
"Anda tahu kalau situs polri sudah dibobol bukan? Bahkan dalam hitungan jam, data bisa hilang jika aku mau." Arkhan sangat tenang.
Brak!
Tirto menggebrak meja sangat keras. Suaranya yang mengejutkan tak membuat Arkhan terkejut sama sekali. Dia masih terlihat tenang tanpa efek apa pun.
"Kau mengancam?" Tirto menatap tajam wajah Arkhan.
"Tidak. Hanya memperingatkan. Aku memilih mati dari pada harus bertahan delapan tahun untuk kemudian direkrut."
"Kau berbicara kematian, apa kau lupa dengan istri tercintamu? Kau sendiri yang mengatakan kalau dia butuh perlindungan."
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu dipikirkan bagi manusia yang sudah mati dan sudah menjadi tanah. Karena saat aku dalam tahanan, aku pun tidak bisa melindungi istriku. Lalu apa lagi? Kalaupun ditinggal mati, aku tahu istriku sangat cerdas dan dia bisa hidup tanpa memikirkan mayat yang sudah menjadi tanah. Kalau Anda ingin merekrutku, maka bebaskan aku."
"Arkhan, kau sadar bahwa kau telah melakukan pelanggaran hokum dengan tindak kejahatan yang kau lakukan, tentu kita harus kedepankan pertanggungan jawabanmu, kau harus dihukum dulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu."
"Sayangnya aku tidak tertarik. Semuanya akan sia-sia jika harus menunggu sampai sekian tahun lamanya. Saat ini situasiku berbeda. Mario sudah masuk ke dalam kehidupanku, jika dia tidak cepat ditindak, aku tidak menjamin istriku akan aman. Silahkan hukum aku dua puluh tahun penjara, atau hukuman mati saja jika penawaran Anda tidak berubah. Atau..." Arkhan berhenti untuk menelan, menatap lawan bicaranya dengan sorot tegas. "Bekerjasamalah denganku mulai saat ini." Arkhan setengah berharap.
“Ini Negara hukum, Arkhan. Jangan berbicara soal hati. Kau tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu terlebih dahulu.” Tirto berpegang teguh pada pendiriannya.
Perbincangan tidak menghasilkan keputusan sampai akhirnya Arkhan dibawa kembali ke tahanan.
Sementara selama dua hari Arkhan mendekam dalam tahanan, sosok Arkhan semakin ramai menjadi buah bibir. Di media sosial, Arkhan tengah viral diperbincangkan dan disebut hacker ganteng. Anehnya, setelah Arkhan dihebohkan melarikan diri dari penjara, nama Arkhan seakan tak surut diperbincangkan.
__ADS_1
Muncul seorang satpam mol yang mengaku pernah mendapat uang tiga juga dari Arkhan. Seorang pelayan restoran yang mengaku pernah mendapat uang tunai senilai tiga juta dari Arkhan. Gadis belia mengaku pernah melihat pria yang sama memberikan uang lima juta kepada pengemis saat di lampu merah, bahkan si gadis sempat mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponselnya. Dia pun kini mengunggah hasil gambar yang dia ambil setahun lalu ke sosial media. Tak ayal, semua orang yang mengaku pernah mendapat uang dari Arkhan pun kecipratan tenar karenanya.
Berawal dari ramainya pemberitaan mengenai seorang mualaf yang memiliki suara merdu dan fasih dalam membaca Al Qur’an, disusul gencarnya kabar tentang Arkhan yang kemudian dipenjara karena profesinya sebagai hacker nakal, ditambah dengan kaburnya Arkhan dari penjara, kini publik menggiring berita mengenai betapa dermawannya Arkhan yang mengalirkan uang kepada yang membutuhkan. Tak hanya itu, Arkhan juga dikabarkan sudah mengalirkan dana milyaran ke Palestina. Apa sebenarnya tujuan Arkhan membantu rakyat muslim di Palestina? Pertanyaan itu gencar diperbincangkan. Sosok Arkhan di mata publik tetap dipandang baik. Bahkan suara Arkhan yang syahdu saat mengaji, terus mendengung di sosial media.
Publik seakan sedang menggiring opini mengenai sosok Arkhan, yang sebenarnya adalah mualaf berhati baik. Mayoritas berharap supaya Arkhan bebas.
TBC
KLIK LIKE, OKE
.
__ADS_1
.