SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
169.


__ADS_3

Ibrahim menarik Fatima mundur beberapa langkah agar menjauh dari Faisal dan Arkhan. Ia mengamankan istrinya.


Zalfa menengahi, mendorong dada Faisal dan Arkhan dengan kedua tangannya hingga dua pria tersebut masing-masing mundur satu langkah dan kini berjarak. Zalfa berdiri merapat ke arah Arkhan. Ia memunggungi Arkhan dan menghadap ke arah Faisal.


“Faisal, plis pergilah! Kalian nggak bisa berada di satu tempat begini,” ucap Zalfa. “Ini bukan waktu yang tepat untuk kalian bicara.” Zalfa menyadari tingkat emosi Arkhan yang sedang tinggi dan juga Faisal yang juga sama emosinya. Zalfa memahami letak kemarahan Faisal yang membela ibunya saat ibunya tersebut diperlakukan demikian oleh Arkhan.


“Bukan aku yang seharusnya pergi, tapi suamimu. Dia seperti berhati baja, sampai-sampai tega mengatai ibuku wanita iblis. Dimana otaknya hingga lidahnya bisa setajam itu?” balas Faisal sengit.

__ADS_1


Zalfa menoleh ke arah Arkhan. Pria itu juga menatap Zalfa. Keduanya bersitatap dalam hitungan sepersekian detik. Tatapan mata keduanya seakan bicara kalau mereka saling membutuhkan.


“Arkhan, kita pergi,” lembut Zalfa sambil menyentuh lengan Arkhan. “Kumohon jangan membuat keributan di tempat umum. Biarian aja Bu Fatima menghinaku. Aku nggak akan pernah membalas hinaannya karena aku nggak mau menjadi hina sepertinya.”


“Zalfa, aku mungkin akan benar-benar memotong lidah Wanita tua itu jika kesempatan itu ada. Asal kau tahu, selain Atifa, wanita tua itu juga adalah dalang dibalik skandal di hotel waktu itu,” tegas Arkhan membuat Zalfa terkejut bukan main. “Wanita tua itu menyusun rencana busuk hingga dia bekerja sama dengan Atifa untuk bisa membuat kita terjebak di kamar hotel,” lanjut Arkhan sambil mengingat beberapa pesan hasil sadapan yang saling berbalas antara Atifa dan Reza beberapa waktu lalu. Pesan yang waktu itu tidak sempat terbaca dan baru akhir-akhir ini dibaca oleh Arkhan.


Arkhan menatap Faisal dan tersenyum sinis. “Apa kau masih ingin menganggap ibumu yang kelihatan alim itu sebagai wanita baik-baik? Apa kau masih akan memaafkan orang yang menjadi dalang utama dibalik hancurnya hubunganmu dengan orang yang kau cintai? Zalfa gagal menikah dneganmu dan kini justru menjadi istriku akibat kekurang ajaran ibumu,” sengit Arkhan. “Ibumu justru sangat rendahan dengan menjebak wanita lain dengan harapan bisa disentuh oleh laki-laki. Bukankah dia juga wanita? Cih!” Arkhan meludah. “Dia bukan wanita. Tapi iblis! Dia menghancurkan masa depan wanita lain dengan otaknya yang picik. Dia b*jingan!”

__ADS_1


Faisal terdiam.


“Jika saja saat ini aku bisa menghabisinya, aku sudah lakukan itu. Tapi Zalfa tentu akan menjadi orang pertama yang menghalangiku,” geram Arkhan lagi. “Bagiku, bukan merupakan masalah besar saat aku dijebak dalam satu kamar bersama wanita hingga berujung pada hubungan suami istri. Tapi masalah besar bagiku adalah Zalfa. Dia wanita yang sungguh tidak pantas menerima kenyataan ini. Jika kau ingin menyalahkan seseorang atas keadaan yang kau alami, maka orang itu adalah wanita yang kau panggil ibu. Kau tanyakan saja pada ibumu, apa motif dari perbuatan terkutuknya itu.” Arkhan menggandeng pergelangan Zalfa meninggalkan teras. Saat melintasi Bu Fatima, ia memperlambat langkah kakinya sambil berkata dengan nada geram, “Kau jaga nyawamu baik-baik. Jangan sampai kita bertemu hanya berdua saja. Sebab saat itulah nyawamu akan terancam. Camkan itu!” Arkhan kembali melangkahkan kaki.


Zalfa mengikuti langkah Arkhan yang masih setia menggandeng tangannya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


YUUPS, makasih yg udah setia baca. Boleh poinnya diberikan untuk Arkhan? 🤗🤗


__ADS_2