
Satu bulan telah berlalu.
Hidup Zalfa terasa semakin hampa, tanpa Arkhan. Betapa Zalfa kini merasakan bagaimana rasanya kehilangan sosok yang dia cintai. Selama satu bulan berjalan, Zalfa merasa sangat merindukan suaminya. Dia sering berdiri di jendela saat merasa rindu, mengenang pertemuan terakhirnya dengan Arkhan di sana. Ciuman terakhir berlangsung di dekat jendela itu.
Arkhan, begitu banyak ungkapan yang ingin Zalfa sampaikan kepada suaminya itu. Zalfa ingin bilang supaya Arkhan jangan lupa shalat, jangan lupa berdoa supaya masalahnya segera selesai dan tidak berlarut-larut, supaya Arkhan cepat terbebas dari genggaman Mario.
Tiga minggu yang lalu, polisi datang ke rumah dan meminta keterangan mengenai Arkhan, menanyakan keberadaan suaminya itu, mereka meminta bantuan Zalfa dalam aksi pengejaran tersebut, supaya Zalfa melaporkan keberadaan Arkhan saat melihatnya.
Entahlah, Zalfa tidak bisa berkata apa pun selain kejujuran. Dia mengaku jika Arkhan memang pernah menemuinya. Sejak pengakuan tersebut, kini kepolisian mengambil kesimpulan jika Arkhan sangat mencintai istrinya sampai rela mempertaruhkan keamanan dirinya dengan cara menemui istri di tengah pengejaran polisi.
Tadi malam, Zalfa melihat hebohnya pemberitaan di sosial media mengenai grup hacker yang berhasil membobol situs milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, bahkan hingga situs milik polri, juga peretasan server perusahaan-perusahaan besar di luar negeri yang katanya pelakunya adalah warga Negara Indonesia.
__ADS_1
Zalfa deg-degan, ia takut jika itu adalah ulah Arkhan. Semoga tidak.
Andai saja Zalfa diberi kesempatan untuk memilih satu hal yang mungkin Tuhan kabulkan, maka Zalfa meminta supaya Arkhan terlepas dari masalahnya dan kembali kepadanya, hidup berbahagia dengannya. Tapi, apakah itu mungkin?
Disamping mengenai hebohnya isu tentang peretasan yang merajalela, kehebohan mengenai pembahasan tentang Arkhan yang merupakan sosok mualaf bersuara merdu dan fasih membaca Al Qur’an masih santer dibicarakan di sosial media. Ya, pembicaran itu seakan tidak ada habisnya. Kehebohan topik lain di sosial media tidak menggeser posisi pemberitaan Arkhan yang masih menjadi trending topik.
Pukul 06.00.
Elia bergegas mengambil handuk setelah terbangun dari tidur dan menghambur menuju kamar mandi. Ia harus bersiap ke sekolah.
Maria yang tengah menggoreng telur dada di dapur, menghentikan kegiatannya. Dia meletakkan telur dadar ke meja dan berlalu menuju ke akmar Zalfa. Di rumah baru itu, Maria tidak membutuhkan waktu untuk melangkah jauh saat hendak menemui Zalfa di kamar, sebab jarak antara satu ruangan ke ruangan lain tidaklah jauh. Berbeda dengan rumahnya dulu, yang luas dan membutuhkan langkah jauh untuk melangkah dari satu ruangan ke ruangan lain. Tangannya menjulur membuka pintu, dia mengamati punggung Zalfa yang masih berbalut mukena putih beberapa menit lamanya. Setelah itu dia berlalu pergi.
__ADS_1
Sinar hangat menyentuh kulit punggung Zalfa, meski terbalut mukena, namun ia tetap bisa merasakan sentuhan hangat cahaya keemasan dari luar. Zalfa sekilas menoleh, menatap tirai jendela yang memang sengaja dia buka sejak sebelum dia melakukan shalat subuh. Semenjak hamil muda, Zalfa kerap membuka tirai jendela saat subuh. Hidungnya ingin menghirup udara segar.
Zalfa mengemas peralatan shalatnya, kemudian dia beranjak ke luar kamar. Ia berharap pagi ini akan dia jalani dengan sangat baik tanpa adanya rasa mual, sebab pagi tadi dia sudah meghabiskan banyak waktu di kamar mandi untuk mengeluarkan isi perut akibat rasa mual yang berlebihan. Jujur saja, Zalfa merasa sangat letih dan lemas. Tubuhnya loyo, kepalanya pusing, perutnya mual-mual terus. Jika saja panggilan shalat bukanlah merupakan panggilan Allah yang paling utama, Zalfa sudah sangat ingin menggugurkan shalat. Tapi dia merasa rugi sendiri jika menggugurkannya.
TBC
Hayoo klik like dulu sebelum next.
.
.
__ADS_1
.