
Setelah kejadian itu, Zalfa tidak pernah luput mendoakan segala kebaikan untuk Arkhan. Nama Arkhan adalah nama yang selalu dia sebut-sebut dalam doa di setiap shalatnya dengan deraian air mata yang selalu saja membasahi mukenanya. Zalfa hanya berharap Arkhan diberikan jalan yang terbaik, dimudahkan segala urusan, dan dimudahkan dalam menjemput hidayah. Jika memang Arkhan salah, maka luruskanlah jalannya. Jika memang Arkhan berdosa, maka tunjukilah jalan yang benar kepadanya. Bantulah dia agar bisa menjemput hidayah.
Zalfa mengusap wajah saat menyebut kata ‘Aamiin’ setelah sederet doa yang dia ungkapkan. Tubuhnya bergetar seiring dengan tangisnya yang sudah pecah. Ia tidak tahu entah sudah berapa banyak air matanya membanjir mengenai mukena. Yang jelas ia hanya berharap pada Yang maha Kuasa, karena hanya kepada yang maha Kuasalah tempatnya meminta pertolongan.
Zalfa menoleh ketika melihat sekelebat bayangan di ambang pintu. Ia melihat Maria berdiri di sana, wanita itu melangkah masuk.
“Zalfa, Arkhan tertangkap,” lirih Maria setelah ia mendapat informasi tentang puteranya.
“Astaghfirullah…” Zalfa memaku di tempat. Pada akhirnya inikah jalan yang harus ditempuh oleh Arkhan? Tuhan, kenapa rasanya sakirt sekali saat tahu kalau orang yang dia cintai harus menjalani kenyataan pahit itu. inikah ganjaran yang harus diterima oleh Arkhan?
Zalfa hanya bisa memeluk Maria erat-erat, tangsinya kembali pecah.
***
Zalfa sudah berada di dalam mobil, menyetir dengan kelajuan tinggi. Tujuannya tak lain adalah kantor polisi. Ia sudah tidak sabar ingin menemui Arkhan, memeluk suaminya dan menumpahkan tangis di dada pria itu. kenapa semua ini harus terjadi? Salahkah jika Zalfa mencintai pria seperti Arkhan?
__ADS_1
Zalfa melirik ponsel yang di sana tertera sebuah notifikasi, salah satu akun sosial media menyebut-nyebut nama Arkhan. Zalfa membuka notifikasi tersebut. Ia terkejut melihat video Arkhan yang sedang mengaji di rumah Ismail viral di media masa. Baru beberapa hari diposting, video sudah ditonton oleh jutaan manusia dan jutaan komentar pula. Mayoritas komentar memuji dan mengagungkan nama Arkhan, mualaf yang berhasil membuka hati jutaan manusia. Suara merdu Arkhan terdengar menggetarkan hati Zalfa meski ia termasuk salah satu orang yang menyaksikan secara langsung saat Arkhan mengaji.
Bukan hanya satu atau dua akun sosial media saja yang memposting video Arkhan saat mengaji, tapi puluhan akun, juga di beberapa komunitas, bahkan salah satu akun penulis yang diikuti oleh ratusan ribu followers juga memposting video yang sama, sang penulis mengaku takjub dan bangga pada sosok Arkhan. Meski pada akhirnya Arkhan dihujat oleh Bu Fatima yang emndadak muncul dalma video, namun keindahan suara Arkhan dalam mengaji sebagai mualaf tidak melunturkan segalanya. Nama Arkhan melambung dan viral.
Disaat Arkhan ditulis dan dikenal sebagai mualaf yang luar biasa, Arkhan kini justru sedang tersandung masalah.
Ditengah rasa bangga, batin Zalfa merasa resah dan sedih karena Arkhan yang dibanggakan jutaan orang, kini malah berada di balik jeruji besi.
Langkah Zalfa yang lebar membawanya masuk ke sebuah ruangan yang ditunjukkan oleh seseorang berseragam. Ia pun duduk di sebuah kursi, meletakkan tangannya di atas meja. Hatinya berdenyut menunggu saatnya bertemu dengan Arkhan. Ketika akhirnya sosok yang dia tunggu muncul, Zalfa langsung berdiri dan menghambur memeluk pria itu.
“Jangan menangis!” Arkhan mengelus punggung Zalfa. “Aku tidak tahu, kenapa di saat aku sudah ingin berubah dan bahkan telah meninggalkan pekerjaanku, semua kejahatanku justru terbongkar. Peretasan bank yang kulakukan akhirnya terungkap juga. Keberadaanku di sini untuk mempertanggungjawabkan semua itu.”
Deg!
Jantung Zalfa tersentak kuat. Jadi, Arkhan tertangkap bukan karena kematian Bu Fatima? Tapi karena pekerjaannya dulu?
__ADS_1
Ohh…
Zalfa baru ingat, tadi di depan, pria berseragam sempat membicarakan kasus Arkhan yang menjadi tersangka peretasan bank. Tapi Zalfa kurang ngeuh soal itu karena pikirannya terlalu keruh, di dalam otaknya hanya berharap bisa bertemu Arkhan. Tidak ada yang lain.
BERSAMBUNG...
Terima kasih udah bikin aku terus semangat nulis. Kalian luar biasa... 😘😘
Yuuk...bikin tambah mood lagi dengan vote
.
.
.
__ADS_1