
Arkhan duduk di sebuah kursi, berhadapan dengan pria berbadan gagah, sama gagahnya dengan dirinya, dibatasi meja panjang. Arkhan menatap pria yang duduk di ujung meja, ukuran panjang meja sekitar dua meter membuat jarak pandang mereka lumayan jauh.
Pria berseragam dengan nama Tirto di dadanya itu berdiri dan mendekati Arkhan. “Minum?” Dia meletakkan segelas kopi panas ke meja depan Arkhan, menyandarkan pinggang ke sisi meja, tepat di samping Arkhan.
Arkhan meraih gelas dan meneguk isinya, lalu mengembalikan gelas ke meja. Ruangan terang yang dingin mungkin cukup menjadi salah satu alasan untuk membuatnya merasa rileks.
Tirto melipat tangan di dada, sedikit membungkukkan tubuh, menangkap wajah Arkhan yang tampak sangat tenang.
Arkhan balas menatap Tirto tanpa sedikit pun merasa takut. Untuk sekelas tahanan yang melarikan diri dan kemudian kembali tertangkap, Arkhan termasuk sangat tenang dan tanpa ada rasa takut sama sekali akan hukuman yang mungkin akan jauh lebih memberatkannya.
“Kau tahu kenapa kau berada di ruangan ini?” Tirto memulai pembicaraan.
Arkhan diam saja.
__ADS_1
“Selama dalam masa tahanan, kau sama sekali tidak berkelakuan baik. Ada banyak perbuatan yang justru akan membuatmu bertahan lama di sini, tanpa remisi, juga tanpa keringan hukuman. Kau tahu itu, kan?” sambung Tirto.
Arkhan masih diam, menatap Tirto dengan tegas, sama tegasnya dnegan tatapan Tirto ke arahnya.
“Arkhan!” Tirto menepuk keras pundak Arkhan. “Berkelahi di dalam penjara dengan sesama tahanan, mengakibatkan lawan dilarikan ke rumah sakit umum karena menderita luka parah dan selama satu minggu dalam masa perawatan. Beruntung dia masih bernafas. Kemudian kau juga melarikan diri dari penjara.”
“Semua kulakukan untuk bertahan hidup. Aku hanya membela diri saat Beno menyerangku. Apa kau tahu kalau dia adalah singa yang merasa berkuasa di dalam sel? Semua orang dia anggap semut dan dengan mudahnya dia injak. Tentang melarikan diri. Semata-mata aku hanya ingin melindungi istriku, kau tahu kalau kelemahanku adalah istri. Bagaimana mudahnya aku terperdaya saat istriku menjadi umpan. Itu juga yang dilakukan oleh Mario, raja hacker. Setelah aku, ada Mario yang juga merupakan hacker handal. Dia memiliki jaringan luas, anak buahnya menyebar di seluruh negeri. Dia mengandalkan aku demi peretasan besar-besaran yang tujuannya adalah bank Amerika, jika tidak kuterima penawaran itu, istriku menjadi taruhan. Untuk kali ini aku memohon padamu, lindungi istriku. Sanggupkah kau melindungi keamanan istriku saat aku bertahan di dalam penjara?”
Kening Tirto bertaut, tatapannya semakin tegas ke mata Arkhan. “Aku paham dengan posisimu.” Tirto menghela nafas. "Masih ingat dengan Al Haikal, peretas muda yang direkrut pihak kepolisian setelah masa tahanannya selesai?"
Pria berseragam tersenyum tipis. "Kau sudah menduga kalau kau akan direkrut oleh pihak kepolisian, begitu?"
"Dan memang itu penawaran Anda, bukan?"
__ADS_1
"Luar biasa, kau sudah tahu rencana ini. Kau akan direkrut untuk membantu penegakan hukum. Kau diperbantukan untuk menangani kejahatan cyber, tentu saja perekrutan dilakukan setelah proses hukum terhadap pemimpin kelompok pembobol sepertimu ini selesai."
Arkhan tertawa tergelak. "Anda bercanda. Perekrutan akan dilakukan setelah masa tahananku selesai? Itu kedengaran lucu. Dua puluh tahun bukanlah waktu singkat."
"Tidak. Masa hukumanmu dipersingkat delapan tahun."
TBC
TOMBOL LIKE MINTA DISENTUH
.
.
__ADS_1
.