
Zalfa mengucek mata, mengusir kantuk yang menyerang. Satu tangannya tanpa sengaja menyentuh ke kasur sampingnya, telapak tangannya meraba sebentar, kosong. Arkhan tidak ada di sisinya. Kemana pria itu?
Zalfa menoleh ke sumber suara saat mendengar seseorang berbicara. Ia menatap Arkhan yang entah sudah sejak kapan terjaga dan kini sedang berdiri di dekat jendela menelepon. Gurat wajah pria itu tampak menegang dan panik. Saat pria itu melirik gerakan tubuh Zalfa di kasur, dia pun menyudahi perbincangannya dan menutup telepon.
“Siapa yang menleponmu pagi buta begini?” Suara Zalfa kurang jelas akibat kantuk yang masih menggelayuti.
“Teman,” singkat Arkhan sambil duduk de sisi ranjang.
“Pagi buta begini?”
“Hm.” Arkhan fokus pada ponselnya. Entah apa yang dikerjakan pria itu sampai-sampai pengawasan matanya tidak lepas layar hape.
“Memangnya apa yang dibicarakan temanmu di pagi buta begini? Apa ada hal penting? Atau darurat?” Kebiasaan Zalfa yang suka banyak tanya pun kembali muncul. “Bukankah hanya perkara darurat yang dibicarakan di waktu-waktu begini?”
“Tidak juga. Teman lama yang hanya ingin sekedar mengobrol terkadang juga menelepon di jam-jam darurat. Mereka hanya ingin mengobrol santai saja. Inilah dunia laki-laki, berbeda dengan wanita,” jawab Arkhan tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponsel.
Zalfa mengamati ekspresi wajah Arkhan yang tampak sangat serius. “Kalau memang hanya sebatas urusan temen mengobrol santai, kenapa ekspresimu segenting itu?”
Arkhan menoleh sekilas ke arah Zalfa kemudian mengusap wajah kasar. Ia tidak menjawab, pandangannya kembali ke layar ponsel.
__ADS_1
“Sejak kapan kamu bangun? Apa kamu nggak mau tidur lagi?” Zalfa menarik ponsel di tangan Arkhan dan menelungkupkan benda itu ke kasur belakangnya hingga Arkhan kehilangan objek pemandangannya.
“Zalfa! Jangan pancing kekesalanku! Kembalikan!” titah Arkhan dengan ekspresi semakin menegang.
“Berarti benar, pembicaraanmu bukan sekedar pembicaraan santai sesama teman, tapi urusan genting. Apa kamu nggak mau kasih tahu aku?” Zalfa tidak peduli dengan kekesalan Arkhan. Senyumnya tetap mengembang lebar. Posisinya yang dalam keadaan berbaring miring menghadap Arkhan, membuatnya dengan mudah menangkap ekspresi suaminya yang merah padam. Meski ruangan remang-remang, namun Zalfa bisa menangkap ekspresi wajah Arkhan dengan jelas. Temaram lampu nakas masih bisa memberi penerangan yang cukup ke matanya.
“Apa kau tidak lihat aku sedang seserius ini?”
Zalfa tersenyum semakin lebar. “Kamu bilang tadi sedang nggak serius, sekarang bilang serius. Ayo, kemarilah, tidur di sampingku. Aku kedinginan.” Zalfa bangkit bangun dan posisinya kini setengah duduk sehingga selimut di dadanya melorot turun sampai ke paha. Ia mengibaskan rambutnya yang berkilau ke belakang dengan dagu sedikit terangkat.
Arkhan menelan menatap leher jenjang Zalfa yang bercahaya. Lidahnya juga terasa kelu menatap kancing baju Zalfa yang terbuka bagian atas. Bukan salah Zalfa jika kancing itu tidak terpasang. Sebab Arkhanlah yang membuat kancing itu tidak terpasang pada tempatnya. Arkhan ingat, semalam ia melarang Zalfa memasang pakaiannya setelah adegan panas itu, dialah yang memasang baju Zalfa dan mengancingnya. Sengaja dia tidak mengancing bagian atas. Dan sekarang pemandangan itu seperti mengalihkan dunianya.
Pria itu menaikkan kedua kakinya ke kasur.
Melihat Arkhan bergerak mendekati, Zalfa pun menghempaskan kepalanya kembali ke bantal.
Arkhan membaringkan tubuhnya ke kasur, di sisi Zalfa. Manik matanya bergerak melirik Zalfa yang meletakkan kepala ke dadanya. Wanita itu mengangkat wajah dan menatap Arkhan, kemudian senyumnya terurai lebar. Zalfa juga menarik lengan kokoh Arkhan, meletakkan lengan itu ke pinggangnya.
“Tidurlah!” Satu tangan Arkhan mengelus rambut Zalfa.
__ADS_1
Zalfa memejamkan matanya masih dengan mengusung senyum. Ia semakin tertarik menggoda suaminya. Lihatlah, Arkhan kerap kali luluh padanya. Kemarahan pria itu juga luntur dengan rayuan Zalfa.
Kini, Zalfa semakin paham dengan titik kelemahan suaminya. Dan sikap Arkhan yang demikian, membuat Zalfa merasa semakin terjatuh ke dalam perasaan yang berbeda. Pokoknya, only Arkhan.
TBC
KLIK LIKE YAPS
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.