal mereka tahu itu DOSA BESAR. Sama halnya Zalfa, memikirkan pria lain selain suaminya itu dosa, tapi tetap dia lakukan. Kembali lagi, Zalfa itu manusia biasa. Meski alim dan mengerti bahwa apa yang dia lakukan itu salah, bukan berarti dia lempeng aja, sempurna dan nggak bisa salah.

__ADS_1


Tau nggak cerita yang berjudul D**R Allah, kisah Wildan, pria agamis yang salih dan sangat paham dengan agama, dia gagal nikah dengan calon istrinya karena calon istrinya kabur di hari pernikahan? Kemudian wanita lain bernama Naira yang menggantikan untuk menjadi pendampingnya saat pernikahan tersebut. Sikap dan perilaku Wildan yang sangat taat agama itu justru mencerminkan sikap pria kurang ajar terhadap Naira dalam kesehariannya karena kepikiran terus sama mantan calon istrinya yang kabur meninggalkannya hingga membuatnya patah hati. Ini nih hebatnya si penulis membuat kisah pria alim yang mengerti batasan seorang suami namun justru dia melanggar ajaran-Nya, ampai istrinya dibikins engsara sepanjang masa karena cinta sepihak. Kisahnya menarik banget menurut aku, bukannya malah dihujat.


Kita nggak bis aprotes, kok Wildan yang paham agama bisa separah itu sih sama istrinya? Ya itulah karakter yang diciptakan si penulis, Wildan juga manusia biasa, dia bisa melakukan kesalahan, sama seperti Zalfa.


Intinya, mendalami karakternya boleh, terbawa emosi juga gak pa-pa, asal jangan nyolot.


πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰πŸ™‰

__ADS_1


__ADS_2