SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
150.


__ADS_3

Zalfa mengusap air matanya dengan punggung tangan. Bahunya bergetar sesenggukan. Dan ia terperanjat saat merasakan sentuhan lembut di pundaknya. Ia menoleh dan melihat Maria berdiri di dekatnya.


“Mama!” lirih Zalfa dengan tatapan tak menentu.


Maria menatap wajah Zalfa yang basah dan sembab. “Ada apa?” tanyanya. “Arkhan pergi lagi?”


Zalfa menelan dengan sulit, lehernya seperti tercekat. “Ini bukan sekedar masalah kepergian Arkhan aja, Ma. Tapi ini masalah besar.”


“Zalfa, tenangkan dirimu.” Maria menarik pergelangan tangan Zalfa dan membimbingnya duduk ke sofa. Wanita tengah baya itu berjalan menuju meja dan mengambil segelas air putih yang baru saja ia tuang dari teko kaca, kemudian menyerahkan air mineral tersebut kepada Zalfa. “Minumlah. Kau akan lebih tenang.”


Zalfa menerima gelas tersebut dan meneguknya kemudian meletakkan gelas ke meja.


“Masalah besar apa yang kau bicarakan?” Maria kembali melanjutkan pembicaraan. Ia duduk di sisi Zalfa.

__ADS_1


“Ma, aku nggak pernah melarang atau pun mendikte kehidupan Arkhan, termasuk kepergiannya meski tengah malam. Tapi aku hanya ingin tahu apa yang dia kerjakan kenapa sampai harus pulang dini hari? Jika dia keluar hanya untuk melakukan perbuatan jahat, tentu aku akan melarangnya. Inilah tugasku sebagai istrinya, aku harus bisa menjadi benteng dalam menjaga suamiku dari keburukan, juga sebaliknya. Ma, aku ingin mengatakan sesuatu tentang Arkhan, tapi tolong jaga rahasia ini. Cukup aku dan mama yang tahu.”


“Apa itu? katakanlah!”


“Arkhan selama ini menjadi peretas bank, dia juga Bandar narkoba.”


Maria membelalakkan mata, kaget. Ia memundurkan wajahnya dan menghela nafas kasar. “Apa yang kau bicarakan?”


“Tidak Zalfa. Kau tidak boleh lemah. Jika kau lemah, lalu siapa yang akan menjadi penguat Arkhan. Dia butuh kamu. Aku mungkin tidak bisa menjadi ibu yang baik untuknya, tapi kamu mungkin bisa menjadi pengarahnya. Jadikan dia suami yang baik melalui dirimu. Aku minta tolong padamu.”


Zalfa tersenyum mendengar kata-kata Maria yang begitu mempercayainya, menjadikan dirinya sebagai pundak untuk sandaran Arkhan yang memang butuh sosok penuntun. Ia bangga pada dirinya yang dianggap sebagai penguar untuk Arkhan.


“Mama, aku nggak bisa sendiri. Aku butuh mama untuk sama-sama mengingatkan Arkhan.” Zalfa meraih tangan Maria dan meletakkan punggung tangan itu ke pipinya. “Arkhan juga butuh mama.”

__ADS_1


“Sekarang Arkhan sudah menjadi suamimu. Maka kau juga harus menjadi bagian pembimbing langkahnya. Aku sama sekali tidak pernah mengajarkannya pada keburukan, tapi kenapa ini yang terjadi?”


“Jangan salahkan diri Mama. Sekarang kita hanya harus memikirkan masa depan Arkhan.”


“Kau menikah dengan Arkhan dalam waktu singkat setelah kalian saling kenal. Apa... Apa kau mencintai Arkhan?” Maria bertanya ragu-ragu.


Zalfa menatap Maria lekat-lekat. “Iya, Mama. Aku mencintai Arkhan.”


Maria mengangguk penuh kelegaan. “Arkhan memang butuh wanita sepertimu. Wanita yang mencintainya dan tentunya dia juga akan mencintaimu. Aku yakin, hanya cinta yang akan mampu menunjukkan keajaiban dan mengubah Arkhan menjadi laki-laki baik. Dulu, Arkhan pernah membawa wanita ke rumah ini. Dan wanita itu kulihat bukanlah wanita yang penuh cinta. Semakin lama mengenalnya, aku semakin tahu kalau dia bukanlah wanita yang tepat untuk Arkhan. Aku tidak pernah menunjukkan sikap buruk padanya untuk menunjukkan kalau aku tidak mengharapkannya menjadi menantuku, aku hanya berdoa supaya Tuhan memisahkan Arkhan dan wanita itu jika memang wanita itu bukanlah wanita yang tepat untuk Arkhan. Dan benar, Arkhan akhirnya berpisah dengan wanita itu. sekarang, ada kau yang menjadi pendamping hidupnya. Aku harap kamu bisa membuat Arkhan menjadi lebih baik.”


Zalfa mengangguk. Semoga ia bisa. Sebenarnya sisi hati kecilnya masih ingin bertanya banyak hal mengenai wanita yang masuk di kehidupan Arkhan sebelum dirinya yang diceritakan oleh Maria. Tapi sisi lain hatinya merasa cemburu. Ada perasaan tak nyaman mendengar Arkhan dulu pernah dekat dengan sosok wanita yang mungkin lebih cantik darinya, atau lebih menawan dibanding dirinya, atau lebih menarik hati dan entah apa lagi.


TBC

__ADS_1


__ADS_2