SALAH NIKAH

SALAH NIKAH
185.


__ADS_3

“Kalian berhubungan sudah cukup lama, apa saja yang kalian lakukansaat bertemu?” Rasa penasaran membuat Arkhan mengutarakan pertanyaan itu. dia pun tidak tahu kenapa sepenasaran itu terhadap hubungan Zalfa dan Faisal.


Zalfa kembali mengernyit. Ini maksud pertanyaan Arkhan apa lagi? kemana arah pertanyaannya?


“Apa yang kami lakukan? Banyak. Kami mengobrol, membicarakan tentang rencana pernikahan, kami pernah makan bersama tapi tidak hanya berdua karena ada teman yang lain juga. Kami berteleponan. Dia pernah bertamu ke rumah. dan banyak lagi.”


“Bukan. Bukan itu maksudku. Sejauh mana hubungamu dengannya? Apa saja yang pernah kalian lakukan? Berciuman? Berpelukan? Ber...”


Plak!


Tamparan kecil mendarat di pipi Arkhan hingga menghasilkan warna merah di pipi putih itu.


“Aku nggak seperti itu, Arkhan!” geram Zalfa dengan wajah memerah kesal. Ia balik badan lalu meninggalkan Arkhan.


Arkhan tersenyum kecil melihat kepergian Zalfa.


“Arkhan, apa yang kau lakukan pada Zalfa? Kenapa Zalfa sampai marah? Pergilah bujuk dia!” ucap Maria yang kebetulan melintas dan melihat kejadian terakhir antara Arkhan dan Zalfa.


“Aku bisa mengatasinya.” Arkhan mengatakannya masih sambil tersenyum.


“Kau jangan membuat wanita marah.” Maria berlalu pergi melewati ruangan itu.


Arkhan berjalan menuju kamarnya mengikuti Zalfa. Ia terkejut saat memegang handle pintu yang ternyata dikunci. Sejak kapan pintu kamarnya dikunci dari dalam? Arkhan mengguncang handle pintu agak kuat berusaha menunjukkan kalau ia sedang akan masuk kamar, namun tidak ada respon apapun dari dalam kamar.


“Zalfa, kau mengunciku di luar?”


Zalfa diam saja, dia menyandarkan punggungnya di balik pintu yang terkunci.

__ADS_1


“Buka pintunya. Baiklah, sekarang apa yang kau minta supaya kau bisa memaafkanku?”


Zalfa tersenyum mendengar suara Arkhan di luar. Oke, Arkhan sepertinya sedang ingin membujuknya. Zalfa ingin tahu bagaimana pria seperti Arkhan membujuk wanita? Selama ini Arkhan terkesan dingin dan kurang peduli pada wanita, ini adalah saat terbaik untuk Zalfa mengetes sikap Arkhan dalam membujuk wanita.


“Kamu tidur di kamar lain aja untuk satu malam ini.” Zalfa menyahut.


“Sebesar ini kemarahanmu padaku?”


“Hanya untuk satu malam aja, kurasa itu nggak merugikanmu.”


Arkhan membayangkan dirinya yang dulu hidup tanpa Zalfa, tidak ada pleukan hangat, tidak ada adegan bercinta, tidak ada keromantisan di dalam kamarnya. Dan sekarang semua sudah berubah semenjak Zalfa hadir di kehidupannya. Akankah ia harus kembali seperti dulu saat masih sendiri? Walau hanya satu malam, tentu waktu yang berjalan akan terasa lamban saat ia terbangun tengah malam dan tidak mendapati Zalfa di sisinya. Hukuman itu rasanya tidak adil untuknya.


“Aku tidak mau kamar lain. Aku hanya ingin kamarku sendiri. Zalfa, jangan main-main denganku! Kau tidak tahu apa yang akan kulakukan pada pintu yang terkunci ini,” ancam Arkhan.


“Lakukan saja! Lakukan apapun yang kamu mau,” balas Zalfa dengan entengnya.


“O ya? lakukanlah!” tantang Zalfa meski sebenarnya deg-degan. Ancaman Arkhan sedikit membuatnya ketar-ketir.


“Baiklah! Dalam hitungan detik, pintu ini akan rusak dan tidak akan ada perbaikan setelahnya. Lalu bayangkanlah apa yang terjadi saat kita berdua ada di dalam kamar dengan kondisi pintu yang terbuka.”


Kata-kata Arkhan berhasil menggiring bayangan Zalfa pada kegiatan di kamar tanpa adanya pintu. Gawat!


“Aku akan menghukummu jika sampai aku masuk tanpa kau buka pintunya,” ancam Arkhan lagi.


“Hukuman apa? Hukum saja kalau kamu bisa melakukannya.” Zalfa sudah memegang kunci hendak memutarnya karena takut pada ancaman Arkhan.


“Aku akan mencelupkannya seratus kali. Kau hitung saja setiap celupnya.”

__ADS_1


Zalfa membelalak kaget. Apa itu maksud Arkhan? Sintiiiiiiiing....


Kesal ancamannya tidak dihiraukan, Arkhan mundur beberapa langkah bersiap mendobrak pintu. Kemudian ia meluncur cepat menghentakkan tubuhnya ke pintu. Tapi naas, bukan pintu yang terkena tubruk, melainkan tubuh Zalfa yang saat itu membuka pintu tepat pada waktu Arkhan melayangkan tubuhnya menuju pintu.


Bruk!


Tubuh Arkhan terbanting ke lantai bersamaan dengan tubuh Zalfa di bawahnya. Astaga!


“Arkhaaaaaaaaan....!!!”


Sudut bibir Arkhan malah tertarik sedikit menatap raut kesal di bawahnya.


BERSAMBUNG


Tetap dukung cerita ini dengan poin yah. tengkyuh...


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2