
Aku pun segera duduk di kursi yang kosong tanpa mendengarkan perkataan laki laki yang ada di depan ku.
"Kamu siapa?" tannya laki laki yang ada di depanku.
"Aku Marcella,panggil aja cella" ucap ku.
"Kamu pesan lah sesuatu" Ucap nya dingin pada ku.
"Baik lah,lagian aku juga sudah haus. Apa kau tidak ingin memesan makanan?" ucap ku.
"Ok baik lah, kau panggil saja pelayanan nya terlebih dahulu" ucap nya datar.
"Kau inggin pesan menu apa?supaya nanti setelah pelayanan itu datang biar aku yang memesan kan nya" tanya ku.
"Apa saja yang penting bisa di makan" ucap nya cuek.
Aku pun segera memanggil pelayan dan segera memesan makanan yang menurutku enak untuk di makan dan bisa di makan oleh siapa pun.
Setelah memesan menu,pelayan itu segera mencatat semua yang aku sebutkan dan pelayan itu pun berlalu meninggal meja yang kami tempati.
Setelah 10 akhirnya pelayan itu pun datang dengan membawa beragam makanan yang sudah ku pesan tadi.
"Pilihannya tidak terlalu buruk" Ucap pemuda itu dalam hati.
__ADS_1
"Kita habiskan dulu makanan nya baru kita akan berbincang bincang" ucapnya pada ku.
"Baiklah" Jawab ku.
Setelah 20 menit akhirnya makanan yang sudah kami pesan pun sudah habis. Setelah selesai menghabiskan makanan nya aku pun segera membuka suara untuk memulai pembicaraan dengannya.
"Jujur saja aku sebenarnya agak trauma dengan mengikuti kencan buta seperti ini" ucap ku memulai pembicaraan dengan Alvin.
"Memangnya kenapa? " tanya Alvin.
"Apakah tidak apa apa jika aku menceritakan nya pada mu? " Tanya ku.
"Tidak masalah aku akan mendengarkan ceritamu" ucap Alvin.
"Baiklah aku akan cerita semua yang pernah aku alami selama mengikuti kencan buta seperti ini" ucap ku.
"Aku juga pernah mengalami kejadian seperti itu, bahkan aku sering bertemu wanita yang hanya memanfaatkan ku saja" Ucap Alvin.
"Berarti kita pernah mengalami kejadian yang sama" Ucap ku.
"Iya bahkan hampir sama" Ucap Alvin sambil tersenyum.
"Maka dari itu aku sudah menyerah jika harus mengikuti kencan buta lagi, tapi kalau bukan karena mamaku aku mungkin tidak akan memikirkan untuk menikah saat ini karena aku sudah lelah mencari nya dan aku akan menunggu nya saja datang pada ku karena aku mempercayai kata kata jodoh itu tidak akan kemana dan tidak akan tertukar" Ucap ku.
__ADS_1
"Yah ucapan mu ada benarnya juga kalau sudah jodoh tidak akan kemana bukan, dan aku melakukan kencan buta seperti ini juga karena orang tua ku"Ucap Alvin.
" Yah...mungkin aku akan menikah jika sudah bertemu dengan orang yang satu pemikiran dengan ku dan orangnya juga baik serta mau menerima ku apa adanya,mungkin saat itu juga aku akan bilang kepada orang tua ku bahwa aku sudah menemukan orang yang tepat untuk menemani hidup ku"Ucap ku.
"Dan aku juga lagi mencari orang yang benar benar serius dengan ku, bukan hanya memanfaat kan ku saja" Lanjut ku.
"Baiklah kalau aku memang benar mau serius sama kamu bagaimana?Apa kamu mau sama aku?Dan kalau kamu mau sama aku,aku mau nikah sama kamu" Tanya Alvin.
Aku pun kaget mendengar ucapan Alvin. Aku tadinya hanya meng ngetes nya saja dan apalah jadinya dia pun menganggap serius ucapan ku padanya.
"Ahh... a..aku bingung mau jawab apa" Ucap ku gugup.
"Kamu nggak perlu bingung mau jawab apa, kamu tinggal jawab saja pertanyaan aku tadi, iya atau tidak? " ucap Alvin.
"Ya aku sih mau aja pertimbangin dulu, kalau kita sudah saling mengenal satu sama lain dan mengerti satu sama lain, dan aku juga perlu pendapat orang tua ku juga kan? " Ucap ku.
"Baiklah aku anggap jawaban mu berarti iya" Ucap Alvin.
"Ko kamu main jawab iya aja sih? kan tadi aku jawabnya bukan iya tapi aku mau pertimbangin dulu" Ucap ku kesal pada Alvin.
"Rumah kamu di mana? " Tanya Alvin.
"Rumah aku di jalan adipati"Jawab ku.
__ADS_1
"Okk baiklah, besok aku tunggu kamu di KUA dekat rumah kamu di jalan adipati,jam 10 siang" Tutur Alvin.
"Hahh... k.. ko kamu main mutusin aja sendiri sih? " ucap ku.