SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
243.


__ADS_3

Arkhan melepas lengannya yang melingkar di pinggang Zalfa, dia menjauhkan tubuhnya dari Zalfa. Tiba-tiba saja dia merasa seperti dijatuhkan dari ketinggian, rasanya sangat kecewa. Terpukul. Dulu, Arkhan tidak pernah merasakan perasaan penuh harap seperti saat dia mengharapkan sosok bayi lahir diantara hidupnya. Dan disaat dia memiliki harapan itu, tiba-tiba saja harapannya seperti dihempaskan.


Tidak tahu bagaimana menjelaskan perasaan Arkhan yang mendadak kacau-balau, kekecewaannya menghapus segala harapan dan tujuan hidupnya.


“Mas Arkhan!” Zalfa menatap mata Arkhan yang tidak lagi bercahaya seperti tadi.


Arkhan balas menatap mata Zalfa. Dia melangkah mundur satu langkah saja supaya pandangannya dengan Zalfa berjarak. “Apa kau tahu, saat aku bebas dari tahanan, pertama yang terpikir olehku adalah kau dan bayi kita yang tentunya akan menjadi tujuan hidupku. Itulah sebabnya aku sangat ingin langsung menyentuh perutmu.”


“Ya ya, kamu pasti kecewa berat mendengar ini. Maafkan aku karena nggak bisa menjaga bayi kita. Dia yang seharusnya menjadi anak pertama kita.” Zalfa berusaha menenangkan Arkhan.


Arkhan mengepalkan tangan dan menghantamkan kepalan tangannya ke dinding. Nafasnya terdengar sangat keras. Ini tidak adil.”


“Mas Arkhan! Jangan katakana itu!” Zalfa menghambur dan memeluk arkhan dari belakang. “Aku mohon jangan marah.”


“Kenapa harus bayiku yang direnggut? Setelah semua yang terjadi, sekarang masih saja aku yang harus kehilangan. Ini memang tidak adil.” Arkhan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dia kemudian menapakkan kedua telapak tangannya di meja rias dan kepalanya menunduk, merasakan kekecewaan yang menerpa batinnya. Kebas sekali hatinya.


“Kita sama-sama merasa kehilangan. Aku paham jika kamu nggak bisa menerima kenyataan. Tapi jangan salahkan takdir. Aku minta maaf nggak bisa menjaga buah hati kita dengan baik.”


Arkhan menarik nafas dalam-dalam, tatapannya tertuju ke tangan mungil Zalfa yang melingkar di perutnya. Pelan, dia berbalik. Kemudian menarik tangan Zalfa dan membawanya duduk di sisi ranjang. “Jangan minta maaf. Aku memang merasa sangat kecewa dan terpukul, tapi kau pasti jauh lebih kehilangan. Calon anak kita tumbuh dan hidup di rahimmu, bagaimana mungkin kau bisa meminta maaf kepadaku? Aku tidak tahu harus marah pada siapa, dan aku juga tidak tahu harus melampiaskan kekecewaan ini pada siapa. Mungkin memang situasi dan kondisi memaksaku untuk pasrah pada keadaan.”

__ADS_1


“Jangan marah pada siapa pun, Mas Arkhan. Ini takdir kita.”


Arkhan menghela nafas berat. Dia bingung mengatasi situasi batinnya yang benar-benar kacau, dia kesal, kecewa, dan ingin marah. tapi pada siapa? Dia kini harus merasakan bagaimana pahitnya kehilangan sebelum memiliki. Jelas bukan salah Zalfa jika mereka kehilangan bayi. Sebab sudah bertimbun beban yang dipikul Zalfa setelah masalah yang muncul di kehidupan wanita itu atas ulah Arkhan, masihkah sekarang Arkhan harus menyalahkan Zalfa? Tentu tidak.


Arkhan mengusap rambutnya dengan gerakan kasar. Dia ingin sekali memukul dinding, tapi itu tidak akan mengembalikan bayinya yang sudah gugur.


“Bayi kita lebih dulu menghadap Yang Maha Kuasa, pasti karena Tuhan sangat menyayangi kita. Sehingga Tuhan memberi ujian ini. Sesabar dan seikhlas apa kita saat kehilangan sosok yang sangat diharapkan kehadirannya.” Zalfa menyentuh pundak Arkhan, menempelkan pipinya di lengan pria itu. sementara tangan lainnya mengusap dada Arkhan. Inilah cara Zalfa untuk meredamkan kekesalan Arkhan, supaya suaminya itu bisa memahami keadaan. Dia berharap hati Arkhan akan secepatnya menjadi adem.


“Bayi kita akan menolong kita di akhirat kelak. Percayalah itu.” Telapak tangan Zalfa yang mengelus dada Arkhan bergerak merayap ke leher pria itu, naik sampai ke pipi.


Arkhan menoleh, menatap wajah Zalfa yang berada sangat dekat dengan wajahnya. Perasaan kesal di hati Arkhan berangsur melebur melihat sikap Zalfa. Arkhan sangat tahu jika sebenarnya tidak tepat untuk Zalfa menguatkan dirinya, karena sesungguhnya Zalfa sendiri juga butuh untuk dikuatkan.


Zalfa kembali menurunkan elusan telapak tangannya ke leher dan dada Arkhan, kemudian dia berdiri menghadap Arkhan. Kali ini kedua lengannya mengalung di leher suaminya.


Keduanya bertukar pandang.


Hati Arkhan tidak bisa ikhlas dengan kepergian calon bayinya. Dan dengan ringannya Zalfa mengatakan supaya ikhlas.


“Aku tidak bisa merelakan kepergiannya, Zalfa. Ini tidak mudah bagiku.” Balas Arkhan berbisik.

__ADS_1


“Aku bahkan sudah mengalami bagaimana sulitnya menjadi ibu hamil, pusing, keram, sakit perut, dan menahan mual yang terasa sangat menyiksa. Dan aku tiba-tiba kehilangan janin di kandunganku padahal sudah sesulit itu aku melewati hari, tapi aku masih bisa merelakannya. Tentu kamu juga seharusnya bisa.” Pelan, jemari lentik Zalfa membuka setiap kancing kemeja Arkhan. Kemudian bibirnya memberi ciuman lembut di bibir suaminya.


Sesekali ciuman itu dia hentikan untuk menyambung perbincangan. “Ini memang sulit, tapi harus dijalani. Karena tidak ada gunanya marah pada keadaan. Itu hanya akan membuang energi.”


Arkhan merengkuh tubuh mungil Zalfa, memeluk sambil mengelus punggung wanita itu. Dia senang sekali melihat perubahan Zalfa yang drastis. Kini, Zalfa sudah mulai nakal. Tingkahnya menggoda, memancing dan bahkan berani. Baru beberapa bulan saja mereka berpisah, sudah banyak perubahan dalam diri Zalfa.


Arkhan melepas kemeja setelah seluruh kancing sudah terbuka oleh Zalfa. Dia membalas perlakuan nakal Zalfa dengan perlakuan yang tak kalah nakal.


“Mas Arkhan, jangan kejauhan ya!” Zalfa menahan dada Arkhan.


“Kenapa?”


“Aku nggak boleh disentuh kira-kira sampai sepekan ke depan setelah keguguran,” ucap Zalfa kemudian menjulurkan sedikit ujung lidahnya.


“Beraninya kau! Kau sudah bangunkan aku dan sekarang mengatakan kalau kau tidak boleh disentuh.” Arkhan mempererat pelukannya. “Kau harus menyelesaikannya, apa pun caranya.”


“Ha haaa….” Zalfa tergelak mendengar ucapan Arkhan.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


Ayuuuk... Poinnya boleh dihadiahin buat Zalkhan? 😁🥰


Siapa di sini yg udah baca Pernikahan Palsu di aplikasi "novel me"? Tunjuk tangan 🥰🥰


__ADS_2