SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
03.


__ADS_3

Saat aku sudah sampai di depan pantry, aku mendengar ada seseorang yang sedang membicarakan ku dan itu teman kantorku sendiri.


"Ehh kasian banget yah mba cella umurnya sudah mau menginjak 26 tahun tapi belum juga menikah? " ucap Rani


"iya aku kasian sama dia, menurut aku sih laki laki pada minder kalo mau deketin mba cella secarakan gaji dia sebagai karyawan di sini besar,pasti cowoknya minder lah"- ucap Siska


Saat aku mendengar teman ku sendiri membicarakan ku aku pun memutus kan untuk mendengarkan setiap pembicaraan mereka. Dan di situ pula aku menyadari bahwa Andini yang adalah asisten ku juga berada di antara mereka yang sedang membicarakan ku.


"Iya secara kan dia sebagai seorang wanita sudah sangat perfect, jadi setiap laki laki yang ingin mendekatinya harus jauh lebih mapan dari pada dia"-ucap Rani


" iya... aku liat liat sih mba cella itu tipikal orang yang pemilih, karena buktinya kalo dia bukan tipikal orang yang pemilih pasti dia sudah menikah dong secara nggak sedikit laki laki yang mau sama dia"- ucap Siska


"iya juga yah... bener juga sih apa kata kamu" ucap Rani.


"Makanya aku tuh dari dulu nggak suka sama dia karena yang aku liat dari sikapnya dia tuh tipikal orang yang memih teman... makanya aku nggak pernah dekat sama dia"- ucap Siska.


" Masasih? Aku juga nggak begitu dekat dengan nya jadinya aku nggak terlalu tau dengan sifat aslinya kaya gimana"-ucap Rani.

__ADS_1


"Ehh Andini kamu kan asisten nya, sebenernya sifat aslinya mba cella tuh kaya gimana sih? "-tanya Siska pada Andini.


" Kalo dari yang aku liat sih mba cella tuh orang yang baik, peduli pada orang lain dan juga sangat menghormati orang lain meskipun orang itu OB sekalipun,dia sangat ramah dan dia bukan tipikal orang yang pemilih "- ucap Andini.


" ohh gitu yah... tapi ko aku sering liat kalo dia tuh suka banget nyuruh nyuruh kamu sama dinda buat ngerjain semua tugas dia"-ucap Siska pada Rani.


"Masasih? Emang benar yah? "-tanya Rani


"nggak tau juga,tapi aku tuh sering banget ngeliat si dini sama si dinda di suruh ini itu sama mba cella"-ucap Siska.


" Kalo kata akun sih mba cella itu sama aja kaya manfaatin si dini sama dinda buat ngerjain tugasnya sementara dia hanya bersantai santai di ruangannya"-ucap Siska lagi.


" Iya sama saja kaya dia tuh makan gaji buta dong, dia nggak ngapa ngapain di kantor tapi tetap mendapatkan gajinya dengan jumlah yang besar pula"-ucap Siska. Dan disitu Andini tidak merespon apa pun yang sedang mereka berdua bicarakan.Karena setahu dia mba cella bukan lah tipe orang yang seperti itu dan dia memutuskan untuk tetap diam dan tidak merespon mereka.


"Kok kamu mau sih ngerjain semua tugas yang mba cella kasih sama kalian sih din? -ucap Rani.


" Iya lah aku kan bekerja untuk membantu mba cella dan juga semua tugas yang mba cella berikan harus aku dan dinda kerjakan dn aku tidak mengerjakan semua tugasnya kok"- ucap Andini.

__ADS_1


Dan di saat Siska ingin melontarkan pertanyaan lagi pada Andini aku segera masuk kedalam pantry karena aku sudah muak dengan setiap kata kata yang mereka lontarkan.


"Haii... lagi pada ngomongin apa nih kayanya seru banget ngobrol nya? "-tanya ku yang seakan akan tidak mendengar apa pun yang mereka bicarakan dan di saat itu pula seketika Siska menyudahi pertanyaan nya saat dia tau bahwa aku datang.


" nggak lagi ngomongin apa apa kok mba... hehe"- ucap Siska dan Rani berbarengan.


"ohhh... kirain kalian lagi ngobrolin apa"-ucap ku sambil berjalan ke arah meja pantry untuk mengambil air.


Saat aku sudah selesai mengambil air akupun langsung pamit pada mereka untuk kembali ke ruangan ku.


Dan dari situ pun aku tersadar bahwa sesukses apa pun wanita itu dia akan di anggap tidak sempurna jika dia belum memiliki pasangan atau pun menikah.


Memang menjadi wanita itu sangatlah sulit. Jika wanita itu memiliki satu kekurangan maka orang lain akan lebih memandang pada kekurangan nya dari pada kelebihan wanita itu.


Jika kita melihat bagai mana bebasnya menjadi seorang laki-laki maka aku pun akan lebih memilih terlahir menjadi seorang laki-laki dari pada seorang wanita.


Karena jika seorang laki-laki belum menikah di usia yang di bilang sudah cukup matang untuk dia menikah maka orang orang tidak akan memandang hal itu terlalu penting. Dan orang-orang menganggap hal itu wajar karena laki-laki memiliki cita cita yang harus dia raih,baru seorang laki-laki baru akan memutuskan untuk menikah atau pun tidak di anggap suatu kekurangan oleh orang lain.

__ADS_1


Dan hal itu tidak berlaku untuk wanita,karena orang lain hanya memandang wanita dari kekurangan nya bukan dari kelebihan nya. Apa salahnya jika seorang wanita lebih memilih untuk mewujudkan mimpinya dulu dari pada harus menikah, karena menikah itu bukan perkara yang mudah kita harus hidup dengan seorang pria yang sudah kita pilih untuk menjadi pasangan kita.Dan jika kita memutuskan untuk menikah terlebih dahulu kita akan jauh lebih banyak rintangan yang harus kita lalui untuk mewujudkan mimpi itu.


Jika kita sudah menikah kita memiliki tanggung jawab untuk menjadi istri yang soleha,dengan mengurus pekerjaan rumah dan lain sebagainya.


__ADS_2