
Hari ini Zalfa merasa perlu menyisihkan sebagian hatinya untuk tersenyum, sebab mertua dan adik iparnya kini telah memeluk Islam. Dan ia juga bersyukur karena masih banyak orang yang menyayangi Arkhan meski kini status Arkhan sudah berbeda. Terbukti begitu banyak orang yang menyanjung Arkhan di sosial media. Foto wajah tampan Arkhan mendadak viral, dan begitu mudahnya ditemukan di sosial media. Bukan hanya foto, suara mengaji yang dilantunkan oleh Arkhan juga terus mewarnai dunia maya. Perbincangan yang menyebut-nyebut nama Arkhan menjadi topik hangat yang dikupas habis.
Zalfa merasa was-was, bagaimana jika netizen mengetahui posisi Arkhan sekarang yang berada di balik sel? Bisa jadi tanggapan netizen terhadap Arkhan akan berbalik seratus delapan puluh derajat. Berbagai gunjingan dan umpatan bisa saja diumbar dan ditujukan untuk Arkhan.
Berita tertangkapnya peretasan bank yang akhir-akhir ini gempar di dunia pemberitaan, tentu saja akan menguak siapa Arkhan yang sbeenarnya. Mau berapa lama nama Arkhan tetap harum setelah kejadian itu?
Dugaan Zalfa tidak meleset. Dunia maya adalah dunia yang begitu mudahnya menyebarluaskan informasi. Dan keberadaan Arkhan yang kini mendekam di balik sel pun tersebar, sebab nama inisial IAA yang disebut-sebut di berita mengenai peretas bank tersebut akhirnya terungkap juga di sosial media, menjadi ternding topik. Inisial IAA, tak lain Ibadullah Al Arkhan, tak lain pria yang sama dengan pembaca Al Qur’an yang disanjung jutaan umat manusia.
Dimulai dari harumnya nama Arkhan sebagai mualaf yang suaranya sangat merdu saat membaca Al Qur’an, dengan irama indah dan tajwid yang tepat, publik menggiring opini mengenai Arkhan yang kini berada di balik sel.
Pembicaraan di media sosial kian gencar tentang sosok Arkhan. Pro dan kontra.
Zalfa pun menutup ponsel dan mematikan data. Ia tidak mau mengikuti informasi yang beredar. Sudah cukup kekalutan yang ada, jangan ditambah lagi dengan desas-desus baru.
Kedatangan Ismail yang berkunjung di kediaman Zalfa, setidaknya cukup membuat Zalfa mersa terhibur. Kakak kandungnya itu datang bersama dengan Tini. Keduanya tampak sangat harmonis dan berbahagia.
Ada kebahagiaan tersendiri di hati Zalfa melihat keharmonisan dan raut kasmaran di wajah Tini. Mereka sungguh pasangan yang serasi.
__ADS_1
Zalfa tidak pernah melupakan kebiasaannya menyalami tangan Ismail dan mencium punggung tangan kakaknya itu sebagai tanda hormatnya pada kakaknya. Ia juga melakukan hal yang sama pada Tini meski Tini menyambutnya dengan canggung.
Mereka duduk berhadapan di ruang tamu.
“Zalfa, bagaimana keadaanmu? Kamu baik-baik aja, kan?” Ismail menunjukkan kecemasan.
“Baik, Mas. Jangan cemaskan aku. Di sini ada Mama Maria yang selalu memperhatikanku,” jawab Zalfa.
“Aku baru saja ke kantor polisi untuk menemui Arkhan.”
“Entahlah. Kelihatannya baik.”
“Maksud, Mas?”
“Dia hanya sebentar saja menemuiku, sepertinya dia menduga kalau yang datang menjenguknya adalah kamu, dan dia kembali masuk saat tahu akulah yang datang untuk menjenguknya. Mungkin dia kurang bersemangat untuk bicara denganku, sebab merasa tidak ada yang perlu dibicarakan. Aku hanya ingin memastikan kalau suami dari adikku baik-baik saja. Dan aku juga ingin memberinya motivasi supaya imannya tetap teguh, itu saja.”
Helaan nafas keluar dari pernafasan Zalfa.
__ADS_1
“Zalfa, bagaimana hubunganmu dengan Arkhan setelah kejadian ini? Kamu tetap mendukung Arkhan bukan?”
Zalfa menatap mata Ismail nanar. “Tentu, Mas. Apapun yang terjadi, aku akan tetap setia menunggu Arkhan. Meski sampai beruban pun, aku akan tetap menantinya di sini. Dia suamiku, Mas.”
Ismail terharu emndengar pengakuan Zalfa. “Syukurlah. Aku hanya takut kamu mundur dan meninggalkan Arkhan.”
“Nggak mungkin aku lakukan itu. Suamiku adalah mualaf, dan aku harus menjadi contoh yang baik untuknya. Dia butuh bimbingan dan dukungan dariku. Jika aku meninggalkannya, maka aku menjadi wanita muslim yang buruk di matanya.”
“Apa kamu mencintainya?” Tanya Ismail ragu-ragu.
“Sangat. Aku sangat mencintainya,” jawab Zalfa dengan air mata yang tanpa terasa menganak sungai.
“Syukurlah jika kalian saling menyayangi. Saat ini nama Arkhan sedang menjadi buah bibir di sosial media. Kamu jangan sampai mundur hanya karena ucapan netizen yang julid dan kasar di sosial media mengenai Arkhan. Kamu adalah satu-satunya orang yang sangat diharapkan oleh Arkhan. Zalfa, kamu yang sabar. Tetap tegar. Dan berilah keyakinan pada Arkhan agar imannya tetap teguh. Dukung dan motovasilah dia. Dia membutuhkanmu.”
“Pasti, Mas.” Zalfa mengangguk.
BERSAMBUNG
__ADS_1