
Di sisi lain, Faisal yang masih bersitatap dengan Bu Fatima, terdiam dengan mata berkaca-kaca. Bu Fatima balas menatap puteranya dengan gusar. Sementara Pak Ibrahim masih setia memegangi lengan istrinya, kedua manik matanya tertuju pada wajah anaknya, Faisal.
“Ya Allah, Ibu. Inikah yang Ibu lakukan pada Zalfa? Sebegitu besarnya kebencian Ibu kepada gadis yang tidak berdosa sepertinya? Apa kesalahan Zalfa sampai akhirnya Ibu perlakukan dia begini?” Suara Faisal terdengar serak.
“Kamu mempercayai lidah Arkhan?” balas Bu Fatima dengan suara bergetar.
“Kenapa aku harus nggak mempercayainya? Ibu adalah salah satu pemilik saham di hiotel itu, kita sediakan tempat untuk Zalfa beristirahat di sana dengan alasan supaya nggak kelelahan, tapi dibalik manisnya penawaran itu, Ibu malah memperlakukan Zalfa dengan sangat buruk. Bahkan dengan bantuan Atifa. Sungguh kelakuan yang tidak berperikemanusiaan,” geram Faisal.
“Semua itu fitnah.”
“Fitnah? Kenapa Ibu nggak mengelak tuduhannya jika memang itu fitnah? Arkhan pasti udah memiliki cukup bukti sehingga bicara demikian. Katakan Ibu, apa yang membuat Ibu melakukan hal ini kepada Zalfa? Apa kesalahan Zalfa pada Ibu? Setelah Ibu menjebaknya, Ibu pun menghinanya dan memintanya supaya dia nggak menikah denganku. Apakah ini cara Ibu untuk bisa memisahkan kami?”
__ADS_1
“Zalfa nggak pantas untukmu, Faisal.”
“Ooh… Jadi ini alasannya? Ini alasannya kenapa Ibu menjebak Zalfa? Ibu sebenernya nggak menyukai Zalfa, begitu? Dan Ibu menjebak Zalfa supaya Ibu memiliki alasan untuk bisa memisahkan Zalfa dariku?”
“Kenapa harus selalu Zalfa? Masih banyak wanita terhormat dan terpandang di dunia ini, bukan Zalfa.”
Faisal terdiam sesaat. Ia tidak menyangka jika ternyata wanita yang telah emlahirkan dan membesarkannya itu memendam kebencian terhadap Zalfa.
“Suci katamu? Dia dilahirkan tanpa ayah. Dia anak yang tumbuh dari rahim wanita kotor. Dia terlahir dari hubungan di luar nikah. Apakah itu suci? Asal-usulnya saja sudah tidak jelas, kehidupannya kotor seperti lumpur!” Bu Fatima menatap dengan nanar.
“Tidakkah Ibu malu mengatai kehidupan Zalfa kotor seperti lumpur? Justru perbuatan Ibulah yang kotor dan hina, sangat hina. Asal Ibu tahu, justru Ibulah yang menjadi dalang rusaknya kehidupanku. Dengan Ibu berusaha memisahkanku dengan Zalfa, Ibu nggak perlu waktu lama untuk melihat putramu ini mati secara perlahan karena frustasi memikirkan nasib mantan kekasihnya yang kini menikah dengan pria lain. Aku nggak nyangka jika dibalik manisnya sikap Ibu, tersimpan niat busuk sekejam ini. Setelah ini aku bahkan nggak tahu apakah aku masih bisa menerima wanita lain atau enggak. Aku malu, aku malu pada Zalfa, aku malu memiliki Ibu sepertimu. Cukup Zalfa saja yang menjadi korban, jangan ada Zalfa yang lain.” Faisal berlalu pergi.
__ADS_1
“Sal! Faisal!” panggil Bu Fatima berusaha mengejar Faisal. “Dengarkan Ibu dulu, apakah kamu nggak memikirkan bagaimana kelas keluarga kita jika kamu menikahi wanita itu?”
“Jangan panggil aku sebagai putramu, aku malu memiliki Ibu yang tega berbuat sehina ini pada wanita lain.” Faisal melangkah lebar dan menghilang ditelan keramaian.
Sepeninggalan Faisal, bergantilah Pak Ibrahim yang memberi petuah panjang lebar pada Bu Fatima, istrinya. Pak Ibrahim menyesalkan kejadian itu dan bahkan sampai menangis saat mengungkap kesedihannya. Ia pun tidak menyangka jika ternyata istrinya yang selama ini casing-nya kelihatan baik, ternyata hatinya mampu memendam kebusukan dan bahkan menghancurkan kehidupan Zalfa. Bahkan kini, Faisal pun mengaku tidak ingin dipanggil sebagai putranya. Miris.
Bu Fatima hanya bisa terdiam mendengarkan semua ucapan suaminya. Akhirnya, rencana makan malam di restoran pun batal. Mereka pulang dan tidak menemukan Faisal di rumah. Ibrahim menmelepon Faisal dan menanyakan keberadaan putranya tersebut, Faisal mengaku tidak akan pernah pulang sebelum Ibunya minta maaf kepada Zalfa. Sebab Faisal merasa sangat malu terhadap Zalfa atas perilaku ibunya. Pak Ibrahim hanya bisa menasihati Faisal, agar tetap taat, patuh dan mendoakan Ibunya meski apapun yang terjadi. Sebab hubungan antara Ibu dan Anak tidak akan pernah terputus dan tidak akan ada kata mantan. Fatima tetaplah ibu yang mengandung dan melahirkan Faisal.
***
TBC
__ADS_1
KLIK LIKE DI SETIAP PART YAAAK