SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
178.


__ADS_3

Tepat pada saat itu, sebuah notifikasi chat masuk ke ponsel Arkhan. Zalfa tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu dengan berpura-pura tidak sengaja memencet notifikasi hingga chat pun terbuka.


Waspada


Polisi cek Arumi


Muka Zalfa memucat seketika, pesan itu seakan-akan sebagai warning untuk Arkhan. Bahkan nomer tak dikenal itu menyebut-nyebut polisi dalam pesan singkatnya. Dan siapa tadi Arumi? Jika tidak ada kaitan antara pesan peringatan itu kepada Arkhan, lantas kenapa orang itu mengirimkannya kepada Arkhan? Ada apa ini sebenarnya? Apakah Arkhan masih menjadi mafia?


Zalfa terkejut saat ponsel di tangannya dirampas oleh Arkhan. Ia menatap Arkhan, dan pria yang ditatap itu pun balas menatap tanpa kedip. Ia menghela nafas melihat tatapan Zalfa yang penuh dengan pertanyaan beserta ancaman.


“Apa itu? Apa maksud chat itu? polisi? Waspada? Dan siapa Arumi?” berondong Zalfa mengharap penjelasan.


“Berhenti menginterogasi aku!” balas Arkhan datar. Ia menghapus chat yang baru masuk dan melempar ponsel ke spring bed.


“Kenapa ada warning dari orang lain yang dikirim ke kamu? Apakah kamu masih melanjutkan pekerjaanmu itu?”


“Tidak. Aku sudah meninggalkan pekerjaanku itu.”


“Lalu? Apa maksud chat itu?”


“Masalah yang sudah terjadi tidak akan berlalu begitu saja, Zalfa. Mungkin efeknya masih akan terasa sampai beberapa waktu yang aku juga tidak tahu kapan berakhirnya. Semua yang sudah kulakukan tidak akan berhenti dengan mudahnya meski aku sudah meninggalkan pekerjaanku. Tapi jangan cemaskan hal itu. itu adalah urusanku dan aku pasti bisa menyelesaikannya.”

__ADS_1


Zalfa terdiam. Antungnya seperti berhenti berdetak saat memahami kalimat yang diucapkan Arkhan. Bahwa benar Arkhan sudah pernah melakukan tindak kejahatan, dan perbuatannya itu sudah tercium oleh pihak yang berwajib meski dalam kasus ini Arkhan hanyalah sebagai saksi sekarang. Tapi selanjutnya, tidak ada yang menjamin kalau kejahatan yang dilakukan Arkhan akan terus terselubung dan tersimpan dengan rapi.


“Zalfa, percayalah! Aku akan selesaikan masalah yang sudah kubuat. Semua akan baik-baik saja,” ujar Arkhan saat menatap kesedihan di wajah Zalfa. “Aku akan selalu ada di sampingmu, aku tidak akan meninggalkanmu sendiri di sini. Percayalah!”


“Aku takut, Arkhan! Aku takut! Aku takut orang yang kucintai akan meninggalkanku ketika harus berurusan dengan sel. Tapi jika memang kamu masih bergelut dengan pekerjaanmu itu, maka aku ridha jika kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu di balik jeruji besi.”


“Itu tidak akan terjadi. Bukankah kau yang memintaku untuk berhenti? Dan aku sudah meninggalkan pekerjaanku, Zalfa. Jangan bahas itu lagi.”


“Sungguh? Kamu sungguh-sungguh udah meninggalkan pekerjaanmu?”


“Ya.” Arkhan memposisikan tubuhnya hingga menghadap Zalfa. “Beri aku waktu untuk menyelesaikan semua ini.”


Suara Arkhan yang lembut serta tatapannya yang teduh, membuat Zalfa luluh dan dengan mudahnya menganggukkan kepala.


Doa? Mendengar Arkhan menyebut kata ‘doa’, Zalfa terenyuh dan tersenyum. Mengenai doa, tidak perlu ditanya lagi berapa banyak waktu yang Zalfa persembahkan untuk bersimpuh meminta kebaikan pada Yang Maha Kuasa untuk diri Arkhan.


“Hmm… Kau terlihat menarik dengan tersenyum begini.” Arkhan menyentil dagu Zalfa dengan jemarinya.


Yang disentil tersenyum tipis.


“Apa kamu nggak mau pakai baju?” Zalfa mengalihkan pembicaraan, menatap dada polos suaminya yang tanpa baju, hanya melilitkan handuk di perut.

__ADS_1


Arkhan balik badan menuju meja. Namun ia kehilangan kemeja yang dia letakkan di sana.


Menyadari Arkhan kehilangan kemeja, Zalfa pun berucap, “O iya, kemejamu kujemur sebentar di luar. Tadi kecipratan air minum. Biar kuambil.” Zalfa melangkah menuju balkon. Ia meraih kemeja yang dia jemur di tiang jemuran.


Pemandangan di lantai bawah membuat Zalfa mengernyit dan sesaat mengawasi beberapa orang polisi yang datang ke rumah sebelah, tepatnya rumah tetangga Arkhan. Baru saja Arkhan menerima chat yang menyebut-nyebut polisi, dan sekarang Zalfa mendapati pemandangan itu.


BERSAMBUNG


POIN masih stay gak nih? 🤗🤗


Boleh follow instagramku @emmashu90


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2