SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
145.


__ADS_3

“Atifa, katakan padaku. Apakah kamu masih melakukan perbuatan itu? apakah di belakangku, kamu tidak meninggalkan perbuatan terkutuk itu?” hardik Ismail dengan gigi menggemeletuk.


Atifa diam menatap Ismail pasrah.


Zalfa mengernyit heran mendengar pertanyaan Ismail yang dilontarkan untuk Atifa. Kembali kepala Zalfa mengingat sekilas kalimat pertanyaan itu. ‘Apakah kamu masih melakukan perbuatan itu? Apakah di belakangku, kamu tidak meninggalkan perbuatan terkutuk itu?’ kata masih dan tida meninggalkan seperti mengandung makna bahwa Atifa memang sudah melakukan hal itu sejak lama.


“Mas, apa maksud pertanyaanmu?” Zalfa tercekat. “Apakah Mas udah tahu hal ini sebelumnya?”


Ismail terkesiap seperti sedang terkejut karena baru sadar kalau ia keceplosan. “Maaf Zalfa, Mas nggak pernah jujur sama kamu. Kamu benar, Mas udah tahu siapa Atifa sebelum menikahinya. Dia memang wanita malam. dan Mas bertemu dengannya saat Mas menyelamatkannya dari perampokan. Dan cinta menjadikan kami menyatu dalam ikatan pernikahan.”

__ADS_1


“Apa Mas masih ingin melanjutkan hubungan dengan wanita itu?” tanya Zalfa kesal.


“Zalfa, Mas menikahi Atifa karena cinta meski Mas tahu jalan hidup yang dia tempuh. Mas meyakini satu hal, bahwa suatu saat Mas pasti akan bisa mengubah akhlaknya menjadi lebih baik.”


“Dan sekarang Mas masih meyakini hal itu? setelah semua yang Mas laukan, dia masih saja kembali pada jalan lamanya. Isi kepalanya hanyaah uang, harta dan materi.”


Atifa mendekati Ismail. “Mas, aku minta maaf. Tolong, beri aku kesmepatan sekali lagi.”


Ismail menatap Atifa. “Atifa, kupikir ketulusanku akan mengubahmu. Tapi kenyataannya tidak. Semua usaha yang kulakukan nggak mengubah apa pun dalam dirimu. Cinta, pengorbanan dan kasih sayangku nggak membuatmu sadar bahwa perbuatannya adalah dosa besar. Maaf. Sekarang juga, kita bercerai.”

__ADS_1


Zalfa melepas nafas lega, akhirnya Ismail mendengarkannya untuk melepaskan Atifa. Zalfa yakin, masih ada wanita yang jauh lebih baik dari Atifa yang akan menggantikan posisinya sebagai istri.


Mendengar ucapan Ismail, Atifa terkejut dan menangis. Air matanya berderai. “Oke. Aku terima keputusanmu, Mas. Aku memang bukan wanita baik-baik. Hidupku akan terasa sulit tanpa uang. Tapi aku ingin satu penjelasan darimu. Apa bedanya aku dan Arkhan? Bagaimana bisa kau nikahkan adikmu pada pria ******** seperti Arkhan? Pria yang kesehariannya merampok uang orang? Meretas bank, membobol bank, dan bahkan bertransaksi narkoba. Apakah kau juga akan bilang kalau kau berharap adikmu itu akan sanggup mengubah akhlak Arkhan menjadi lebih baik, begitu? Apakah kau juga akan bilang kalau Arkhan akan menjadi malaikat sementara sekarang dia adalah manusia paling jahat karena telah merampas hak banyak umat manusia dengan kejahatannya itu.”


Zalfa tercengang mendengar perkataan Atifa. “Jangan mencoba untuk menghasutku dengan harapan supaya rumah tanggaku akan menjadi hancur seperti apa yang kau rasakan, Mbak Atifa.”


Atifa tersenyum sinis. “Kalau kamu ingin informasi yang lebih aurat, jumpai Reza dan tanyakan kebenarannya kepada Reza. Dia adalah anak buahnya Arkhan, dia tahu semuanya tentang Arkhan. Aku nggak takut mati jika setelah ini Arkhan akan mengincarku jika saja dia marah setelah kamu mengatakan kepadanya bahwa aku adalah sumber pembawa informasi tentang pekerjaan yang dia jalani kepadamu. Kehidupanku sudah hancur setelah perpisahanku dengan Mas Ismail, sekarang nggak ada yang kutakutkan lagi.” Atifa menarik nafas panjang-panjang sambil melirik Ismail dengan tatapan penuh harapan. Namun kemudian ia berkata pasrah, “Aku pergi.” Ia berlalu keluar sambil mengusap air matanya.


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA KLIK VOTE


__ADS_2