SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
134.


__ADS_3

Reza melangkah mundur dan berhenti ketika punggungnya membentur badan mobil yang tadi dikendarai oleh Atifa.


“Kau akan habis setelah ini. Beraninya kau mengkhianatiku demi wanita jal*ng itu,” hardik Arkhan. “Ternyata kau mengenal Atifa.”


“Maaf, Bang! Aku nggak bermaksud apa-apa. Aku dan Atifa udah lama berhubungan, jauh sebelum dia menikah dengan Ismail.” Suara Reza gemetaran.


“Katakan, apa yang kau dapatkan dari perbuatanmu itu?”


Reza menelan ludah kesulitan. Kemudia ia menjawab, “Kepuasan. Kami saling menguntungkan. Abang tahu sendiri aku suka wanita malam. Dan Atifa adalah salah satunya. Dia kemudian berhijab setelah mengenal Ismail hingga akhirnya dia kembali padaku dan mengadu kalau hidupnya sangat pahit setelah menikah. Dia ingin hidup senang dan aku merekomendasikan abang untuk menjadi salah satu keluarganya. Itu akan membuat hidupnya senang. Aku tahu abang orangnya royal dan tentu saja Atifa bisa ikut menikmati kekayaan abang jika menjadi bagian keluarga abang.”


Otak Arkhan bekerja singkat, memberi dugaan bahwa orang yang telah mengancam dan memaksanya supaya menikah dengan Zalfa adalah orang terdekat, tak lain Reza. Isi ancaman menunjukkan bahwa orang tersebut mengetahui pekerjaan Arkhan yang bisa saja dilaporkan ke pihak yang berwajib jika Arkhan tidak menuruti untuk menikah dengan Zalfa.


“Demi wanita jal*ng itu, kau bahkan sampai lupa dengan siapa kau sedang berhadapan,” hardik Arkhan.

__ADS_1


Reza berlutut, keringat dingin mengucur membasahi wajahnya, membentuk butiran. “Bang, aku mohon Bang. Maafin aku, Bang. Aku khilaf. Aku salah, Bang. Aku mohon jangan marah, Bang!”


“Kau mempermainkan hidupku! Kau menganggapku enteng dan menjadikanku seperti boneka. Kau pikir hidupmu akan tenang setelah mempermainkanku, huh?” gertak Arkhan sambil menempelkan ujung pistol ke kening Reza. “Habislah kau!”


Atifa terlihat tegang menyaksikan kemarahan Arkhan, yang sebentar lagi akan menekan pelatuk.


“Arkhan!” Zalfa berlari mendekati arkhan dan meraih lengan Arkhan yang memegangi pistol, lalu keberanian yang entah datang dari mana membuatnya mampu menurunkan lengan itu. “Kamu sekarang nggak sendiri, kamu memiliki istri. Seenggaknya pikirkan aku. Aku sekarang bergantung padamu, pada suamiku. Jangan biarkan aku merasa kembali seperti dulu saat tanpamu. Jika kamu terkena masalah setelah ini, aku harus bergantung pada siapa?” Ini adalah cara Zalfa meredam kemarahan Arkhan.


Plis Arkhan, kendalikan emosimu. Aku sebagai istrimu memiliki tanggung jawab untuk hal ini. Aku nggak mau kamu menanggung dosa karena telah mengotori tanganmu dengan pistol itu. Batin Zalfa memohon.


“Kau kuampuni kali ini,” celetuk Arkhan pada Reza kemudian menghantamkan ujung pistol ke kening Reza hingga membuat kening tersebut mengeluarkan darah.


Zalfa menjerit kecil melihat pukulan yang yang mengakibatkan luka serius di kening Reza. Arkhan melenggang menuju ke mobilnya sambil mengarahkan pistornya kepada Atifa.

__ADS_1


Dor!


Tembakan melesat.


Jeritan bersahutan antara Zalfa dan Atifa. Jantung Zalfa berdetak kencang, seketika tubuhnya menjadi lemas dan matanya sontak terpejam. Kepalanya dibayangi oleh ceceran darah yang berserak di tubuh Atifa. Kemudian ia membuka mata dan membeku di tempat saat melihat Atifa yang ternyata masih berdiri tegak dalam kondisi baik-baik saja. Zalfa melepas nafas lega, setidaknya suaminya tidak melakukan tidnakan kriminal.


Bagaimana mungkin Atifa akan terluka sementara Arkhan hanya melepas tembakan ke arah samping kaki Atifa hingga hanya mengenai sisi jalan. Atifa masih tampak ketakutan meski Arkhan sudah masuk ke mobilnya. Dalam hitungan detik, mobil tersebut melaju kencang meninggalkan lokasi.


BERSAMBUNG


MASIH ADA YG MAU KASIH POIN KAH?


DUKUNG CERITA INI DENGAN MEMBERIKAN POIN

__ADS_1


MAKASIH BUAT KALIAN YG UDAH MEMBERI HADIAH POIN 😘😘😘😘😘


__ADS_2