SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
266.


__ADS_3

“Bagaimana?” tanya Arkhan yang mulai kelihatan jenuh mendengar perbincangan antara Zalfa dan Mbak Yen. Para wanita itu berunding sangat lama hanya untuk membicarakan hal seperti itu. “Mbak Yen akan kembali bersama kita lagi?”


“Enggak. Dia nggak bisa ke sini, katanya anaknya sakit. Jadi dia mengirim saudaranya saja.”


“Ya, terserah padamu saja. Apa kau tidak ingin melihat-lihat isi rumah? Ayo, lihatlah bagaimana kondisi kamarmu.”


“Ooh… Iya, oke.” Zalfa mengikuti Arkhan menuju kamar. Eh tunggu dulu, sejak di klinik Arkhan sibuk mengajak Zalfa pulang. Ini maksud Arkhan apa ya mengajaknya ke kamar dengan alasan untuk melihat isi kamar? Jangan-jangan modus nih. Duuh… Mana badan pegel semua lagi. Zalfa membatin.


Pintu kamar dibuka oleh Arkhan saat mereka sudah berada di lantai dua. Zalfa mengikuti Arkhan memasuki kamar, dia langsung disambut dengan belaian sejuk AC, interior kamar yang wah, serta fasilitas yang sangat nyaman.


Tiba-tiba kulit tubuh Zalfa meremang saat menyadari kalau Arkhan di sisinya sedang menatapnya dengan tatapan berbeda. Zalfa memang tidak menoleh ke arah Arkhan, namun sudut matanya menangkap tatapan mata Arkhan yang terus mengawasinya.


“Mm… Aku ke kamar mandi dulu. Badan lengket, gerah. Mau mandi.” Zalfa memasuki kamar mandi.


Cukup lama Zalfa berendam di bathtub, bermain busa sabun, menggosok badan dan menikmati aroma sabun yang tiba-tiba sangat dia sukai. Jika kata orang, wanita hamil akan sangat membenci segala wewangian, namun berbeda dengan Zalfa. Dia justru sangat mendambakan aroma sabun. Terutama sabun mandi yang wanginya khas. Pada kehamilan pertama, Zalfa juga membenci segala wewangian, namun sekarang tidak. Semuanya berbeda.


Usai mandi, Zalfa membelalak saat menyadari tidak ada handuk di sana. Ya ampun, akibat buru-buru menghambur ke kamar mandi, Zalfa sampai lupa kalau di rumah itu tidak ada satu pun perlengkapan miliknya. Dan sekarang, Zalfa merasa seperti orang tersesat di sana. Masuk kamar mandi sudah dalam keadaan tanpa busana, dan bahkan tidak ada handuk. Dia pun bingung mau pakai baju apa sebagai ganti. Ya ampun, Zalfa teledor sekali hanya karena mendapat sengatan lirikan dari mata arkhan. Padahal Arkhan adalah suaminya, kenapa mendadak Zalfa melarikan diri saat ditatap Arkhan penuh dnegan pengawasan seperti tadi? Sampai-sampai sekarang akibatnya malah dia yang menjadi kebingungan begini.


“Mas Arkhan!” panggil Zalfa dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


“Hm!” Arkhan berbaring di ranjang. Arkhan menjawab dengan mata terpejam.


“Tolong handuk!”


“Di rumah ini belum ada handuk, Zalfa!” Arkhan kini membuka mata dan menatap pintu kamar mandi yang tertutup.


Ya ampun, jadi bagaimana sekarang? Zalfa menepuk keningnya pelan.


Arkhan menarik sudut bibirnya, kemudian bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. “Bukalah pintunya!”


“Mas Arkhan mau ngapain?”


“Mau masuk.”


“Biarkan aku masuk.”


Pintu diguncang dari luar. Buru-buru Zalfa menyambar pakaian yang tadi dia pakai dan menempelkannya di permukaan tubuhnya. Arkhan menyembul masuk, dia menyerahkan sehelai sprei yang masih terlipat.


“Itu sprei baru, kutemukan di dalam lemari. Bisa untuk mengelap tubuhmu.”

__ADS_1


Zalfa mengambil sprei dan membuka lipatannya, lalu melilitkan sprei itu ke tubuhnya.


Arkhan mengambil baju kotor yang tadi digunakan oleh Zalfa untuk menutupi tubuh wanita itu lalu menggantungnya di gantungan dinding. Dia menatap Zalfa dan mendekati istrinya itu.


Melihat Arkhan mendekat, Zalfa hanya bisa diam tak bergerak. Tatapan Arkhan tampak berbeda dan dipenuhi dengan hasrat. Zalfa pun pasrah saat Arkhan menciumnya, dia membalas ciuman suaminya. Sementara tangan Arkhan membuka lilitan sprei di tubuh Zalfa. Berikutnya, dia membuka pakaiannya dan menggantungnya di gantungan dengan gerakan cekatan.


“Akhirnya kau tidak membutuhkan penutup lagi sekarang,” bisik Arkhan membuat Zalfa mengulumm senyum menatap sprei sudah jatuh ke lantai.


Kalau begitu kejadiannya, percuma Arkhan membawakan sprei untuk Zalfa. Toh, akhirnya sprei tersebut mendarat di lantai sekarang.


Arkhan tidak membiarkan Zalfa berada di posisi kesulitan jika harus melakukannya di kamar mandi, dia membawa Zalfa ke ranjang.


BERSAMBUNG


Sambil nungguin SALAH NIKAH update, yuk baca ceritaku lainnya yang berjudul


DEAR BOSS


SUAMI SENSASIONAL

__ADS_1


Sebab season dua untuk cerita SALAH NIKAH merupakan gabungan dari dua cerita itu.


Cari aja judul cerita Dear Boss dan Suami Sensasional, atau klik profilku dan cari karyaku


__ADS_2