SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
283.


__ADS_3

Permintaan Zalfa untuk pergi cek kandungan sendiri tidak dikabulkan oleh Arkhan. Meski sudah berbuih mulut Zalfa menjelaskan kalau semuanya akan baik-baik saja tanpa dampingan Arkhan, namun keteguhan pria itu sangat kuat sehingga tidak tergoyahkan. Dan bahkan senyum lebar Zalfa yang ditampilkan demi mengubah pendirian Arkhan pun tidak membuahkan hasil.


Demi mengantisipasi akan adanya kasus terjebak macet, Zalfa mengajak Arkhan pergi lebih awal. Pukul 07.30 mereka keluar.


Dengan gamis putih dan jilbab warna senada, Zalfa melenggang menuju mobil yang sudah terparkir manis di halaman rumah. Tangannya baru saja terjulur hendak meraih handle pintu mobil namun pintu mobil sudah lebih dulu terbuka sebelum jemarinya menjangkau. Zalfa melirik Arkhan, pria yang baru saja membukakan pintu untuk Zalfa itu memerintah Zalfa masuk ke mobil dengan mengangkat dagu.


Zalfa tersenyum senang. Duuh… Perasaan Zalfa adem banget saat diperlakukan begini oleh Arkhan. Rahmat dari istri yang sedang hamil memang agung. Lihatlah Arkhan yang biasanya cuek, kini perhatiannya mulai ditampakkan. Walaupun sikapnya masih saja dingin, tapi Zalfa tetap bahagia.


Segera Zalfa meluncur masuk mobil dengan manik mata yang terus tertuju ke wajah Arkhan. Hatinya sedang-berbunga-bunga.


Dugh!


“Aw!” Zalfa memegangi keningnya yang terantuk atap mobil. ini nih akibat mata meleng ke arah Arkhan terus, akhirnya jidat yang menjadi korban. Seketika kepala Zalfa menjadi puyeng dan pandangan berkunang-kunang.


Arkhan menahan tawa. Seharusnya saat itu dia terbahak-bahak, namun yang terbit di wajahnya hanyalah senyum yang terkulum tipis. Pria itu bahkan berpura-pura mengelap keringat di pelipis dengan lengan untuk menutupi senyuman yang terbit di wajahnya. Tidak seharusnya dia menertawakan penderitaan Zalfa. Tapi serius, tragedy yang terjadi di hadapannya itu murni membuatnya ingin tertawa ngakak.

__ADS_1


Arkhan melirik muka Zalfa yang memerah menahan malu, kemudian dia berkata, “Kenapa sampai kejeduk begitu? Apa gara-gara ngeliatin pria tampan?”


Pipi Zalfa yang bercahaya pun merona merah mendengar pertanyaan Arkhan. Dia malu sekali gara-gara kepergok ngeliatin Arkhan hingga akhirnya jidatnya bisa sampai kejeduk begitu.


“Jangan diledekin, ah!” Zalfa merengek manja.


Arkhan mengulum senyum. “Aku tidak meledekmu, aku hanya mengatakan hal yang sesungguhnya. Lalu mau berapa lama kamu berdiri di situ? Apa jadi trauma masuk mobil hanya gara-gara kejeduk? Ayo, masuklah!” Arkhan mendaratkan bibirnya ke bibir Zalfa singkat kemudian menunjuk jok mobil sambil membungkukkan tubuh selayaknya seorang pengawal mempersilahkan ratunya duduk di singgasana.


“Mas Arkhan, iiiiih…” Zalfa jadi gemas sambil mencubit kecil perut keras Arkhan.


Di dalam mobil, Zalfa tersenyum sambil menggigit bibir bawah, kecupan singkat dari bibir Arkhan terasa dingin, sentuhannya seperti mengantarkan setrum ke sekujur tubuh Zalfa. Wanita itu masih tersipu saat Arkhan duduk di sisinya. Sikap Arkhan benar-benar telah mengubah perasaannya yang haus keromantisan menjadi berbunga-bunga. Arkhan yang sekarang terlihat berbeda dengan Arkhan yang dulu. Arkhan sekarang dipenuhi dengan kasih sayang, tidak bengis seperti dulu. Tapi untuk urusan emosi, jangan memancing kemarahan pria itu. Sebab Zalfa tidak yakin kebengisan Arkhan tidak muncul di saat emosinya dipancing. Entahlah…


“Sekarang kita jalan, Ratu?” Arkhan menatap Zalfa dengan tatapan berbeda. Tentunya penuh cinta. Membuat Zalfa salah tingkah dan memalingkan pandangan.


Zalfa tidak kuasa membalas tatapan Arkhan yang seperti sekarang. Aduhai jantungnya berdebar. Apa kabar jantung? Masihkah baik-baik saja di tempatnya? Jangan sampai copot akibat debaran yang menggila. Kenapa Zalfa jadi seperti orang berpacaran begini?

__ADS_1


“Kenapa tidak dijawab, Ratu?” Arkhan memiringkan kepala demi bisa menjangkau wajah Zalfa yang sengaja berpaling.


“Iya, ayo jalan! Jangan begini iiih…. Aku malu tauk.” Zalfa mendorong wajah Arkhan dan memaksa supaya wajah pria itu menatap ke depan dengan telapak tangannya.


Lagi-lagi Arkhan tersenyum simpul.


Jujur saja, Zalfa semakin jatuh cinta melihat senyuman manis Arkhan. Duuuh… pria itu semakin tampan saat tersenyum manis.


“Aku begini aja deh biar kamu nggak ngeliatin wajahku terus.” Zalfa menyenderkan kepala ke lengan Arkhan.


“Tidur saja di lenganku.” Arkhan melirik kepala di lengannya. "Akan kubangunkan saat sampai nanti."


BERSAMBUNG


Biar sedikit up nya asal rajin up yah. hehee

__ADS_1


__ADS_2