SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
147.


__ADS_3

Zalfa duduk di dalam mobil yang terparkir di depan sebuah rumah minimalis, tak lain rumah Arkhan yang diberikan untuk Reza. Sudah hampir setengah jam ia duduk diam di sana menunggu dengan harap-harap cemas.


Manik mata Zalfa tertuju ke spion mengamati sebuah kendaraan yang melaju kencang dari kejauhan dan semakin lama kendaraan tersebut semakin mendekat. Zalfa memperhatikan postur tubuh pria yang menunggangi motor tersebut hingga terparkir di halaman rumah yang sama. Meski si pria mengenakan helm yang menutup wajah, namun Zalfa tahu kalau itu adalah Reza.


Reza melepas helm dan menoleh ke arah mobil asing yang terparkir tak jauh dari motornya. Ia terkejut melihat Zalfa turun dari mobil.


“Reza!” panggil Zalfa dengan suara tegas sambil berjalan mendekati pria itu.


Reza diam di tempat menatap Zalfa yang kini sudah berdiri di hadapannya. wajahnya sedikit gugup dan bingung. Heran melihat kedatangan Zalfa di kediamannya.


“To the point. Aku nggak mau buang waktu, kedatanganku ke sini untuk menanyakan satu hal padamu. jawablah dengan jujur! Kamu akan menerima kosekuensinya jika berbohong padaku,” tegas Zalfa dengan pandangan teliti ke wajah Reza.

__ADS_1


“I Iya, Kak. Ada apa? Tanyakan saja!” jawab Reza sambil garuk-garuk kepala. Sosok Zalfa yang menjadi istri Arkhan selaku bosnya Reza, membuat Reza memandang Zalfa seakan memiliki power hingga kini ia seperti mati kutu saat berbincang dengan Zalfa. Apa lagi nada bicara Zalfa seperti penuh ancaman.


“Apa sebenarnya pekerjaan Arkhan? Apa yang dia lakukan selama bersamamu?” Tanya Zalfa tanpa berbasa-basi.


Reza terkejut mendengar pertanyaan itu. Ekspresinya terlihat bingung untuk menjawab. “Ke ke kenapa kakak nggak tanyakan langsung aja ke Bang Arkhan? Dia tentu akan menjawabnya. I iya, tentu dia akan menjawab pertanyaan Kakak, bukan?”


“Saat ini aku bertanya padamu, jawab saja!” tegas Zalfa lagi. Ia tidak sedang mencari tahu tentang pekerjaan Arkhan, ia hanya sedang ingin meyakinkan diri tentang apa yang dia dengar mengenai Arkhan.


“Aku nggak bertanya tentang saham. Aku bertanya pekerjaan yang dia tekuni bersamamu.” Kembali Zalfa bicara dengan nada tegas dan tinggi.


Reza semakin tersudut dengan pertanyaan itu. hingga dalam keadaan gugup dan bingung, Reza pun akhirnya menjawab meski belepotan. “Iya memang. Bang Arkhan memang. Iya, dia suka meretas bank. Iya itu. Mm…berdagang narkoba. Eh ah… apa. Itulah.”

__ADS_1


Zalfa merasakan tubuhnya menjadi lemas. Setelah tadi ia mendengar kabar kalau suaminya adalah seorang peretas bank, kini ditambah dengan pekerjaan lain yang juga mencengangkan, berdagang narkoba. Ya Tuhan.


“Untuk sementara ini aku akan pergi ke luar negeri untuk mengamankan diri, Kak. Transaksi kami sudah tercium oleh pihak kepolisian. Aku harus mencari perlindungan.” Reza menjelaskan tanpa diminta. “Tapi jangan cemas, Bang Arkhan kemungkinan masih aman. Jaringan dan semua perangkat dipegang olehku, maka akulah yang harus secepatnya mengamankan diri.”


Zalfa langsung balik badan dan masuk ke mobil. Ia tidak langsung menjalankan mobilnya, melainkan terdiam untuk sesaat sambil memegangi bundaran setiran. Jadi benar, Arkhan adalah seorang peretas bank? Bahkan dia juga menjalankan bisnis perdagangan barang haram? Zalfa mengusap wajahnya resah.


***


TBC


Jangan lupa klik vote di setiap chapter 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2