SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
227.


__ADS_3

Hening.


Arkhan dan Zalfa bertukar pandang. Detakan di dada Zalfa semakin kencang. Tatapan Arkahn pun semakin menusuk.


Arkhan menghela nafas, desahannya terdengar berat dan keras. “Maafkan aku, Zalfa. Aku tidak bisa mengikuti kemauanmu. Sebenarnya aku merasa snagat berat untuk mengatakan ini, tapi aku harus mengatakannya. Aku keluar dari tahanan atas bantuan Mario. Tidak gratis.”


Mario? Zalfa ingat, dulu dia pernah merasakan seperti berada di ambang maut saat aksi tembak yang dilancarkan oleh Mario dan tembakan hanya mengenai punggung Arkhan. Arkahn menyebut Mario sebagai musuhnya, lalu kenapa Mario malah membantu Arkhan bebas dengan cara seperti ini?


“Dia musuhmu bukan?” Zalfa penasaran.


“Ya.”


“Apa maksud Mario melakukan ini? Apa yang dia inginkan? Dan kenapa kamu menuruti ajakannya?”


“Dia memperlihatkan video yang menunjukkan kau sedang membeli parfum darinya.”


Parfum? Oh… Zalfa ingat penjual parfum yang style-nya persis speerti orang Arab. Jadi, itu Mario yang menyamar menjadi tukang penjual parfum?

__ADS_1


“Mario bisa mencelakaimu, atau bahkan melakukan hal buruk apa pun kepadamu. Dia memintaku untuk bekerja sama dengannya, meretas bank. Bagi hasil. Dia mengakui kalau aku adalah raja hecker tanpa tandingan. Dan dia mengandalkanku, jika aku tidak menyetujuinya, maka kau menjadi taruhannya. Lalu dengan memperdaya keamanan dan membuat asap kebakaran di sekitaran kantor polisi, Mario berhasil membawaku kabur dari tahanan setelah dia membesukku.” Arkhan menatap Zalfa intens, aura cinta tampak sangat jelas di mata itu. dan Zalfa merasakannya. “Seharusnya kamu tidak perlu mendengar hal ini. Seharusnya cukup aku yang memikul masalah ini. Kau tidak perlu mengetahuinya. Di saat kau dalam keadaan hamil begini, tentu aku tidak mau kalau Mario sampai mencelakaimu.” Arkhan menekuk kakinya, berlutut di hadapan Zalfa. Kembali dia reguk permukaan perut istrinya. Dia menaikkan baju Zalfa dan mendaratkan bibirnya ke permukaan kulit istrinya, cukup lama.


Sentuhan bibir Arkhan di kulit perut Zalfa terasa dingin, aliran darah Zalfa seperti mendesir akibat sentuhan itu. Sebenarnya Zalfa bahagia sekali dengan keadaan itu, tapi sisi lain hatinya terisi dengan kesedihan sehingga ia hanay bisa terpejam menikmati, tanpa bisa tersenyum.


Ternyata ada alasan kuat dibalik kaburnya Arkhan dari tahanan. Inilah penyebabnya. Arkhan melarikan diri bukan karena hanya demi ingin hidup bebas, tapi demi anak istrinya.


“Maafkan aku, sayang. Kau harus menanggung resiko akibat dari perbuatanku. Bahkan kini kau menempati rumah ini, rumah yang tidak sebagus dulu.” Arkhan menciumi permukaan perut Zalfa dengan lembut.


Zalfa menundukkan kepala, menatap Arkhan di bawah. “Aku nggak masalah menjalani hidup begini. Aku ikhlas.”


Arkhan menoleh ke arah jendela saat melihat sebuah mobil berhenti di depan rumah. Arkhan mendekati jendela. Mengintip ke luar. “Dia sudah datang menjemputku,” bisik Arkhan.


“Aku pergi! Jaga diri baik-baik.” Arkhan membuka jendela dan satu kakinya mulai memanjat.


“Mas Arkhan!” Zalfa meraih lengan Arkhan.


Sontak Arkhan menoleh, menatap wajah sembab, sorot mata mengharap, serta air mata yang tak henti berderai.

__ADS_1


Arkhan kembali menurunkan kakinya. Dia meraih pipi Zalfa dengan kedua telapak tangannya, mendaratkan ciuman ke bibir Zalfa.


Zalfa memejamkan mata, kedua lengannya melingkar di punggung Arkhan. Dinginnya bibir Arkhan yang dirasakan oleh Zalfa membuktikan kalau pria itu sudah cukup lama berteman dengan angin malam.


Menit demi menit terus berjalan, Arkhan seperti tidak ingin melepaskan tautan bibirnya. Entah kapan lagi dia akan berada di situasi seperti itu lagi. Entah kapan lagi Arkhan akan bertemu kembali dengan Zalfa.


“Jangan menangis!” bisik Arkhan sambil mengusap air mata di pipi Zalfa. Kemudian pria itu mendekap tubuh mungil Zalfa dan memeluknya sangat erat.


Zalfa merasakan ciuman bertubi-tubi di kepala, leher serta pipinya.


“Aku pergi!” bisik Arkhan kemudian melompati jendela dengan gerakan cepat. Pria itu bergerak seperti kilat keluar halaman rumah lalu masuk ke mobil yang menjemput.


Zalfa membuka tirai jendela, mengawasi wajah Arkhan melalui jendela mobil yang terbuka. Arkhan masih menatapnya. Pandangan Zalfa terputus saat kaca jendela mobil ditutup dan mobil melaju pergi.


BERSAMBUNG GAES


Ayo bantuin Arkhan lepas dari masalahnya dengan poin, vote dan apa saja 😁😁😁

__ADS_1


Bagi yg belum follow instagramku boleh follow @emmashu90 biar bisa tau info Zalkan alias zalfa dan Arkhan


__ADS_2