SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
237.


__ADS_3

Beberapa menit lamanya Arkhan dan Zalfa dalam posisi berpelukan. Zalfa memejamkan mata membenamkan wajahnya di dada bidang Arkhan. Nyaman sekali dalam pelukan itu. Arkhan menari sudut bibrnya sambil mengusap-usap punggung dalam pelukannya itu. Sampai akhirnya Arkhan melepas pelukan dan tertawa tergelak.


Zalfa mendadak seperti orang bod*h melihat Arkhan tergelak, dia bingung kenapa Arkhan malah tergelak. Apa ada yang salah dengan dirinya? Apakah wajahnya yang sembab jadi kelihatan seperti badut? Ataukah lipstiknya beleberan akibat terseret-seret air matanya?


“Hei!” Zalfa menepuk keras lengan Arkhan hingga membuat tawa Arkhan terhenti seketika waktu. “Kenapa kamu tertawa seperti itu?” Muka Zalfa memerah, takut ada yang salah dengan wajahnya.


Arkhan diam saja, hanya menaikkan alis tanpa sepatah kata. Sisa senyum pun tidak membekas di wajahnya.


“Jangan tertawa sendirian, bagi-bagi ketawa juga denganku. Kasih tahu aku apa yang membuatmu ketawa, supaya aku juga ikutan tertawa!” rengek Zalfa mulai berbicara dengan nada manja. Sudah lama dia tidak bermanja dengan Arkhan, inilah saatnya dia kembali memanjakan diri. Meski pun ia tahu sifat Arkhan yang dingin dan terlihat cuek, namun nalurinya sebagai wanita, tetap ingin dimanja.


“Tidak ada yang salah denganmu. Aku merasa kalau kita sekarang ini seperti orang yang sedang jatuh cinta, mereka yang melihat pun akan mengira begitu. Jangan terlalu lama di sini, kita menjadi bahan tontonan orang,” celetuk Arkhan.


Mendengar ucapan Arkhan, sontak Zalfa mengedarkan pandangan ke sekitarnya. Benar apa kata Arkhan, beberapa orang di sekitar sana memperhatikan mereka. Bahkan seorang warga yang berada di koridor pun sempat mengabadikan momen pertemuan Zalfa dan Arkhan dengan ponselnya. Sepertinya wanita itu sedang memiliki urusan di kepolisian.


Kini giliran Zalfa yang tertawa.


Kemudian perhatian Zalfa dan Arkhan tertuju ke sebuah mobil yang baru saja masuk dan terparkir, beberapa orang yang turun dari mobil menimbulkan suara gaduh hingga mengundang perhatian Arkhan dan Zalfa.

__ADS_1


Zalfa membelalak melihat Pak Ibrahim turun dari mobil dengan dikawal oleh para pria berseragam, kemudian dia digelandang polisi.


“Itu pak Ibrahim. Ijinkan aku menemuinya sebentar.” Zalfa menatap Arkhan meminta ijin.


“Pergilah!” jawab Arkhan.


Zalfa menghambur mendekati Pak Ibrahim, membuat langkah pria yang menundukkan wajah itu terhenti.


“Pak Ibrahim!” panggil Zalfa dengan ekspresi iba.


Pak Ibrahim menatap Zalfa meski dengan wajah yang masih sedikit tertunduk. Ada raut gelisah, gundah, malu dan berbagai macam ekspresi yang sulit dijelaskan di wajah itu. Dia tampak enggan saat menyadari Zalfa yang mengamati tangannya dalam keadaan diborgol.


“Bapak Ibrahim ditangkap atas tuduhan pembunuhan terhadap Fatima Azzahira, istrinya sendiri,” terang pria berseragam.


Ya Allah… Perasaan Zalfa berubah seketika waktu. Rasanya campur aduk. Tidak tahu harus senang atau sedih. Perasaan yang berkebalikan itu datang secara bersamaan. Zalfa merasa terkejut sekaligus sedih atas penjelasan itu, kenapa Pak Ibrahim bisa sampai berbuat hal itu? Namun setengah hati lainnya juga merasa lega karena kecurigaannya terhadap Arkhan atas pembunuhan Bu Fatima tidak benar.


“Bapak khilaf. Bapak menyesal.” Suara Ibrahim bergetar. “Bapak sungguh sangat merasa malu dan geram sekali dengan kelakuan istri Bapak, sudah berkali-kali dia menjatuhkanmu, menghinamu, memperlakukanmu dengan sangat rendah demi tujuannya. Bapak malu kepadamu, bapak kesal sekali pada Fatima. Dia masih terus merasa benar dengan perilakunya itu meski sudah berbagai cara Bapak memberitahukannya bahwa perbuatannya itu adalah salah besar. Bapak malu kepadamu, Zalfa. Kami sempat ribut setelah kepergian Arkhan, sampai akhirnya Bapak emosi, dan inilah yang terjadi.”

__ADS_1


“Ya Allah, Pak. Seharusnya nggak begini caranya.”


“Bapak khilaf. Bapak tidak sengaja melakukannya. Tapi ya sudahlah, bukti sudah menunjukkan kebenaran. Sekuat apa pun bapak menyembunyikan kebenaran, semua pasti terungkap atas kuasa-Nya. Bapak harus mempertanggung jawabkan perbuatan bapak.”


Perbincangan terhenti saat Pak Ibrahim digelandang masuk dan Zalfa hanya bisa memandangi kepergian pak Ibrahim dengan iba. Sungguh malang nasib pak Ibrahim, frustasi akan kelakuan istrinya, justru kini harus berada di bui akibat khilaf.


...Bersambung...


Siapa yang di instagram menjawab kalau pembunuh Bu Fatima adalah Ibrahim alias suami Bu Fatima? Congrats Anda benar, dapet es krim 🍨🍦🍧


😁😁


Sambil nunggu Salah Nikah update, ayo baca ceritaku yg lain judul PACARKU DOSEN


Ini rekomen banget buat baca pas malam minggu, cerita ini komplit banget dgn berbagai rasa, komedinya dapet banget, romannya juga dapet banget. dijamin ngakak guling guling buat yg baca Pacarku Dosen, suer


Mengisahkan Cyra yang khilaf dan kelepasan mencium pria galak, bahkan Cyra juga ngerjain si pria galak habis-habisan. Tak hanya itu, Cyra juga memaki si pria sesuka jidatnya. Tau-tau, si pria galak adalah dosen barunya.

__ADS_1


Bagaimana nasib Cyra yg terpaksa jadi mahasiswi si dosen tampan yg jadi idola kampus? ini serius, setiap bab bakalan ketawa mulu.


Ayooo... testimoni yg udah baca mana nih? Buruan baca sebelum ceritanya dikunci. 🤤


__ADS_2