SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
290.


__ADS_3

Arkhan kini sudah duduk di mobil, tubuhnya basah kuyup. Tetes-tetes air membasahi wajah dan sekujur tubuhnya. Dia tidak peduli jika joknya menjadi basah. Namun kini hatinya terasa lebih lega dan plong. Dia ikhlas. Dia benar-benar mengerti arti ikhlas, bahwa segala sesuatu yang dia miliki di dunia hanyalah titipan, termasuk Zalfa. Wanita itu adalah milik Tuhan dan sewaktu-waktu Tuhan akan mengambil sesuatu yang dititipkan kepada-Nya, baik cepat atau lambat. Maka Arkhan harus merelakannya.


Pandangan Arkhan tertuju ke luar, langit kembali cerah, marahari pun bersinar terang. Entah kemana perginya awan gelap yang tadi berarak?


Arkhan melirik ke ponselnya. Ada sembilan panggilan tak terjawab, dari satu nomer, Zalfa. Apakah mungkin Mamanya akan menyampaikan sesuatu hal lagi? kali ini Arkhan sudah memiliki kekuatan dan berbesar hati untuk mendengarkan apa pun kabar dari Maria.


Arkhan meraih ponsel dan menjawab telepon saat benda itu kembali berdering. “Halo...! Apa?” kejutnya sesaat setelah mendengar Ismail mengabarkan sesuatu hal kepadanya.


Segera Arkhan menyetir mobil menuju ke rumah sakit. Tak butuh waktu lama untuknya sampai ke tempat tujuan, sebab tadi dia menyetir dengan kelajuan di atas rata-rata. Langkah kakinya gegap gempita memecah keheningan koridor rumah sakit.


Ismail menyambutnya di sisi pintu kamar. sejak tadi pria itu menunggu kedatangan Arkhan.


“Masuklah! Mereka menunggumu!” kata Ismail.


Arkhan mengangguk. Tangannya menjulur meraih handle dan langsung membuka pintu kamar. Senyumnya tertarik lebar melihat Zalfa setengah terbaring memeluk bayi mungil dalam bedungan. Wanita itu tidak lagi terlihat pucat. Seperti ada kekuatan dalam wajah wanita itu. dia tersenyum melihat kedatangan Arkhan.

__ADS_1


Maria menunggu di sisi Zalfa dengan raut gembira.


Langkah Arkhan pelan-pelan mendekati ranjang. Tidak ada kata-kata yang bisa diungkapkan untuk melukiskan perasaannya saat melihat Zalfa dan bayi kecil itu ada di depan mata. dia ingat kata-kata Ismail saat terakhir kali meneleponnya tadi. Kata-kata kakak iparnya di telepon tadi kembali terngiang di telinganya.


“Arkhan, aku hanya ingin mengabarkan kalau Zalfa baik-baik saja. Zalfa sehat. Bu Maria tadi salah paham. Dia mengira Zalfa sudah tiada saat dokter lain mengatakan kalau ibu dari bayi yang ditangani sudah meninggal. Itu bukan dokter yang emnangani Zalfa, tapi dokter lain dari pasien lain juga. Kau tenanglah dan jangan panik, semuanya baik-baik saja.”


Dan... Maha Besar Allah... putri kecilnya kini berada dalam pelukan Zalfa.


“Oweeek oweeek...”


Tangisan si kecil terdengar nyaring. Hati Arkhan basah mendengarnya. Dia tidak berani menyentuh kulit bayi, dia hanya bisa melihat saja dari jarak dekat. Dia mengamati mulut si kecil yang bergerak-gerak.


“Mas Arkhan!" panggil Zalfa dengan berbisik akubat suaranya yang tercekat.


"Hm?" Arkhan juga tidak punya kata-kata untuk mengatakan banyak hal. kebahagiaannya xukup membuatnya merasa ingin tetap diam.

__ADS_1


"Ini putrimu.” Zalfa menatap wajah cantik dalam pelukannya.


Arkhan duduk di sisi Zalfa dan mengecup kening istrinya. “Putri kita. Cantik, seperti kamu.”


Tanpa sadar air mata Maria menetes melihat kebahagiaan di depan matanya. Interaksi antara Arkhan dan Zalfa membuatnya terbawa perasaan, putra dan menantunya itu terlihat saling menyayangi, saling membutuhkan, dan saling melengkapi satu sama lain. Mereka sepasang yang serasi.


Akhan terus mengawasi saat bibir si kecil belajar menyusu, dia membantu Zalfa saat istrinya itu kesulitan dengan posisinya. Beberapa kali Arkhan membenarkan posisi tubuh Zalfa. Keduanya sangat fokus dengan kondisi si kecil yang belum cukup umur saat di kandungan, sampai mereka lupa kalau tubuh Arkhan basah kuyup sekarang.


BERSAMBUNG


.


.


He heee... siapa yang deg-degan mengira kalau Zalfa meninggal? cung ☝️ Aku jahad yaaa? 😆😆😆

__ADS_1


Masih mau info tentang novel-novelku? boleh follow instagramku @emmashu90


Psst, novelku berjudul Holy Marriage di noveltoon aku lanjutin season 2 loh, silahkan cek novelku lainnya yah.. klik aja profilku.


__ADS_2