
“Zalfa!” panggil Arkhan membuat Zalfa menoleh ke sumber suara.
Zalfa tersenyum menatap Arkhan yang berjalan mendekatinya. Pria itu menjentikkan jempol saat sudah berada di hadapan Zalfa.
“Aku tidak perlu mencari bukti untuk menunjukkan kepadamu kalau aku bukan pelaku pembunuhan itu.” Senyum Arkhan tertarik sedikit.
Zalfa mengangguk. Tuhan sudah membuka kebenaran itu.
“Sudahlah, ayo pulang! Jangan terlalu lama di sini.” Arkhan berjalan beberapa langkah, namun kemudian langkahnya terhenti. Dia menoleh dan kembali kepada Zalfa kemudian berbisik di telinga wanita itu, “Aku rindu bercinta denganmu.”
Zalfa membelalak. Dasar laki-laki! Dia masih terdiam memikirkan kata-kata Arkhan sampai akhirnya dia tersadar dan melihat Arkhan sudah berjalan meninggakannya menuju ke arah jalan. Pria itu menoleh sambil tersenyum dan mengerlingkan sebelah matanya.
Arkhaaaan…. Kurangi sedikit pikiran itu. Zalfa bergegas mengejar Arkhan.
Arkhan berhenti saat di tepi jalan tidak menemukan mobil Zalfa terparkir di sana. Hanya ada kendaraan lalu lalang dan dua buah motor di trotoar dekat gerbang. Lalu Zalfa tadi naik apa? Apakah naik taksi?
__ADS_1
“Kita pulang naik taksi?” tanya Arkhan dengan alis terangkat. “Kau tidak membawa mobil?”
Zalfa tersenyum tipis. “Maafkan aku, mobil pemberianmu udah kujual. Dan inilah yang sekarang kumiliki.” Zalfa menunjuk salah satu motor bebek yang terparkir di sana.
Arkhan tertegun menatap motor yang ditunjuk. Raut wajahnya tampak biasa dan seakan tanpa perubahan, namun hatinya terasa mencelos. Bahkan kini tak satu pun harta milik Arkhan yang menjadi bagian hidup Zalfa. Arkhan sudah tidak bisa lagi memanjakan wanita dengan kekayaannya. Jika dulu dia berani bilang bahwa kekayaannya seakan tidak habis meski Zalfa memberikan beberapa jam tangannya kepada orang lain, sekarang segitu cepat Tuhan mengambil seluruh harta yang dititipkan, karena memang harta itu didapatkan dengan cara yang tidak halal.
“Maaf, aku nggak bisa menjaga mobil yang kamu berikan. Aku harus menjualnya untuk keperluan lain. Aku butuh banyak biaya saat kamu berada di tahanan. Aku membeli rumah baru, biaya ke rumah sakit, dan lains ebagainya.” Zalfa takut Arkahn menjadi kesal karena tidak bisa menjaga amanah.
“Tidak tidak. Jangan minta maaf. Kau tidak bersalah jadi jangan minta maaf. Aku yang sudah membuat kehidupanmu berubah menjadi seperti sekarang, kau tidak apa-apa, kan?”
Arkhan benar-benar salut melihat Zalfa yang tetap tersenyum dan terlihat bahagia meski kini kehidupan wanita itu telah berubah. Dia tetap tertawa meski kendaraan yang dia naiki hanyalah roda dua.
Zalfa mengeluarkan kunci motor dari tasnya lalu memasangnya di motor.
“Ayo, naik! Kamu yang setir!” ajak Zalfa dengan senyum lebar.
__ADS_1
Sudut bibir Arkhan tertarik sedikit. Dia kemudian melangkahkan kaki ke motor sesaat setelah memasang helm. Tubuhnya yang gagah duduk di atas motor. Zalfa memboncen, duduk menyamping. Lengan kanannya melingkar di perut Arkhan.
“Kau yakin akan baik-baik saja dengan berpegangan seperti itu? kau bisa jatuh.” Arkhan menoleh ke belakang, menatap Zalfa.
Zalfa mengernyit, dia melirik lengannya yang sudah berpegangan. “Iya, aku udah pegangan, kok. Ayo, jalan!”
“Berpegangan lebih erat lagi!”
Zalfa tersenyum kemudian melingkarkan kedua lengannya, memeluk tubuh berotot itu. hampir saja ujung jemarinya tidak menyatu karena tubuh yang dia peluk benar-benar gagah dan besar. Zalfa menempelkan pipinya ke punggung Arkhan saat motor sudah mulai bergerak melaju.
Angin terasa menampar-nampar pipi Zalfa. Dia memejamkan mata, mengenang kejadian beberapa waktu silam saat dia berada di atas motor bersama Arkhan dalam posisi dan situasi yang berbeda. Dulu, dia duduk di tanki motor meski tetap Arkhan yang memegang stang. Dulu, mereka naik motor berduaan dalam keadaan sama-sama marah. dulu, mereka naik motor meski memiliki mobil. Dan dulu, mereka tidak saling mencintai.
Sekarang, situasinya sudah berbeda. Sekarang, Arkhan yang di depan dan Zalfa membonceng di belakan. Sekarang, mereka naik motor dalam keadaan bahagia. Sekarang, mereka naik motor karena hanya itulah satu-satunya kendaraan yang mereka miliki. Dan sekarang mereka saling mencintai.
TBC
__ADS_1