SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
177.


__ADS_3

Pagi itu, Zalfa sedang berdandan di depan cermin. Suara kucuran air dari shower terdengar sampai ke luar. Arkhan sedang mansi. Zalfa meraih gelas yang berisi air mineral di meja kecil samping meja rias. Ia meneguk sampai hampir habis dan hanya menyisakan sedikit saja.


“Ups.” Zalfa memekik kecil saat tangannya yang meletakkan gelas ke meja tersenggol hingga mengakibatkan kemeja milik Arkhan yang sudah disiapkan di meja tersebut terkena imbasnya, air nyiprat mengenai kemeja tersebut.


Zalfa ingin mengeringkan bagian yang basah dnegan menyetrika kemeja tersebut, namun nanggung karena sedang sedang berdandan, sehingga ia memilih untuk membawa kemje tersebut ke balkon dan menjemurnya di sana. Kehangatan sinar matahari pagi itu tentu akan mampu mengurangi bagian yang basah. Lagi pula bagian yang basah hanya sedikit saja, tidak akan memakan waktu lama bagi sang mentari untuk mengeringkannya.


Zalfa kembali ke kamar dan menyelesaikan dandanannya. Setelah selesai dengan kegiatannya itu, perhatiannya kini tertuju pada ponsel Arkhan. Ia ingat Arkhan yang tampak fokus pada ponsel di waktu-waktu yanag tidak normal dan ekspresi wajah Arkhan juga tampak sangat tegang dan dipenuhi gurat kekhawatiran. Mungkinkah Zalfa akan menemukan sesuatu di ponsel Arkhan?


Zalfa menoleh ke pintu kamar mandi, suara kucuran air shower masih terdengar. Artinya Arkhan masih lama di dalam kamar mandi. Zalfa buru-buru meraih ponsel dan mengusap layar ponsel tersebut. Sial! Ponsel Arkhan dikunci dengan password. Mana mungkin Zalfa tahu berapa password yang digunakan Arkhan untuk mengunci ponsel tersebut.


Kira-kira berapa passwordnya? Zalfa penasaran. Ia coba-coba mengetik nama Arkhan pada kotak password. Gagal. Password salah. Sekali lagi, ia mencoba tanggal lahir Arkhan. Hasilnya sama saja. Password salah. Zalfa tidak boleh mengulang berkali-kali memasukkan password yang salah, sebab perbuatannya yang berusaha membobol password akan ketahuan jika sampai salah berkali-kali, karena ponsel akan terkunci selama beberapa menit lamanya sesaat setelah berulang kali kesalahan yang dilakukan.


“Zalkan!”


Suara tegas terdengar keras tepat di sisi daun telinga Zalfa. Bulu kuduk Zalfa meremang merasakan tamparan halus yang bersumber dari mulut yang menyebut kata ‘zalkan’.


Zalfa menoleh pelan ke sampingnya. Deg! Jantungnya berdetak keras menatap Arkhan yang entah sudah sejak kapan berdiri di belakangnya, dengan posisi mulut tepat berada di dekat kupingnya. Bagaimana mungkin Zalfa sampai tidak menyadari Arkhan keluar dari kamar mandi? Ketahuan deh, ia sedang berusaha membobol password hape Arkhan.

__ADS_1


“Passwordnya zalkan. Huruf kecil semua,” tegas Arkhan masih di posisi semula.


Zalfa menatap Arkhan berusaha mencari tahu apakah suaminya itu marah atau tidak. Dan ekspresi Arkhan memang sulit ditebak, bahkan sekarang Zalfa tidak mengetahui apakah suaminya itu menyebut password sebagai bentuk kemarahan atau emmang dia memberitahu password dengan baik-baik.


Keduanya bersitatap cukup lama.


“Tunggu apa lagi?” Tanya Arkhan.


Seperti diremot, Zalfa mengetik password yang disebutkan oleh Arkhan. Ponsel berhasil dibuka. Namun Zalfa tidak berani melakukan apapun dengan ponsel Arkhan, sebab pria itu kini masih berdiri tegak di sisinya.


“Bukankah sejak tadi kamu berusaha membuka ponselku untuk mengetahui isinya? Kenapa diam saja?” Tanya Arkhan.


“Baiklah. Aku lihat isinya.” Zalfa malah memanfaatkan situasi. Ia mengecek chat masuk, panggilan masuk, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembicraan Arkhan pagi tadi. Namun Zalfa tidak menemukan apa-apa di sana. Bahkan daftar riwayat panggilan pun kosong. Chat masuk dan keluar juga kosong. Pesan masuk dan keluar pun kosong. Selesailah tugas Zalfa sebagai detektif.


“Apa yang ingin kau ketahui dari semua itu, hm?” Tanya Arkhan lagi yang sejak tadi mengawasi pergerakan tangan Zalfa pada ponselnya.


“Aku ingin mengenal temen-temenmu. Nggak apa-apa, kan?”

__ADS_1


“Tanyakan saja itu padaku, tidak perlu mencari tahu sendiri melalui ponselku. Aku bisa menjawab pertanyaanmu dengan jelas.”


“Oke oke.” Zalfa mengangguk kikuk. Ia salah tingkah sekaligus deg-degan. Tunggu dulu, tadi Arkhan menyebut zalkan sebagai password ponsel. Apa itu artinya nama singkatan dari Zalfa dan Arkhan? Eh, pe de dikit boleh, kan?


TBC


KLIK LIKE DWONGS


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2